SPORT
Kajari Medan Resmikan Dojang Adhyaksa Taekwondo Club
MEDAN, PENATIMOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan resmi membuka Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) di lingkungan TK-SD-SMP Adhyaksa Medan, Kamis (3/9/2026).
Tak sekadar menjadi tempat berlatih, dojang ini diproyeksikan sebagai pusat pembinaan karakter sekaligus pencetak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Medan, Sumatera Utara hingga Indonesia di pentas internasional.
Peresmian Dojang ATC Medan dilakukan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., bersama Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Medan, Riza Budiwan, S.H.
Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan Dojang ATC Medan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Medan, Ny. Melanie Abdullah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, Aswindy Fachrizal, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Andy Yudhistira, S.Pd., M.Pd., jajaran Pengcab TI Medan, Kepala Sekolah SMP Adhyaksa 2 Medan, Armen, S.Pd., M.Pd., Koordinator Dojang ATC Medan, Valentino H.P. Manurung, S.H., M.H., serta para guru dan siswa TK, SD dan SMP Adhyaksa Medan.
Dalam sambutannya, Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar menegaskan, keberadaan Dojang ATC Medan harus memiliki visi jauh ke depan.
Menurutnya, Taekwondo bukan semata olahraga untuk mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga instrumen penting dalam membentuk kedisiplinan, keberanian, mental tangguh dan karakter positif anak-anak.
“Saya berharap kegiatan Taekwondo ini berkembang lebih maju lagi, dan dari tempat ini lahir atlet-atlet yang membanggakan sekolah, kota, provinsi, bahkan bisa mencapai level tertinggi, termasuk olimpiade,” ujar Ridwan.
Ia menilai, cita-cita melahirkan atlet hingga level nasional dan internasional membutuhkan proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, latihan yang teratur harus dibarengi dengan dukungan sekolah orangtua, pelatih, organisasi olahraga dan seluruh pihak terkait.
Bagi Ridwan, prestasi tidak lahir secara instan. Atlet harus dibentuk melalui proses panjang, mulai dari latihan, disiplin, pengalaman bertanding hingga keberanian menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.
Karena itu, ia mendorong atlet-atlet binaan Dojang ATC Medan untuk tidak hanya berlatih di lingkungan sekolah, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan.
Menurutnya, pengalaman bertanding sangat penting untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun mental kompetitif para atlet.
“Kalau kita mengadakan turnamen, harus dipersiapkan dengan baik. Bukan sekadar membuat turnamen, tetapi benar-benar menjadi ajang yang berkualitas,” kata Ridwan yang bersama istrinya Sabeum Melani Abdullah telah membentuk dojang Taekwondo di lingkungan Kejari Belu dan Kejati NTT.
Ridwan bahkan membuka peluang agar ke depan Dojang ATC Medan dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen Taekwondo yang profesional dan berkualitas di Kota Medan.
Ia juga mendorong atlet-atlet Taekwondo binaan Pengcab TI Medan agar berani menembus kompetisi di luar daerah hingga mancanegara.
Jakarta, Malaysia dan Singapura, kata Ridwan, dapat menjadi sejumlah tujuan kompetisi untuk memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan jam terbang atlet.
“Kalau kita mau, atlet-atlet ini bisa mengikuti turnamen di luar daerah, bahkan ke luar negeri. Yang penting pembinaannya kita lakukan dengan baik,” ujarnya.
Ridwan juga menyatakan kesiapannya memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet Taekwondo Medan, termasuk menjadi Bapak Asuh bagi atlet-atlet yang dibina.
Selain mengejar prestasi, Ridwan menekankan bahwa pembentukan Dojang ATC Medan juga memiliki misi sosial yang tidak kalah penting, yakni menyediakan ruang kegiatan positif bagi anak-anak dan generasi muda.
Ia berharap anak-anak tidak hanya menghabiskan waktu dengan aktivitas yang kurang produktif, tetapi diarahkan kepada kegiatan yang membangun masa depan mereka.
“Yang paling penting, mereka bisa melakukan kegiatan positif sehingga tidak terjerumus pada kegiatan-kegiatan negatif. Saya minta pak kepala sekolah agar bisa dimasukan juga dalam ekstrakurikuler,” tegasnya.
Ridwan juga mendorong agar keberadaan Dojang ATC Medan tidak eksklusif hanya bagi siswa sekolah Adhyaksa. Anak-anak di lingkungan sekitar yang memiliki minat dan potensi di bidang Taekwondo diharapkan juga mendapat kesempatan untuk bergabung.
“Kalau bisa, anak-anak di lingkungan sekitar yang memiliki potensi dan ingin berolahraga juga ikut. Olahraga ini bukan hanya untuk lingkungan sekolah, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Dojang Ke-107 di Kota Medan
Sementara itu, Ketua Pengcab TI Kota Medan Riza Budiwan menyambut positif berdirinya Dojang ATC Medan. Ia menyebut kehadiran dojang tersebut menjadi tambahan kekuatan dalam memperluas pembinaan Taekwondo di Kota Medan.
“Alhamdulillah, bertambah satu lagi dojang, ini dojang ke-107, nantinya Dojang Adhyaksa ini akan dilatih oleh Sanim (Sabeum-nim) Suryanto” kata Riza.
Menurutnya, semakin banyak dojang berdiri, semakin besar pula peluang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dibina secara berjenjang.
Riza juga mengapresiasi perhatian Kajari Medan terhadap pengembangan olahraga Taekwondo melalui pembentukan dojang di lingkungan sekolah Adhyaksa.
Ia berharap pembinaan Taekwondo tidak hanya berkembang di sekolah-sekolah swasta, tetapi juga diperluas ke sekolah negeri.
Dengan demikian, semakin banyak pelajar memiliki akses untuk berlatih dan mengembangkan potensi mereka sehingga dapat dipertandingkan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Riza menilai, ketersediaan tempat latihan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga prestasi.
Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, organisasi olahraga, orangtua dan pihak-pihak lainnya agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ia memastikan Dojang ATC Medan nantinya akan mendapat dukungan pembinaan dari pelatih yang kompeten sehingga para atlet dapat berkembang secara bertahap, baik dari sisi teknik maupun mental pertandingan.
Target akhirnya, dari dojang tersebut dapat lahir atlet-atlet baru yang mampu bersaing mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Disdikbud Janji Perjuangkan Taekwondo Masuk O2SN Medan 2027
Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Andy Yudhistira, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif Kejari Medan dan pihak sekolah yang menghadirkan wadah pembinaan olahraga bagi para siswa.
Menurut Andy, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui olahraga, siswa belajar tentang disiplin, keberanian, kerja sama, tanggung jawab serta semangat untuk mencapai cita-cita.
Ia berharap Dojang ATC Medan dapat menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus memperluas kesempatan bagi anak-anak Kota Medan untuk menekuni olahraga prestasi.
Andy bahkan menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan agar Taekwondo dapat masuk menjadi cabang olahraga yang diperlombahkan dalam O2SN Kota Medan pada 2027.
“Memang mengenai O2SN itu sudah ada juknisnya dari kementerian mengenai cabang olahraga apa saja yang akan dilombahkan di tingkat O2SN. Tapi di tahun 2027, kita akan coba Taekwondo kita masukkan dalam O2SN Kota Medan, supaya anak-anak kita yang begitu hobi, termasuk atlet-atlet Taekwondo yang ada di Kota Medan bisa menggeliat dan bisa berprestasi lagi ke depan,” ujar Andy.
Menurutnya, masuknya Taekwondo dalam O2SN akan membuka ruang kompetisi yang lebih luas bagi pelajar sekaligus menjadi salah satu jalur untuk menemukan dan mengembangkan bibit atlet potensial sejak usia sekolah.
Kepala Sekolah SMP Adhyaksa 2 Medan, Armen, S.Pd., M.Pd., menyambut antusias pembentukan Dojang ATC Medan.
Ia menilai kehadiran dojang merupakan langkah strategis dalam mengembangkan bakat siswa sekaligus meningkatkan prestasi sekolah melalui bidang olahraga.
Armen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kajari Medan atas inisiatif serta dukungan terhadap pembentukan wadah resmi pembinaan Taekwondo di lingkungan sekolah Adhyaksa.
Ia berpesan kepada para siswa yang mengikuti latihan agar menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.
“Bapak berharap anak-anak lebih siap dan terus mendalami latihan. Kami sangat berharap dari Dojang Adhyaksa ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik sekolah, bangsa dan negara, bahkan berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Koordinator Dojang ATC Medan, Valentino H.P. Manurung, S.H., M.H., dalam laporannya menjelaskan bahwa peresmian Dojang ATC Medan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Pembentukan dojang tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Kejari Medan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga.
“Tujuannya untuk meningkatkan prestasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga. Kita berharap melalui Taekwondo dapat mempersiapkan generasi bangsa menjadi lebih hebat,” ujar Valentino yang juga Kasi Intelijen Kejari Medan.
Menurutnya, Taekwondo memiliki nilai lebih karena proses latihannya tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan serta mental yang kuat.
Dengan pembinaan yang terarah, keberadaan Dojang ATC Medan diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, bermental juara dan memiliki prestasi.
Terpantau, peresmian Dojang ATC Medan berlangsung semarak.
Para siswa-siswi SMP Adhyaksa Medan turut menampilkan tarian sebagai bagian dari rangkaian acara.
Suasana kemudian semakin meriah ketika atlet-atlet Taekwondo binaan Pengcab TI Medan menampilkan sejumlah teknik dan kombinasi gerakan dasar Taekwondo.
Para atlet memperagakan kemampuan mereka, termasuk aksi memecahkan papan yang mendapat aplaus meriah dari seluruh hadirin.
Atraksi tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sekaligus menjadi pengenalan awal mengenai teknik dan semangat olahraga Taekwondo kepada para anggota baru Dojang ATC Medan.
Tak ketinggalan puluhan anggota Dojang ATC juga ikut menampilkan kombinasi gerakan dasar Taekwondo.
Dojang ATC Medan juga dilatih oleh sabeum Yasfin Mahben, atlet Taekwondo berprestasi yang pernah mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur pada sejumlah ajang bergengsi tingkat nasional, termasuk pada PON Aceh-Sumut 2024.
Dengan resmi berdirinya Dojang Adhyaksa Taekwondo Club Medan, diharapkan pembinaan tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian.
Dojang tersebut diharapkan benar-benar menjadi pusat pembinaan yang berjalan konsisten dan berkelanjutan hingga mencetak atlet berprestasi, membangun mental juara, sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh dan menjauh dari berbagai aktivitas negatif. (bet)