SPORT
Adnan Mahing Punya Rekor 8 Besar PON, Kletus Gabhe Juara ETMC: Siapa Layak Tangani Tim Putra NTT?

KUPANG, PENATIMOR – Siapa yang akan memimpin tim sepakbola putra Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepakbola di bumi Flobamora.
Dalam rapat PSSI NTT, dua nama pelatih muncul sebagai kandidat kuat untuk menakhodai tim PON NTT, yakni Adnan Mahing dan Kletus Gabhe.
Keduanya dikenal sebagai pelatih dengan kemampuan meracik tim yang mumpuni serta memiliki rekam jejak prestasi yang tidak sedikit.
Jika salah satu dari mereka ditetapkan secara resmi, maka tugas besar menanti yaitu membawa NTT meraih medali emas sepakbola ketika daerah ini menjadi tuan rumah PON.
Target tersebut bukan tanpa dasar. Pada Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh–Sumatera Utara, tim sepakbola NTT berhasil menembus 8 besar nasional, sebuah capaian yang membuka harapan baru bagi sepakbola NTT untuk melangkah lebih jauh pada PON berikutnya.
Nama Adnan Mahing menjadi salah satu kandidat paling kuat karena rekam jejak panjangnya baik sebagai pemain profesional maupun pelatih.
Pria kelahiran Solor, Flores Timur, 24 Juni 1974 ini menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Kupang pada periode 1990–1993.
Sejak muda, Adnan telah menapaki karier sepakbola profesional yang membawanya bermain di berbagai klub besar Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Adnan Mahing pernah memperkuat sejumlah klub ternama, antara lain MNA Galakarya Merpati (1994–1995), Persijatim (1996), Persikota Tangerang (1997–2002), Persegi Gianyar Bali (2003), Persija Jakarta (2004–2005), Persitara Jakarta Utara (2006), PSPS Pekanbaru (2007–2008), Persijap Jepara (2009), Persikoba Kota Baru (2011), dan Persigar (2012).
Pengalaman bermain di berbagai klub papan atas nasional membuat Adnan memiliki pemahaman mendalam tentang taktik, mentalitas kompetisi, serta manajemen tim profesional.
Setelah pensiun sebagai pemain, Adnan meniti karier sebagai pelatih dan telah menangani banyak klub serta tim daerah, di antaranya Persigar (2014–2016), Persikota Tangerang (2018–2019), PSKK Kota Kupang (2019 dan 2023), Adhyaksa Farmel (2019–2022), Pra PON NTT (2020), Persibo Bojonegoro (2023), Persikasi Kabupaten Bekasi (2024), Pra PON NTT (2023), Tim PON NTT (2024), Persikota Tangerang (2024–2025), Persebata Liga 4 Nasional (2025), Persab Belu Liga 4 ETMC (2025).
Adnan juga dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dari level regional hingga menembus kompetisi nasional.
Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah ketika ia sukses membawa tim sepakbola NTT lolos Pra PON 2023 di Bali, kemudian menembus 8 besar nasional pada PON Aceh–Sumut 2024.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik sepakbola NTT di ajang PON dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya itu, Adnan Mahing juga mencatat prestasi penting bersama Persebata Lembata.
Di bawah arahannya, Persebata tampil gemilang pada Liga 4 Nasional 2025, berhasil menembus 8 besar nasional sekaligus memastikan diri lolos ke Liga 3 Nasional.
Keberhasilan tersebut dianggap sebagai salah satu tonggak penting kebangkitan sepakbola klub dari NTT di panggung nasional.
Beberapa prestasi lain yang diraih Adnan Mahing sebagai pelatih antara lain Juara 3 Liga 3 Regional NTT – PSKK (2017), Juara Regional Banten – Persikota (2018), Juara Regional Banten – Persikota (2019), Runner-up Regional Banten – Adhyaksa Farmel (2021), Lolos PON Papua – Pra PON NTT (2020), Peringkat 3 Regional Banten – Adhyaksa Farmel (2022), Lolos PON Aceh – Pra PON NTT (2023), dan Putaran Nasional Liga 3 – Persikasi Bekasi (2024).
Adnan juga telah mengantongi lisensi kepelatihan yaitu Lisensi D Nasional PSSI, Lisensi C AFC, dan Lisensi B AFC.
Dengan pengalaman panjang tersebut, Adnan dikenal sebagai pelatih yang memiliki pendekatan taktik modern serta mampu mengelola tim dalam kompetisi berlevel tinggi.
Di sisi lain, Kletus Gabhe juga menjadi kandidat serius untuk posisi pelatih tim PON NTT.
Ia dikenal sebagai pelatih yang berhasil membangun permainan solid bersama PSN Ngada, salah satu klub paling bersejarah dalam sepakbola NTT.
Di bawah kepemimpinannya, PSN Ngada tampil disiplin dan konsisten hingga berhasil meraih gelar juara Liga 4 El Tari Memorial Cup XXXIV, turnamen paling bergengsi di NTT.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat reputasi Kletus Gabhe sebagai pelatih yang mampu membangun tim yang kuat secara kolektif.
PSN Ngada sendiri memiliki tradisi kuat di sepakbola daerah maupun nasional.
Pada era ketika ETMC masih menjadi bagian dari sistem Liga 3, PSN Ngada bahkan pernah menembus kompetisi nasional.
Prestasi terbesar mereka terjadi pada 2016, ketika klub ini berhasil menjadi runner-up Liga Nasional 2016 yang digelar di Stadion Manahan, Solo.
Prestasi tersebut sejatinya membuka jalan bagi PSN Ngada untuk tampil di Liga 2 musim 2017. Namun perubahan kebijakan di tubuh PSSI pada akhir 2016 membuat kesempatan itu tidak terealisasi.
Meski demikian, keberhasilan meraih gelar juara Liga 4 ETMC terbaru di bawah asuhan Kletus Gabhe kembali menegaskan bahwa PSN Ngada tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepakbola NTT.
Sebagai juara Liga 4 ETMC Ende, PSN Ngada di bawah asuhan Kletus Gabhe siap melaju ke putaran Liga 4 Nasional.
Jika melihat rekam jejak keduanya, publik sepakbola NTT kini menanti keputusan final dari PSSI NTT.
Adnan Mahing dikenal sebagai pelatih dengan pengalaman nasional luas dan rekam jejak membawa tim NTT menembus level nasional.
Sementara Kletus Gabhe pun dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim yang solid dan disiplin serta memahami karakter sepakbola lokal.
Keduanya memiliki kemampuan meracik tim yang kuat, namun dengan pendekatan yang berbeda.
Dengan target besar meraih emas sepakbola pada PON 2028, keputusan PSSI NTT dalam memilih pelatih akan menjadi salah satu langkah strategis yang menentukan masa depan sepakbola NTT di panggung nasional. (bet)






