HUKRIM
Polres Flores Timur Sabet Juara I Pengelolaan Media Digital, Raih Penghargaan Kapolda NTT

KUPANG, PENATIMOR – Komitmen membangun keterbukaan informasi publik dan memperkuat citra humanis Polri di ruang digital terus diperkuat Polda Nusa Tenggara Timur. Dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas dan Pelatihan Fungsi Kehumasan Tahun Anggaran 2026, Polda NTT memberikan penghargaan kepada jajaran Polres yang dinilai paling aktif, kreatif, dan inovatif dalam pengelolaan media digital serta pelayanan informasi publik.
Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada Polres Flores Timur yang sukses meraih Juara I sebagai Polres teraktif dalam pengelolaan aplikasi Portal Humas, Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT dan MediaHub), serta PoliceTube. Sementara posisi Juara II diraih Polresta Kupang Kota dan Juara III disabet Polres Malaka.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel Sylvia Kupang, Senin (18/5/2026), dalam rangkaian kegiatan Rakernis Humas Polda NTT 2026. Penghargaan Kapolda NTT diserahkan langsung oleh Karo SDM Polda NTT Kombes Pol. Dr. H. Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum., didampingi Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada satuan wilayah yang konsisten mendukung keterbukaan informasi publik dan aktif membangun komunikasi positif dengan masyarakat melalui platform digital.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk motivasi dan apresiasi kepada jajaran Polres yang aktif mengelola aplikasi Portal Humas, SPIT, MediaHub, dan PoliceTube secara optimal, kreatif, dan berkelanjutan,” ujar Kombes Pol. Henry.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, fungsi humas memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Karena itu, humas Polri dituntut mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, edukatif, serta humanis melalui berbagai kanal media digital.
“Publikasi yang baik bukan hanya soal kuantitas berita, tetapi bagaimana informasi itu mampu memberikan edukasi, menumbuhkan kepercayaan, dan memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran humas Polres di wilayah NTT untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan pelayanan informasi publik.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel humas di jajaran Polda NTT untuk terus berkarya, kreatif, dan aktif membangun citra Polri yang Presisi serta menghadirkan semangat Polda NTT Penuh Kasih melalui pelayanan informasi publik,” lanjutnya.

Rakernis Humas tahun ini juga menjadi momentum penting memperkuat transformasi komunikasi publik Polri menuju institusi yang modern, transparan, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
Sebelumnya, Karo SDM Polda NTT Kombes Pol. Dr. H. Juli Agung Pramono secara resmi membuka kegiatan Rakernis Bidang Humas dan Pelatihan Fungsi Kehumasan Polda NTT Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda NTT, Kasi Humas Polres jajaran, personel pengemban fungsi kehumasan, serta sejumlah narasumber yang memberikan penguatan terkait strategi komunikasi publik dan literasi digital.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Juli Agung membacakan sambutan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang menegaskan bahwa humas Polri kini menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik di era digital.
“Di era digital saat ini, Humas Polri bukan hanya menjadi penyambung informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik, menjaga ruang digital yang sehat, serta menumbuhkan optimisme dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Juli Agung saat membacakan sambutan Kapolda NTT.

Rakernis Humas 2026 mengusung tema “Strategi Humas Polda NTT dalam Rangka Mewujudkan Literasi Digital Guna Terpeliharanya Polda NTT Penuh Kasih.”
Kapolda NTT menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan perkembangan media sosial dan arus informasi digital yang semakin dinamis.
Literasi digital, menurut Kapolda, bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, menangkal hoaks, dan membangun komunikasi yang positif serta mencerdaskan masyarakat.
Kapolda juga menegaskan bahwa konsep “Polda NTT Penuh Kasih” bukan sekadar slogan, melainkan nilai pengabdian yang harus tercermin dalam setiap pelayanan dan komunikasi personel Polri kepada masyarakat.
“Humas Polda NTT harus menjadi pelaku utama dalam menyebarkan narasi kebaikan, menumbuhkan empati sosial, dan menampilkan wajah Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Kapolda NTT turut menekankan tiga pedoman utama dalam pelaksanaan tugas sesuai Commander Wish Kapolda NTT, yakni berbuat baik untuk diri sendiri, berbuat baik untuk institusi, dan berbuat baik untuk NKRI.
Kegiatan Rakernis dan pelatihan fungsi kehumasan tersebut berlangsung interaktif dan penuh semangat melalui sesi diskusi, penguatan literasi digital, hingga strategi komunikasi publik adaptif guna memperkuat citra Polri Presisi yang dicintai masyarakat. (bet)











