RAGAM
Pertemuan Dua Anak NTT di Medan: Kajari Ridwan Angsar Temui Irdam I/BB Brigjen Josafath Duka

MEDAN, PENATIMOR – Di lantai dua Markas Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan, Jalan Binjai Kilometer 7, Medan, sebuah pertemuan berlangsung jauh dari sorotan seremonial.
Namun justru di ruang kerja yang tenang itulah, dua putra Nusa Tenggara Timur saling menguatkan dalam satu simpul pengabdian—kepada negara, kepada institusi, dan kepada nilai-nilai yang mereka bawa dari tanah kelahiran.
Kepala Kejaksaan Negeri Medan Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., menyambangi Brigadir Jenderal TNI Josafath M. Robert Duka, S.I.P., Inspektur Kodam (Irdam) I/Bukit Barisan pada Jumat (6/2/2026) siang.
Pertemuan itu terasa hangat, cair, dan penuh kekeluargaan—lebih menyerupai perjumpaan adik dan kakak ketimbang agenda formal antarpejabat.

Josafath Robert Duka, jenderal TNI berdarah Nusa Kenari, Kabupaten Alor, telah lama menorehkan jejak pengabdian di tanah Sumatera, khususnya Sumatera Utara.
Tahun-tahun panjang tugas di wilayah ini membentuknya sebagai figur senior yang memahami medan, dinamika sosial, hingga pentingnya sinergi antarinstitusi negara dalam menjaga stabilitas dan ketertiban.
Bagi Ridwan Sujana Angsar, Medan adalah awal babak baru. Penugasan sebagai Kajari Medan menandai kali pertama ia mengemban amanah di Sumatera Utara. Kota metropolitan dengan kompleksitas perkara hukum yang tinggi itu menjadi tantangan besar—sekaligus ruang pembuktian bagi kepemimpinan dan integritasnya sebagai penegak hukum.
Dalam pertemuan tersebut, Josafath secara terbuka menyampaikan dukungan penuh kepada Ridwan dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Medan.
Sebagai kakak, ia menitipkan pesan agar amanah dijalankan dengan lurus, profesional, dan berpegang teguh pada kehormatan institusi.
Dukungan itu bukan sekadar hubungan personal, melainkan bagian dari tradisi panjang pengabdian putra-putra terbaik Nusa Tenggara Timur di Sumatera Utara.
Jauh sebelum pertemuan ini, sejumlah nama besar dari NTT telah lebih dahulu mencatatkan kiprah strategis di wilayah ini.
Sebut saja Letjen TNI Gabriel Lema pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 022 Pantai Timur dan Komandan Rindam I/Bukit Barisan (Danrindam I/BB).
Ada pula Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, putra NTT yang pernah menjabat Kapolres Binjai, sebuah posisi penting dalam struktur kepolisian di Sumatera Utara.
Termasuk Irjen Pol (Purn) Jacki Uly, yang sempat dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut).

Jejak mereka menjadi bukti bahwa anak-anak NTT bukan hanya hadir, tetapi juga memberi warna dan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Tanah Sumatera.
Ridwan menyambut dukungan dan teladan tersebut dengan penuh hormat. Baginya, pertemuan di ruang kerja lantai dua Makodam I/BB itu adalah penguat langkah—bahwa di tanah perantauan, ia berjalan di atas jejak pengabdian para senior, dengan tanggung jawab untuk menjaga nama baik daerah asal sekaligus institusi yang diemban.
Sebagai penanda silaturahmi, Brigjen TNI Josafath Robert Duka menyerahkan cenderamata kepada Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar. Sebuah simbol persaudaraan lintas institusi—TNI dan Kejaksaan—yang bersatu dalam komitmen menjaga supremasi hukum, stabilitas keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pertemuan itu seolah mengirimkan pesan senyap namun tegas:
bahwa di mana pun putra-putri Nusa Tenggara Timur ditempatkan, mereka selalu membawa nilai keteguhan, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih.
Dan di Medan, di lantai dua Makodam I/Bukit Barisan, dua putra NTT kembali menegaskan satu hal penting—bahwa darah yang sama, meski mengalir jauh dari tanah asal, tetap bertaut dalam satu tekad: mengabdi sepenuh hati untuk Indonesia. (bet)











