Connect with us

FLORES

Ketua PSSI NTT Puji Stadion Apebuan, Flores Timur Punya Modal Kuat Sukseskan ETMC XXXV 2026

Published

on

SUPERVISI - Ketua PSSI NTT Chris Mboeik bersama rombongan meninjau Stadion Apebuan, Desa Sukutokan, Kecamatan Klubagolit, Pulau Adonara, yang dipersiapkan sebagai salah satu venue ETMC XXXV Tahun 2026. Stadion dengan panorama Gunung Ile Boleng ini mendapat apresiasi karena memiliki kualitas lapangan yang sangat baik.

LARANTUKA, PENATIMOR – Di tengah persiapan yang terus dikebut dan dinamika sosial yang sempat terjadi di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur menunjukkan keseriusannya untuk menjadi tuan rumah Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026.

Optimisme itu menguat setelah Ketua PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Christian Mboeik atau yang akrab disapa Chris Mboeik, turun langsung meninjau kesiapan dua venue yang diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan ETMC XXXV, Minggu (26/7/2026).

Didampingi Bendahara Umum PSSI NTT Reny Marlina Un, S.IP., bersama jajaran pengurus PSSI NTT, Chris Mboeik melakukan supervisi terhadap Stadion Apebuan di Desa Sukutokan, Kecamatan Klubagolit, Pulau Adonara, serta Lapangan Gawerata di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah rombongan PSSI NTT membuka Soeratin Cup U-17 Tahun 2026 di Lapangan Samador, Kabupaten Sikka.

Hasil peninjauan langsung itu menjadi sinyal positif bagi kesiapan Flores Timur. Ketua PSSI NTT menilai secara umum daerah tersebut telah berada di jalur yang tepat untuk menyukseskan perhelatan sepak bola terbesar dan paling bergengsi di Nusa Tenggara Timur tersebut.

“Secara umum Flores Timur sudah sangat siap menjadi tuan rumah ETMC. Tinggal ada beberapa fasilitas pendukung yang perlu disempurnakan agar pelaksanaan turnamen nanti semakin maksimal,” ujar Chris Mboeik.

Ketua PSSI NTT Chris Mboeik meninjau Stadion Apebuan, salah satu venue yang dipersiapkan untuk menyambut ETMC XXXV Tahun 2026.

Dari dua venue yang ditinjau, Stadion Apebuan mendapat apresiasi khusus dari Ketua PSSI NTT.

Chris menilai kondisi lapangan Stadion Apebuan sudah sangat baik dan layak digunakan untuk menggelar pertandingan ETMC XXXV. Beberapa catatan yang masih perlu dibenahi lebih banyak berkaitan dengan fasilitas pendukung, terutama penataan akses kendaraan dan area parkir.

“Lapangannya sudah sangat bagus. Tinggal pemerintah daerah mengintervensi sedikit pada akses masuk-keluar dan area parkir. Selebihnya sudah sangat layak digunakan,” katanya.

Chris Mboeik bahkan mengaku kagum dengan keberadaan Stadion Apebuan yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.

Menurutnya, keberadaan stadion tersebut menunjukkan besarnya semangat masyarakat terhadap sepak bola sekaligus menjadi modal penting dalam membangun ekosistem sepak bola di Flores Timur.

“Ini luar biasa. Dibangun secara mandiri oleh perorangan tetapi hasilnya sangat bagus,” ungkapnya.

Keunikan lain yang menjadi daya tarik Stadion Apebuan adalah panorama alam yang mengelilinginya. Pemandangan Gunung Ile Boleng yang menjadi latar alami stadion dinilai dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi pemain, suporter, dan seluruh kontingen yang akan datang ke Flores Timur.

“Ditambah lagi dengan pemandangan Gunung Ile Boleng yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi suporter yang datang menyaksikan pertandingan ETMC,” tambahnya.

Chris berharap Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat melengkapi sejumlah fasilitas yang masih diperlukan sehingga Stadion Apebuan tidak hanya sukses digunakan untuk ETMC XXXV, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan sepak bola di wilayah tersebut dalam jangka panjang.

Stadion Apebuan, venue dengan panorama Gunung Ile Boleng, bersiap menjadi bagian dari pesta sepak bola terbesar Nusa Tenggara Timur, ETMC XXXV 2026.

Sementara itu, hasil supervisi di Lapangan Gawerata juga menunjukkan bahwa venue tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan ETMC XXXV.

Namun, masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung yang perlu segera dibenahi dan dilengkapi.

Beberapa di antaranya adalah akses jalan menuju lapangan, penataan area parkir, penyediaan ruang ganti pemain atau locker room, serta fasilitas toilet.

“Kami berharap seluruh kekurangan ini bisa segera dilengkapi sehingga semua venue benar-benar siap saat ETMC digelar,” ujar Chris.

Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026, Yitno Wada, mengatakan seluruh catatan hasil supervisi tersebut akan segera ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Menurutnya, supervisi dilakukan untuk memastikan seluruh venue yang dipersiapkan benar-benar memenuhi standar penyelenggaraan yang ditetapkan PSSI NTT.

“Sesuai arahan Ketua PSSI NTT, masih ada beberapa item yang harus segera dilengkapi dan dibenahi. Semua hasil supervisi ini akan kami laporkan kepada Ketua Panitia dan Bupati Flores Timur agar segera ditindaklanjuti sehingga seluruh persiapan dapat selesai tepat waktu,” ujar Yitno.

Ketua PSSI NTT Chris Mboeik mengapresiasi kualitas Stadion Apebuan yang dinilai sangat layak untuk mendukung penyelenggaraan ETMC XXXV 2026.

Selain kesiapan infrastruktur, PSSI NTT juga mengapresiasi berbagai konsep yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Panitia Pelaksana ETMC XXXV.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah rencana Bupati Flores Timur untuk melibatkan seluruh paguyuban masyarakat dari berbagai kabupaten di NTT yang berdomisili di Flores Timur dalam menyambut dan mendampingi kontingen peserta ETMC.

Bagi Chris Mboeik, gagasan tersebut sejalan dengan filosofi utama ETMC.

Menurutnya, El Tari Memorial Cup tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

“ETMC bukan hanya soal mencari juara, tetapi menjadi momentum mempertemukan seluruh daerah di NTT dalam semangat persaudaraan. Karena itu kami sangat mengapresiasi inisiatif Bupati Flores Timur yang ingin melibatkan seluruh paguyuban dalam menyambut para kontingen,” tegasnya.

Konsep tersebut dinilai dapat memperkuat semangat persaudaraan, mempererat persatuan, serta menjadikan ETMC sebagai pesta olahraga dan kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Ketua PSSI NTT Chris Mboeik bersama jajaran meninjau Stadion Apebuan, memastikan kesiapan venue menuju perhelatan ETMC XXXV Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PSSI NTT juga menyerahkan bantuan puluhan bola kepada anak-anak sekolah yang berada di sekitar Lapangan Gawerata dan Stadion Apebuan.

Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan PSSI NTT terhadap pembinaan sepak bola usia dini.

Chris berharap bantuan tersebut dapat mendorong anak-anak untuk semakin aktif berlatih dan mencintai sepak bola sejak usia dini.

Sebab, dari lapangan-lapangan kecil di daerah, kata dia, akan lahir talenta-talenta muda yang kelak dapat mengharumkan nama NTT di tingkat nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026, Yitno Wada, memastikan kondisi keamanan di Flores Timur tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan panitia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul konflik antarwarga yang sempat terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Desa Narasaosina di Kecamatan Adonara Timur.

Yitno menegaskan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama TNI dan Polri terus melakukan langkah-langkah penyelesaian, rekonsiliasi, serta penguatan keamanan di wilayah yang terdampak.

“Upaya penyelesaian konflik terus dilakukan secara intensif. Pemerintah Daerah bersama TNI dan Polri berkomitmen menjaga keamanan sehingga seluruh rangkaian pelaksanaan ETMC XXXV dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses,” tegas Yitno.

Ia memastikan situasi tersebut tidak akan mengganggu persiapan maupun pelaksanaan ETMC XXXV Tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, kata Yitno, berkomitmen memberikan jaminan keamanan kepada seluruh klub, pemain, ofisial, suporter, dan kontingen dari berbagai kabupaten/kota di NTT yang akan datang ke Flores Timur.

ETMC XXXV Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026 dan akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai turnamen sepak bola tertua dan paling bergengsi di NTT, ETMC tidak hanya memiliki arti penting bagi pembinaan atlet, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah.

Ribuan pemain, ofisial, suporter, pelaku UMKM, wisatawan, dan masyarakat akan terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Perputaran ekonomi diperkirakan akan dirasakan berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, penginapan, transportasi, hingga pariwisata.

Karena itu, penunjukan Flores Timur sebagai tuan rumah ETMC XXXV menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta keramahan masyarakat Flores Timur kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Dengan dukungan PSSI NTT, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Panitia Pelaksana yang dipimpin Yitno Wada, serta sinergi TNI dan Polri, optimisme terhadap suksesnya penyelenggaraan ETMC XXXV 2026 semakin menguat.

Flores Timur kini tidak hanya dituntut menyiapkan lapangan pertandingan, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan sebuah pesta sepak bola yang aman, nyaman, meriah, dan mampu mempererat persaudaraan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

ETMC XXXV 2026 bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, Flores Timur sedang bersiap menjadi rumah bagi persaudaraan sepak bola NTT. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!