Connect with us

HUKRIM

Isra’ Mi’raj di Asrama Haji Medan, Kajati Sumut Tegaskan Spirit Perjuangan dan Disiplin Sambut Ramadan 1447 H

Published

on

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum., bersama Wakajati Abdullah Noer Denny, S.H., M.H., dan jajaran pejabat struktural mengikuti rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H. (IST)

MEDAN, PENATIMOR – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menegaskan komitmennya menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi integritas aparatur penegak hukum.

Dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar khidmat di Gedung Jabal Nur Asrama Haji, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, Selasa (10/2/2026) malam, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum., mengingatkan seluruh insan Adhyaksa tentang makna perjuangan, disiplin, dan kesadaran moral.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pertemuan konsultasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Utara itu dihadiri langsung Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. Tiurmaida Harli Siregar, Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, S.H., M.H., para Asisten, para Kajari se-Sumut, Kabag Tata Usaha, Koordinator, pejabat struktural, hingga seluruh pegawai Kejati Sumut.

Dalam sambutannya, Kajati Sumut menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan momentum reflektif yang memiliki makna universal bagi seluruh umat manusia.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang nilai perjuangan, disiplin, kejujuran, dan kesadaran moral. Momentum sakral ini mengingatkan bahwa dalam setiap tugas dan tanggung jawab, kita harus berpegang pada integritas,” tegas Harli Siregar.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih Indonesia yang berdiri di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Momentum keagamaan seperti Isra’ Mi’raj sangat relevan dengan nilai toleransi dan saling menghormati di negara kita yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Inilah esensi ukhuwah,” ujarnya.

Mantan Kapuspenkum Kejagung RI itu juga menekankan bahwa peringatan ini menjadi pintu masuk kesiapan spiritual menyambut Ramadan. Bulan suci, katanya, bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang pengendalian diri, penguatan iman, serta komitmen menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Ramadan menuntut kita merefleksi keimanan, menguasai diri dan hawa nafsu. Ini relevan bagi kita sebagai aparatur penegak hukum agar tetap lurus, profesional, dan berintegritas,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. H. Fuji Rahmadi P., S.Hi., M.A., mengajak seluruh peserta untuk menanamkan nilai moral dalam setiap perjuangan kehidupan. Ia menekankan pentingnya mempererat ukhuwah Islamiah serta menjadikan akhlak sebagai fondasi dalam bekerja dan bermasyarakat.

“Nilai moral dan persaudaraan harus terus kita jaga dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa itu, perjuangan akan kehilangan makna,” pesannya.

Usai rangkaian acara, Kajati Sumut didampingi Ny. Tiurmaida Harli Siregar serta Wakajati beserta istri menyerahkan cinderamata kepada ustadz, qori, dan saritilawah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Rizaldi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj ini merupakan agenda keagamaan keluarga besar Kejati Sumut yang dirangkai dengan pertemuan konsultasi IAD Wilayah Sumut bersama seluruh pejabat struktural jajaran Kejaksaan se-Sumatera Utara.

“Melalui kegiatan ini, kita menegaskan bahwa sebagai aparatur penegak hukum, nilai-nilai keagamaan tidak boleh ditinggalkan dalam menjalankan tugas kedinasan. Terlebih menjelang Ramadan, kita dituntut semakin kuat dan kokoh dalam aspek keimanan dan integritas,” tegas Rizaldi.

Peringatan Isra’ Mi’raj dan penyambutan Ramadan 1447 H ini menjadi refleksi bersama bahwa profesionalisme dan spiritualitas harus berjalan beriringan. Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, insan Adhyaksa Sumatera Utara diingatkan untuk tetap berpegang pada nilai perjuangan, disiplin, serta moralitas sebagai fondasi utama dalam melayani masyarakat dan menegakkan keadilan. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!