SPORT
Penundaan Kongres Sesuai Rekomendasi PSSI Pusat, Bukan Kehendak PSSI NTT!
KUPANG, PENATIMOR – Penundaan Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2030 dari 7 November menjadi 3 Desember 2026 bukanlah keputusan sepihak PSSI NTT maupun Komite Pemilihan.
Perubahan jadwal tersebut secara tegas merupakan tindak lanjut atas rekomendasi resmi PSSI Pusat yang mengarahkan pelaksanaan kongres pemilihan ketua PSSI provinsi secara serentak di seluruh Indonesia pada 3 Desember 2026.
Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komite Pemilihan KLB PSSI NTT, Abdul Muis, APS., di Kupang, Jumat (6/11/2026) sore, menyusul munculnya gelombang protes dari calon Ketua PSSI NTT, Fernando Jose Osorio Soares, beserta sejumlah pendukungnya yang menginginkan kongres tetap digelar sesuai jadwal awal, yakni 7 November 2026.
Abdul Muis menegaskan, penundaan kongres dilakukan semata-mata untuk menindaklanjuti surat rekomendasi PSSI Pusat. Karena itu, keputusan tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai kehendak PSSI NTT untuk mengubah jadwal kongres yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Jadi perlu saya tegaskan di sini bahwa penundaan ini sesuai surat rekomendasi PSSI Pusat, jadi bukan maunya PSSI NTT. PSSI NTT tidak pernah meminta PSSI Pusat untuk menunda kongres,” tegas Abdul Muis.
Ia menjelaskan, rekomendasi dari PSSI Pusat merupakan salah satu syarat mutlak untuk melaksanaan kongres pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT.

Sebelum rekomendasi itu diterbitkan, PSSI NTT telah lebih dahulu menyurati PSSI Pusat melalui surat Nomor 040/PSSI-ST/X-2026 tertanggal 27 Oktober 2026, perihal Pemberitahuan dan Permohonan Rekomendasi Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2026–2030.
Surat tersebut disampaikan karena jadwal pelaksanaan kongres yang direncanakan pada 7 November 2026 semakin dekat, sehingga PSSI NTT membutuhkan rekomendasi resmi dari PSSI Pusat.
Abdul Muis juga meluruskan persepsi mengenai jadwal awal pelaksanaan kongres yang selama ini menjadi dasar keberatan sejumlah voters.
Menurutnya, tanggal 7 November 2026 di Kupang memang semula direncanakan sebagai waktu pelaksanaan kongres. Namun, jadwal tersebut belum bersifat final karena masih harus menunggu rekomendasi resmi dari PSSI Pusat.
Ia menjelaskan, rencana pelaksanaan kongres pada 7 November 2026 telah disampaikan kepada PSSI Pusat melalui surat pemberitahuan. Mengingat waktu pelaksanaan semakin dekat, PSSI NTT kemudian mengajukan permohonan rekomendasi agar seluruh proses kongres dapat berjalan sesuai ketentuan organisasi.
Namun, rekomendasi yang diterbitkan PSSI Pusat justru mengarahkan pelaksanaan kongres pada 3 Desember 2026. Dengan demikian, tanggal 7 November 2026 bukanlah jadwal definitif yang telah memperoleh persetujuan final dari PSSI Pusat.
“Jadi informasi pelaksanaan kongres di 7 November itu belum pasti, dan sifatnya pemberitahuan. Makanya, soal tempatnya belum kami pastikan, begitu pun belum ada undangan resmi yang kami keluarkan untuk pelaksanaan kongres, dan hal-hal teknis lainnya, karena masih menunggu rekomendasi PSSI Pusat yang menjadi syarat mutlak pelaksanaan kongres,” jelas Abdul Muis.
Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa PSSI NTT maupun Komite Pemilihan tidak pernah menetapkan secara final tanggal, tempat, maupun teknis pelaksanaan kongres sebelum rekomendasi PSSI Pusat diterbitkan.
Karena itu, penundaan kongres dari 7 November menjadi 3 Desember 2026 tidak tepat jika dipandang sebagai pembatalan sepihak atas agenda yang telah final. Sebab, berdasarkan penjelasan Komite Pemilihan, jadwal awal tersebut masih berupa rencana yang telah diberitahukan kepada PSSI Pusat, sementara kepastian pelaksanaannya tetap bergantung pada rekomendasi organisasi sepak bola nasional.
Abdul Muis kembali menegaskan bahwa Komite Pemilihan hanya menjalankan keputusan berdasarkan rekomendasi PSSI Pusat. Dalam konteks ini, PSSI NTT tidak memiliki kewenangan untuk mengabaikan rekomendasi tersebut, terlebih karena rekomendasi PSSI Pusat menjadi syarat mutlak pelaksanaan kongres.
Menjawab permohonan tersebut, PSSI Pusat kemudian mengeluarkan surat Nomor 6556/PGD/678/XI-2026 tertanggal 2 November 2026, perihal Rekomendasi Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2026–2030.
Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, SE., itu secara eksplisit merekomendasikan agar kongres pemilihan Ketua PSSI Provinsi NTT dilaksanakan pada 3 Desember 2026.
Rekomendasi tersebut merujuk pada Statuta PSSI Edisi 2025, Peraturan Organisasi PSSI Tahun 2025, hasil Kongres Biasa PSSI Tahun 2026, serta sejumlah surat, serta arahan dan masukan dari pengurus PSSI.
Dalam surat tersebut, PSSI Pusat juga menegaskan bahwa agenda kongres tetap tunggal, yakni pemilihan Ketua PSSI Provinsi NTT periode 2026–2030.
Dengan demikian, perubahan tanggal pelaksanaan kongres bukan merupakan inisiatif yang muncul dari PSSI NTT, melainkan bagian dari penyesuaian terhadap rekomendasi organisasi sepak bola nasional.

Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, Komite Pemilihan KLB PSSI NTT menerbitkan surat Nomor 01/KP/XI/2026 tertanggal 4 November 2026, perihal Penundaan Kongres Luar Biasa Pemilihan Ketua PSSI NTT Tahun 2026.
Surat yang ditandatangani Ketua Komite Pemilihan, Piter A. Fomeni, bersama Sekretaris Abdul Muis, APS., ditujukan kepada kedua calon Ketua PSSI NTT, yakni Petrus Christian Mboeik dan Fernando Jose Osorio Soares, serta seluruh anggota PSSI NTT yang memiliki hak suara.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pelaksanaan KLB Pemilihan Ketua PSSI NTT yang semula dijadwalkan pada 7 November 2026 ditunda menjadi 3 Desember 2026.
Selain perubahan jadwal, Komite Pemilihan juga memperpanjang masa penyerahan surat mandat voters hingga 30 November 2026.
Sementara itu, seluruh tahapan lainnya tetap berjalan sesuai ketentuan, kecuali perubahan pada batas waktu penyerahan mandat pemilik hak suara.
Abdul Muis kembali menegaskan bahwa keputusan Komite Pemilihan tersebut merupakan konsekuensi dari rekomendasi PSSI Pusat. “Jadi sesuai surat rekomendasi PSSI Pusat terkait penundaan kongres ke tanggal 3 Desember itu, kami surati kedua calon dan para voter. Jadi sekali lagi, penundaan ini sesuai rekomendasi PSSI Pusat,” tegas Muis.
Di tengah dinamika dan perbedaan pandangan terkait penundaan kongres, Abdul Muis berharap kedua calon Ketua PSSI NTT bersama seluruh pemilik hak suara (voters) dapat menerima dan menghormati rekomendasi PSSI Pusat serta bersabar menunggu pelaksanaan kongres yang telah dijadwalkan pada 3 Desember 2026.
Ia juga meminta dukungan seluruh elemen sepak bola NTT, baik kedua kandidat, para voters, maupun seluruh pemangku kepentingan sepak bola, agar proses menuju kongres tetap berjalan kondusif tanpa memperkeruh suasana dengan polemik berkepanjangan.
Menurutnya, kepentingan terbesar yang harus dikedepankan bukan sekadar kontestasi memperebutkan kursi Ketua PSSI NTT, melainkan bagaimana menjaga persatuan dan membangun organisasi sepak bola NTT yang semakin kuat.
Abdul Muis berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan kongres agar berlangsung aman, tertib, dan lancar sesuai Statuta PSSI serta ketentuan organisasi yang berlaku.
Ia menegaskan, kongres harus menjadi momentum demokrasi organisasi untuk menentukan kepemimpinan sepak bola NTT ke depan, sekaligus memperkuat persatuan demi kemajuan sepak bola di daerah ini.
“Kami berharap kedua calon dan seluruh voters bisa bersabar menunggu pelaksanaan kongres pada 3 Desember mendatang. Kami juga meminta dukungan semua pihak agar kongres dapat berjalan dengan aman dan lancar. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap kondusif, karena tujuan kita adalah sepak bola NTT yang lebih maju dan bermartabat,” harap Abdul Muis.

Di tengah penegasan Komite Pemilihan mengenai dasar penundaan kongres, polemik justru semakin mengemuka setelah sebanyak 21 dari total 35 pemilik hak suara atau voters dikabarkan telah tiba di Kupang pada 5 November 2026. Kedatangan para voters tersebut menjelang jadwal kongres yang semula direncanakan berlangsung pada 7 November 2026.
Sejumlah pemilik hak suara menyatakan keberatan atas perubahan jadwal dan meminta agar kongres tetap dilaksanakan sesuai agenda awal. Mereka menilai seluruh tahapan kongres telah berjalan dan para pemilik hak suara telah mempersiapkan diri untuk mengikuti forum pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT.
Dalam kontestasi Ketua PSSI NTT periode 2026–2030, Komite Pemilihan bersama Komite Banding Pemilihan sebelumnya telah menetapkan dua calon tetap. Petrus Christian Mboeik ditetapkan sebagai calon nomor urut 1, sedangkan Fernando Jose Osorio Soares memperoleh nomor urut 2. Penetapan calon tetap tersebut diumumkan pada 27 Oktober 2026.
Fernando Soares sebelumnya dikabarkan telah mengantongi dukungan 21 dari total 35 voters. Di sisi lain, Chris Mboeik datang dengan rekam jejak kepemimpinan PSSI NTT periode 2022–2026, yang diwarnai penyelenggaraan berbagai kompetisi, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta penguatan organisasi.
Selama kepemimpinannya, PSSI NTT menggelar berbagai agenda kompetisi, mulai dari El Tari Memorial Cup (ETMC), Liga Pelajar Soeratin berbagai kelompok umur, Liga 4, hingga program pembinaan pemain muda. Salah satu capaian penting terjadi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, ketika tim sepak bola NTT berhasil menembus babak delapan besar, yang tercatat sebagai prestasi tertinggi sepak bola NTT sepanjang keikutsertaan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional.
Sementara itu, Fernando Soares menawarkan sejumlah gagasan pembaruan, mulai dari kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, kewajiban klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga transparansi tata kelola organisasi.
Penundaan kongres kini menjadi perhatian publik sepak bola NTT. Sebab, forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum menentukan arah pembinaan, kompetisi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan organisasi sepak bola daerah. Terlebih, NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. (bet)