Connect with us

SPORT

10 Tahun Terpisah, YUTI Pro Kembali ke Pangkuan PBTI, Taekwondo NTT Semakin Solid, Target Emas di PON 2028

Published

on

Ketua Pengprov TI NTT Terpilih Fransisco Bessi berpose bersama saat latihan bersama penyatuan YUTI Pro NTT ke PBTI.

KUPANG, PENATIMOR – Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) Pro Nusa Tenggara Timur kembali bergabung dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Penyatuan kembali YUTI Pro NTT ke PBTI ini ditandai dengan latihan bersama yang berlangsung di lapangan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Minggu (19/2/2023) sore.

Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTT Terpilih Fransisco Bernando Bessi, SH., MH., pada kesempatan itu, mengatakan, kembali bergabungnya YUTI Pro NTT ke ‘pangkuan’ PBTI merupakan momen bahagia bagi keluarga besar PBTI .

“Karena sudah 10 tahun kami menunggu momen dari teman-teman YUTI Pro NTT untuk bersatu kembali ke BPTI,” kata Fransisco.

Dengan bergabungnya YUTI Pro NTT ke PBTI maka Pengurus Taekwondo NTT hanya memiliki satu badan pengurus, yaitu Pengprov TI NTT.

“Tidak ada lagi pengurus YUTI Pro NTT. Kegiatan latihan bersama ini membuktikan bahwa Taekwondo NTT sangat solid dan kompak setelah dilakukan Musprov 2014-2022 beberapa waktu lalu,” ujar Fransisco.

Ketua Pengprov TI NTT Terpilih Fransisco Bessi berpose bersama saat latihan bersama penyatuan YUTI Pro NTT ke PBTI.

Sementara itu, Ketua Harian YUTI Pro Gabriel Meo Wio, membenarkan semua yang disampaikan oleh Ketua Pengprov TI NTT Terpilih Fransisco Bessi.

“Memang ini menjadi kerinduan kami selama 10 tahun, karena kami satu rahim yang sama di Taekwondo. Sehingga ucapan terima kasih sebesar- besarnya kepada teman-teman kami, saudara kandung yang terpisahkan, dan kebesaran hati dari Ketua Pengprov TI NTT Terpilih yang menerima kembali kami di Pengurus Besar Taekwondo Indonesia,” ungkap Gabriel.

Menurutnya, penyatuan ini merupakan momen yang sangat berharga.

“Mulai hari ini saya sebagai Ketua Harian YUTI Pro di NTT nyatakan bubar, dan akan ditindaklanjuti dengan surat pengunduran diri secara resmi. Tetapi sebelumnya, secara lisan kami sudah mengundurkan diri dari YUTI Pro Pusat, dan akan dilanjutkan ke badan pengurus se-kabupaten dan kota di NTT,” jelas Gabriel.

“Ini merupakan momentum yang sangat pas, karena sebentar lagi ada monyongsong Pra PON dan PON. Yang paling utama pada tahun 2028 kita tuan rumah. Sehingga tugas kita adalah kembali ke posisi super proiritas yaitu NTT emas, sehingga ini momen yang sangat luar biasa,” jelasnya.

“Perlu saya ucapkan terima kasih kepada orangtua, badan pengurus se-kabupaten dan kota, donatur yang telah mendukung YUTI Pro NTT selama 10 tahun,” imbuhnya.

Para altet Taekwondo NTT saat menggelar latihan bersama di Lapangan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Minggu (19/2/2023) sore.

Sementara Ketua Pengcab TI Kota Kupang Obed Djami, mengatakan, penyatuan YUTI Pro NTT ke PBTI ini merupakan momentum bersejarah setelah 10 tahun terpisah.

“Saya sangat bangga dengan apa yang disampaikan pak Gabriel. Bahwa burung itu terbang tidak akan lupa sangkarnya, sehingga hari ini telah kembali ke sangkarnya,” terang Obed Djami berfilosofi.

Dengan bergabung YUTI Pro NTT ke PBTI maka di Kota Kupang dari 20 dojang bertambah menjadi 35 dojang.

Dengan bertambahnya dojang di Kota Kupang maka kedepannya akan banyak event yang akan digelar di Kota Kupang. Sehingga event yang digelar semakin meriah dan semakin banyak persaingan.

“Tetapi yang perlu kita ingat dan jaga selalu adalah prestasi, sportivitas, dan kualitas. Makin banyak dojang sehingga event semakin berkualitas, dan pekerjaan rumah kita cuma satu, yaitu pada tuan rumah 2028 nanti kita dari Cabang Taekwondo harus ada medali emas, dan wajib emas,” tandas Obed Djami. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!