HUKRIM
Awas Calo CPNS Kejaksaan! Kejagung Tegaskan Seleksi 100 Persen Gratis, Tak Ada Jalur Orang Dalam

JAKARTA, PENATIMOR – Di tengah memuncaknya antusiasme masyarakat menanti pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), muncul ancaman serius yang tak kalah berbahaya yaitu praktik penipuan berkedok “jalur orang dalam” yang menjanjikan kelulusan instan.
Merespons potensi kejahatan tersebut, Kejaksaan Agung secara resmi mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh calon pelamar agar tidak terjebak rayuan calo yang memanfaatkan momen rekrutmen CPNS Kejaksaan RI.
Melalui Biro Kepegawaian, Kejaksaan Agung menegaskan bahwa seluruh proses seleksi CPNS dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sepenuhnya tanpa dipungut biaya.
Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang kompromi terhadap praktik suap atau percaloan.
Langkah preventif ini diambil untuk menjaga integritas institusi sekaligus melindungi masyarakat dari kerugian materiil maupun psikologis akibat penipuan yang kerap memanfaatkan ketidaktahuan calon peserta.
Kejaksaan Agung mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai “orang dalam” atau memiliki kedekatan dengan pejabat Kejaksaan.
Termasuk, pihak-pihak yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang, serta yang mengirim pesan pribadi melalui media sosial, WhatsApp, atau platform lain dengan janji bisa mengatur hasil seleksi.
Institusi Adhyaksa menegaskan bahwa tidak ada satu pun pejabat atau pegawai Kejaksaan yang memiliki kewenangan meloloskan peserta di luar mekanisme resmi.
Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, dapat dipastikan itu adalah penipuan.
Untuk mencegah disinformasi dan hoaks, Kejaksaan Agung menekankan bahwa seluruh informasi resmi terkait Persyaratan Administrasi, Formasi Jabatan, Tahapan dan Jadwal Seleksi, serta Pengumuman Hasil, hanya disampaikan melalui kanal resmi: Website: https://rekrutmen.kejaksaan.go.id; dan Instagram resmi Biro Kepegawaian: @biropegkejaksaan.
Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi dari situs tidak resmi, akun palsu, atau pesan berantai yang tidak dapat diverifikasi.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Anang Supriatna, S.H., M.H., menegaskan bahwa menjadi bagian dari insan Adhyaksa adalah kehormatan yang hanya dapat diraih melalui kemampuan dan kerja keras pribadi.
“Kami meminta masyarakat untuk mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Masuk menjadi insan Adhyaksa hanya dapat dicapai melalui jalur prestasi dan kemampuan murni sesuai standar yang ditetapkan,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menutup ruang spekulasi tentang adanya praktik “titip nama” atau jalur belakang dalam proses seleksi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan perlindungan publik, Kejaksaan Agung membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penipuan atau praktik percaloan.
Laporan dapat disampaikan melalui Contact Center Halo Jaksa: 150227; dan Email: humas.puspenkum@kejaksaan.go.id.
Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mencegah korban lebih banyak serta menjaga marwah lembaga penegak hukum tersebut.
Kejaksaan Agung menekankan satu hal penting: seleksi CPNS bukan ajang transaksional, melainkan kompetisi terbuka berbasis merit sistem. Keberhasilan ditentukan oleh kualitas diri, bukan kemampuan finansial.
Dengan peringatan ini menurut Anang Supriatna, Kejaksaan Agung ingin memastikan bahwa generasi baru insan Adhyaksa lahir dari proses yang bersih dan bermartabat.
“Jangan tergoda janji kelulusan. Jika ada yang meminta uang dengan dalih membantu seleksi, itu pasti penipuan. Percayalah pada kemampuan sendiri, bukan pada calo,” pungkas Anang Supriatna. (bet)






