HUKRIM
Jaksa Agung Promosikan Putra Terbaik NTT, Yosef Umbu dan Arif Kanahau Resmi Jadi Kajari TTS dan Belu
KUPANG, PENATIMOR – Gelombang promosi besar-besaran di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia kembali membawa kabar membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah putra terbaik daerah yang selama ini mengabdikan diri di Korps Adhyaksa mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis.
Momentum ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia asal NTT terus menunjukkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme sehingga dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam institusi penegak hukum.
Promosi tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-10122/C/07/2026 tanggal 29 Juli 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia, serta Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 879 Tahun 2026 tanggal 29 Juli 2026.
Dari sederet promosi tersebut, dua putra daerah NTT mendapat amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri.
Salah satunya adalah Yosef Umbu Hina Marawali, S.H., putra asal Sumba yang selama ini menjabat Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Yosef dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan (Kajari TTS) menggantikan Alfian Bombing, S.H., M.H., yang dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Tebo.
Karier Yosef bukanlah hal baru bagi masyarakat NTT. Ia pernah mengabdi di Kejaksaan Tinggi NTT sebagai Kepala Seksi Produksi Sarana Intelijen (Kasi Porsari/Kasi E Bidang Intelijen).
Sebelumnya ia juga pernah menjabat Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kota Kupang, serta Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng.
Pengalaman panjang di berbagai bidang tersebut menjadi modal penting bagi Yosef untuk memimpin Kejari TTS.
Promosi serupa juga diraih Arif Mirra Kanahau, S.H., putra NTT asal Sabu Raijua yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
Arif dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Belu, menggantikan Johannes Harysuandy Siregar, S.H., M.H., yang dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir.
Arif bukan sosok asing di NTT. Ia pernah menjabat Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Kasi TP4D Kejati NTT, hingga Kepala Seksi Penindakan pada Asisten Pidana Militer Kejati Maluku.
Kini, pengalaman tersebut mengantarkannya memimpin Kejaksaan Negeri di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Bintang Latinusa jadi Kasubdit JAM Intelijen
Prestasi membanggakan juga diraih Bintang Latinusa Yusvantare, S.H., M.H., putra NTT asal Sumba yang sebelumnya menjabat Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia mendapat promosi menjadi Kepala Subdirektorat V.B pada Direktorat V Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, menggantikan Agustinus Baka Tangdililing, S.H., M.H., yang dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang.
Agustinus sendiri merupakan alumni Kejaksaan Tinggi NTT yang pernah menjabat Koordinator pada Bidang Intelijen Kejati NTT.
Bintang juga memiliki rekam jejak pengabdian di tanah kelahirannya. Ia pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, sebelum dipercaya mengemban tugas di Kejati DIY.
Menariknya, kursi Kajari Sumba Barat yang ditinggalkan Bintang kini dijabat oleh sang istri, Ervarin Iswindyarti, S.H., M.H., menjadikan pasangan tersebut sama-sama dipercaya memimpin satuan kerja Kejaksaan.
Mutasi juga menyentuh Dr. Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., yang ditunjuk mengemban jabatan baru sebagai Asisten Pemulihan Aset (Aspema) pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
Sebelumnya, pria berdarah Alor-Rote yang pernah menjabat Kajari Timor Tengah Utara dan Kajari Karanganyar itu mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Laporan Pengaduan Masyarakat (Kasubdit Lapdumas) pada Direktorat Pengendalian Operasi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Tak hanya itu, Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H., juga resmi mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara.
Sebelumnya, putra Timor Amarasi Kabupaten Kupang itu menjabat Direktur E pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.
Sementara itu, Akwan Anas, S.H., M.H., yang selama ini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Timur juga ikut dimutasi.
Ia mendapat amanah baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, sementara jabatan Kajari Sumba Timur dipercayakan kepada Ariyanto Novindra, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Maluku.
Deretan Alumni Kejati NTT Raih Promosi Strategis
Selain putra daerah NTT, sejumlah alumni Kejaksaan Tinggi NTT juga mendapat promosi jabatan strategis.
Roy Riady, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Perpajakan dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, dipromosikan menjadi Asisten Pemulihan Aset pada Kejaksaan Tinggi Lampung.
Selanjutnya, Corneles Geeb Paulus Heydemans, S.H., M.H., mantan Kepala Kejaksaan Negeri Sabu Raijua yang belum lama menjabat Kajari Kendal, juga mendapat promosi menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.
Promosi Corneles menjadi perhatian karena dalam kurun waktu sekitar satu tahun ia telah mengalami tiga kali mutasi dan promosi jabatan, mencerminkan tingginya kepercayaan institusi terhadap kapasitas dan kinerjanya.
Promosi penting lainnya diraih Dr. Muhammad Ilham Samuda, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Inspektur Muda Tindak Pidana Umum, Perdata dan Tata Usaha Negara pada Inspektorat III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Ia kini dipercaya sebagai Asisten Pemulihan Aset pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Muhammad Ilham Samuda pernah menjabat Aspidsus Kejati NTT.
Sementara itu, Jemmy Novian Tirayudi, S.H., M.H., M.Si., yang lahir di Kupang dan sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, mendapat promosi menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.
Jemmy memiliki rekam jejak panjang di NTT. Ia pernah menjabat Kasi Penerangan Hukum Kejati NTT, sebelum dipercaya menjadi Kajari Aceh Besar dan kemudian Kajari Kabupaten Tasikmalaya.
I Putu Gede Astawa Naik Jadi Kajati Papua Barat
Pada level pimpinan tinggi Kejaksaan, alumni Kejati NTT I Putu Gede Astawa, S.H., M.H., juga meraih promosi bergengsi.
Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 879 Tahun 2026, ia diangkat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
Sebelumnya, I Putu Gede Astawa menjabat Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum Kejaksaan Agung. Ia juga memiliki jejak pengabdian yang kuat di NTT sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi NTT dan pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur.
Deretan promosi ini kembali menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi NTT telah menjadi salah satu kawah candradimuka yang melahirkan banyak jaksa dan pejabat berkualitas. Baik putra-putri asli NTT maupun para alumni yang pernah bertugas di Bumi Flobamora terus memperoleh kepercayaan menduduki posisi strategis di berbagai daerah hingga tingkat Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (bet)