Connect with us

KOTA KUPANG

Pecahkan Rekor! Maxim Gelar Kompetisi Bahasa Inggris SMK Terbesar Pertama di NTT

Published

on

BERSAMA - Para juara Maxim Quiz English Competition 2026 berfoto bersama panitia penyelenggara usai menerima penghargaan dalam kompetisi Bahasa Inggris tingkat SMK perdana dan terbesar di Nusa Tenggara Timur yang digelar di SMK Negeri 3 Kupang. (IST)

KUPANG, PENATIMOR – Komitmen dunia usaha dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan Maxim. Perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi ini mencetak sejarah dengan menggelar Maxim Quiz English Competition, kompetisi Bahasa Inggris tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertama sekaligus terbesar yang pernah diselenggarakan di NTT.

Ajang bergengsi yang resmi dibuka pada Jumat, 24 Juli 2026, di Center of Excellence Hall, SMK Negeri 3 Kupang, itu menjadi panggung bagi ratusan pelajar vokasi untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), serta daya saing mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja global.

Sekitar 150 siswa yang mewakili 20 SMK se-Kota Kupang ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris NTT, sebagai wujud sinergi antara dunia pendidikan dan sektor swasta dalam menciptakan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat internasional.

Pembukaan kompetisi berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan dari berbagai instansi. Hadir di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ayub S.P. Sanam, S.Pd., M.Pd., Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Kupang, Semi Ndolu, M.Pd., Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, S.Pd., M.A., Kanit Kamsel Satlantas Polresta Kupang Kota, Ipda Nadia Jihan, S.Tr.I.K., serta Kepala Unit Operasional dan Humas Jasa Raharja NTT, Hendri Jashar, S.E., M.M.

Tidak hanya membuka kompetisi, para narasumber juga memberikan pembekalan kepada peserta mengenai berbagai isu penting, mulai dari keselamatan berlalu lintas, pentingnya disiplin dalam berkendara, hingga urgensi penguasaan bahasa asing sebagai bekal memasuki dunia kerja dan persaingan global.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah, tetapi juga dunia usaha yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

HADIAH – Panitia menyerahkan hadiah kepada para juara Maxim Quiz English Competition 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi terbaik dalam kompetisi Bahasa Inggris tingkat SMK perdana dan terbesar di NTT.

Head of Subdivision Maxim Kupang, Junanto Andreas Malelak, mengaku bangga atas tingginya antusiasme para peserta dan dukungan dari berbagai pihak sehingga kompetisi ini dapat terlaksana dengan sukses.

“Kami sangat bangga dapat membawa Maxim Quiz English Competition ke Kota Kupang. Ini merupakan kompetisi Bahasa Inggris tingkat SMK terbesar dan pertama yang kami gelar di NTT. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan ruang bagi para siswa untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka, keterampilan yang sangat penting di era global saat ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi semangat belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para pelajar di Kupang,” ujar Junanto.

Apresiasi juga disampaikan Kepala SMK Negeri 3 Kupang, Altje L. Papote, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar perlombaan akademik, melainkan langkah nyata dalam membekali peserta didik vokasi dengan kemampuan komunikasi internasional yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Maxim atas dukungan penuhnya. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk prestasi, tetapi juga langkah nyata untuk membekali generasi vokasi dengan kemampuan Bahasa Inggris agar siap bersaing di dunia kerja global. Harapan kami, sinergi luar biasa antara dunia pendidikan dan Maxim ini dapat terus berlanjut. Sukses untuk seluruh peserta,” ungkapnya.

Kompetisi berlangsung dalam dua tahapan yang menguji kemampuan akademik sekaligus keterampilan komunikasi peserta.

Pada babak penyisihan, seluruh peserta mengikuti kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot dengan menjawab berbagai pertanyaan pilihan ganda dalam Bahasa Inggris. Lima tim dengan perolehan jawaban benar terbanyak serta waktu tercepat kemudian berhak melaju ke babak final.

Di babak penentuan, para finalis ditantang menyampaikan pidato (speech) berdurasi 3 hingga 5 menit dengan tema yang berbeda-beda. Penampilan mereka dinilai berdasarkan kemampuan public speaking, penguasaan materi, ketepatan penggunaan Bahasa Inggris, serta cara penyampaian di hadapan dewan juri profesional dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya SMK Negeri 3 Kupang keluar sebagai juara pertama melalui pasangan Franziena Mariana Lenggu dan Clarenscia Ester Plaituka.

Posisi kedua diraih SMK Negeri 1 Kupang yang diwakili Anthonia Laurenza Gratia Bone dan Leanora Eka Li Ratu.

Sementara SMK Negeri 2 Kupang menempati posisi ketiga melalui pasangan Dea Junah Iskandar dan Yardan Irhab Iskandar.

Para pemenang memperoleh hadiah berupa saldo perjalanan Maxim senilai jutaan rupiah, sertifikat penghargaan, serta berbagai suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.

Sebelum hadir di Kota Kupang, Maxim Quiz English Competition telah lebih dahulu sukses diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia, seperti Makassar, Ambon, dan Sorong. Keberhasilan penyelenggaraan di NTT menjadi bagian dari komitmen Maxim untuk terus memperluas program edukatif tersebut ke berbagai daerah di Indonesia.

Melalui kompetisi ini, Maxim tidak hanya menghadirkan sebuah perlombaan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya generasi muda vokasi yang lebih percaya diri, adaptif, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni sebagai bekal menghadapi persaingan kerja di tingkat nasional maupun internasional. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!