SPORT
PSSI Pusat Tunda Kongres PSSI NTT, Perebutan Kursi Ketua Mundur ke 3 Desember
KUPANG, PENATIMOR – Perebutan kursi Ketua PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2030 kembali mengalami perubahan jadwal. Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 resmi ditunda hingga 3 Desember 2026.
Penundaan ini menjadi babak baru dalam kontestasi dua calon tetap, Petrus Christian Mboeik dan Fernando Jose Osorio Soares, yang kini harus menunggu hampir satu bulan lebih lama untuk mengetahui siapa yang akan dipercaya memimpin sepak bola NTT selama empat tahun ke depan.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat Komite Pemilihan KLB PSSI NTT Nomor 01/KP/XI/2026 tertanggal 4 November 2026, yang ditandatangani Ketua Komite Pemilihan, Piter A. Fomeni, bersama Sekretaris Abdul Muis, APS.
Perubahan jadwal ini dilakukan dengan merujuk pada surat PSSI Pusat Nomor 6556/PGD/678/XI-2026 tertanggal 2 November 2026 tentang rekomendasi pelaksanaan KLB Pemilihan Ketua PSSI Provinsi NTT periode 2026–2030, serta surat PSSI NTT Nomor 50/PSSI-NTT/XI/2026 tertanggal 3 November 2026 tentang penundaan kongres.
“Benar ditunda sesuai surat dari PSSI Pusat,” kata Ketua Komite Pemilihan Piter Fomeni melalui Sekretaris Komite Pemilihan, Abdul Muis.
Dengan keputusan tersebut, seluruh elemen sepak bola NTT, khususnya para pemilik hak suara atau voters, harus menyesuaikan kembali agenda dan persiapan menuju kongres yang menjadi penentu arah kepemimpinan PSSI NTT.
PSSI PUSAT REKOMENDASIKAN KONGRES SERENTAK 3 DESEMBER
Penundaan KLB PSSI NTT tidak berdiri sendiri. PSSI Pusat melalui Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi, sebelumnya telah mengeluarkan surat rekomendasi Nomor 6556/PGD/678/XI-2026 yang mengarahkan pelaksanaan KLB pemilihan ketua PSSI provinsi di seluruh Indonesia berlangsung serentak pada 3 Desember 2026.
Rekomendasi tersebut menjadi dasar perubahan jadwal kongres di NTT.
Menariknya, meskipun jadwal pelaksanaan berubah, agenda kongres tetap tidak mengalami perubahan. KLB PSSI NTT tetap mengusung agenda tunggal, yakni memilih Ketua PSSI NTT periode 2026–2030.
Komite Pemilihan juga menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan wajib mengacu pada Statuta PSSI Edisi 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI Tahun 2025.
PSSI Pusat menegaskan, delegasi yang memiliki hak suara harus merujuk pada Pasal 39 Statuta PSSI Edisi 2025.
Mereka terdiri dari perwakilan klub peserta Liga 3 dan Liga 4 dari musim terdahulu sebelum kongres dilaksanakan, PSSI kabupaten/kota, serta asosiasi.
MANDAT VOTERS DIPERPANJANG HINGGA 30 NOVEMBER
Seiring penundaan kongres, Komite Pemilihan turut memperpanjang batas waktu penyerahan surat mandat delegasi atau voters.
Jika sebelumnya mengikuti jadwal awal, kini seluruh anggota PSSI NTT yang memiliki hak suara diberikan kesempatan menyerahkan surat mandat hingga 30 November 2026.
Perpanjangan ini memberikan ruang tambahan bagi para pemilik suara untuk melengkapi administrasi sebelum memasuki tahapan kongres.
Dalam surat Komite Pemilihan tertanggal 4 November 2026 disebutkan, “Seluruh tahapan tidak mengalami perubahan kecuali poin 3 (tiga) di atas.”
Dengan demikian, perubahan utama dalam tahapan KLB kali ini adalah jadwal pelaksanaan kongres dan batas penyerahan mandat voters.
DUA KANDIDAT TETAP BERSAING, PEREBUTAN KURSI KETUA MEMANAS
Dalam kontestasi Ketua PSSI NTT periode 2026–2030, Komite Pemilihan bersama Komite Banding Pemilihan sebelumnya telah menetapkan dua calon tetap.
Petrus Christian Mboeik ditetapkan sebagai calon nomor urut 1, sedangkan Fernando Jose Osorio Soares memperoleh nomor urut 2.
Penetapan tersebut diumumkan pada 27 Oktober 2026 oleh Ketua Komite Pemilihan, Piter Fomeni.
Dengan penundaan kongres, kedua kandidat kini memiliki tambahan waktu untuk memperkuat komunikasi dengan para pemilik hak suara serta meyakinkan voters terhadap program dan gagasan yang mereka tawarkan.
Fernando Soares sebelumnya dikabarkan telah mengantongi dukungan 21 dari total 35 voters. Dukungan tersebut disampaikan Ketua Tim Pemenangan Fernando, Muhammad Sipriyadin Pua Rake, saat penyerahan surat mandat kepada Komite Pemilihan pada 29 Oktober 2026.
Tim Fernando bahkan memperkirakan masih terdapat empat voters yang berpotensi memberikan dukungan tambahan.
Sementara itu, Chris Mboeik datang dengan rekam jejak kepemimpinan PSSI NTT periode 2022–2026, yang diwarnai penyelenggaraan berbagai kompetisi, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta penguatan organisasi.
REKAM JEJAK CHRIS MBOEIK DAN TAWARAN PEMBARUAN FERNANDO
Selama memimpin PSSI NTT, Chris Mboeik bersama jajaran pengurus menggelar berbagai agenda kompetisi, mulai dari El Tari Memorial Cup (ETMC), Liga Pelajar Soeratin berbagai kelompok umur, Liga 4, hingga program pembinaan pemain muda.
Salah satu capaian penting terjadi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Tim sepak bola NTT berhasil menembus babak delapan besar, yang tercatat sebagai prestasi tertinggi sepak bola NTT sepanjang keikutsertaan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional.
PSSI NTT juga sukses menggelar ETMC XXXIII di Kota Kupang pada Maret 2025, dengan Bintang Timur Atambua keluar sebagai juara. Pada ETMC XXXIV di Kabupaten Ende tahun 2025, PSN Ngada tampil sebagai juara dan kemudian menembus semifinal Liga 4 nasional sekaligus memperoleh tiket promosi ke Liga 3.
Selain kompetisi, PSSI NTT di era Chris Mboeik juga memperkuat pembinaan grassroots, menyelenggarakan kursus pelatih dan wasit, serta meningkatkan kapasitas match commissioner.
Di sisi lain, Fernando Soares menawarkan sejumlah gagasan pembaruan, mulai dari kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, kewajiban klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga transparansi tata kelola organisasi.
Fernando juga mengusulkan siaran pertandingan melalui televisi dan platform digital, penerapan Video Assistant Referee (VAR) dalam ETMC, serta pembangunan atau peningkatan tiga stadion berstandar nasional di NTT.
Kedua kandidat kini memiliki kesempatan lebih panjang untuk menyampaikan visi dan misi masing-masing kepada para pemilik suara.
Penundaan KLB PSSI NTT menjadi perhatian publik sepak bola daerah. Sebab, kongres ini tidak sekadar menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga momentum menentukan arah pembinaan, kompetisi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan organisasi sepak bola NTT.
Terlebih, NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kondisi tersebut membuat kepemimpinan PSSI NTT periode 2026–2030 memiliki tanggung jawab strategis dalam mempersiapkan sepak bola daerah menghadapi agenda nasional tersebut. (bet)