SPORT
Potret Hangat Keluarga Besar Kejari Medan Sambut HUT Kejaksaan Ke-81, Gelar Jalan Sehat dan Aneka Lomba
MEDAN, PENATIMOR – Pagi di Kejaksaan Negeri Medan, Jumat (28/8/2026), terasa berbeda.
Jika pada hari-hari biasa suasana kantor dipenuhi kesibukan pelayanan hukum, penanganan perkara, pemeriksaan berkas, hingga aktivitas administrasi, pagi itu wajah-wajah serius para jaksa dan pegawai berubah menjadi penuh senyum.
Tak ada sekat antara jaksa, pegawai tata usaha, tenaga honorer maupun keluarga besar Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD).
Yang terlihat justru suasana penuh keakraban. Tawa pecah, langkah kaki bergerak bersama, sementara semangat kebersamaan terasa kuat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Sebuah rangkaian balon udara kemudian dilepaskan ke langit.
Itulah tanda dimulainya jalan sehat bersama keluarga besar Kejari Medan dalam rangka memeriahkan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, yang akan diperingati pada 2 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu bukan sekadar olahraga bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus sejenak melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan.
Kepala Kejaksaan Negeri Medan Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., secara langsung melepas rombongan jalan sehat. Ia didampingi Kasubag Pembinaan serta para Kepala Seksi.
Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut Ketua IAD Daerah Medan, Ny. Melani Angsar, bersama jajaran pengurus dan anggota.
Dengan pelepasan balon udara, rombongan pun bergerak meninggalkan halaman kantor.
Jalan sehat menjadi pembuka seluruh rangkaian kegiatan.
Seluruh unsur keluarga besar Kejari Medan berjalan bersama. Para jaksa, pegawai, PPNPN, honorer serta anggota IAD berbaur tanpa melihat bidang maupun jabatan.
Langkah demi langkah ditempuh dalam suasana santai.
Tidak ada target mengejar waktu. Tidak ada persaingan.
Yang ada adalah kebersamaan.
Hampir satu jam rombongan berjalan sehat. Setelah kembali ke lingkungan kantor, suasana kemudian berubah menjadi semakin semarak.
Jika sebelumnya kaki diajak bergerak untuk menjaga kebugaran, kini panggung hiburan dan arena perlombaan menjadi pusat perhatian.
Tawa dan sorak-sorai mulai terdengar.
Lomba pun dimulai.
Lomba karaoke menjadi kegiatan pertama yang langsung mencuri perhatian.
Pesertanya berasal dari berbagai unsur di lingkungan Kejari Medan, mulai dari perwakilan IAD Daerah Medan, bidang Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), Intelijen, Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, hingga PPNPN.
Para peserta tidak hanya datang untuk mengejar juara.
Mereka datang untuk tampil.
Ada yang memilih lagu dengan genre populer, ada yang membawakan lagu bernuansa dangdut, sementara peserta lainnya tampil dengan gaya penuh percaya diri.
Mikrofon berpindah dari satu peserta ke peserta lainnya.
Yang menarik, kemeriahan tidak hanya datang dari peserta lomba.
Di belakang setiap peserta terdapat para suporter yang memberikan dukungan dengan cara masing-masing.
Ada yang ikut bernyanyi.
Ada pula yang berjoget.
Bahkan, beberapa suporter tampak tak mampu menahan diri untuk ikut bergoyang mengitari peserta yang sedang menyanyikan lagu pilihannya.
Suasana yang awalnya seperti perlombaan berubah menjadi pesta kecil keluarga besar Kejari Medan.
Senyum dan tawa bertebaran.
Tidak ada lagi suasana kantor yang biasanya formal.
Semua larut dalam kegembiraan.
Keseruan semakin lengkap ketika para Kepala Seksi dipercaya menjadi dewan juri.
Jika biasanya para Kasi dikenal dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, kali ini mereka harus memainkan peran berbeda.
Mereka menjadi juri lomba karaoke.
Namun, bukan sekadar duduk diam memberikan angka.
Gaya para juri justru mengundang tawa.
Komentar-komentar spontan mereka ketika memberikan penilaian membuat suasana semakin meriah. Gaya penjurian bahkan terasa seperti ajang pencarian bakat di televisi, lengkap dengan komentar yang terkadang serius tetapi juga mengundang gelak tawa.
Setiap komentar disambut sorakan para peserta dan suporter.
Tidak jarang, penonton tertawa ketika mendengar penilaian yang dilontarkan secara spontan.
Suasana pun semakin cair.
Inilah salah satu sisi lain keluarga besar Kejari Medan yang jarang terlihat dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari.
Di tengah kesibukan dan tanggung jawab penegakan hukum, ada ruang untuk bercanda, bernyanyi dan tertawa bersama.
Lomba karaoke diikuti tujuh peserta yang merupakan perwakilan dari sejumlah unsur di lingkungan Kejari Medan, termasuk IAD.
Masing-masing peserta berusaha memberikan penampilan terbaiknya.
Ada yang tampil dengan percaya diri sejak awal.
Ada pula yang sempat terlihat tegang sebelum akhirnya mampu menguasai panggung.
Namun, satu hal yang sama dari seluruh peserta, mereka membawa semangat untuk memeriahkan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Pada akhirnya, setelah melalui penilaian dewan juri, posisi juara pun ditentukan.
Juara I lomba karaoke diraih IAD Daerah Medan.
Juara II diraih Bidang Pidana Umum (Pidum).
Sementara Juara III diraih PPNPN.
Sorak-sorai pun kembali pecah ketika para pemenang diumumkan.
Keseruan belum berakhir.
Setelah lomba karaoke, para peserta kembali ditantang mengikuti perlombaan yang tak kalah unik, yakni lomba terong bola.
Namanya saja sudah mengundang rasa penasaran.
Dalam permainan ini, sebuah terong diikat menggunakan seutas tali, kemudian tali tersebut diikatkan pada bagian pinggang peserta.
Terong yang tergantung itu kemudian harus diayunkan untuk mendorong bola.
Tantangannya bukan sekadar mendorong bola sampai garis finis.
Para peserta harus melakukannya secara estafet dan membutuhkan kekompakan tim.
Di sinilah persoalan koordinasi menjadi penentu.
Gerakan yang terlalu cepat bisa membuat bola justru melenceng.
Gerakan yang terlalu lambat bisa membuat tim kehilangan waktu.
Sorak-sorai kembali menggema ketika satu per satu peserta mulai menjalankan tantangan.
Ada yang berhasil menjaga ritme.
Ada pula yang harus bekerja ekstra keras agar bola tetap berada di jalurnya.
Para suporter kembali menjadi penyemangat.
Teriakan dukungan terdengar dari sisi arena.
Semakin dekat ke garis finis, suasana semakin riuh.
Keceriaan menjadi warna utama perlombaan.
Pada akhirnya, Juara I lomba terong bola diraih Bidang Pidsus, disusul Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti sebagai Juara II, dan PPNPN sebagai Juara III.
Di sela-sela perlombaan, panitia juga menyiapkan kejutan lain bagi peserta dan keluarga besar Kejari Medan.
Berbagai doorprize dibagikan.
Mulai dari kipas angin, penanak makanan hingga berbagai hadiah hiburan lainnya.
Pengundian doorprize dilakukan secara bergantian.
Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar turut melakukan penarikan hadiah, kemudian dilanjutkan oleh Kasubag Pembinaan, para Kepala Seksi serta Wakil Ketua IAD Daerah Medan.
Setiap nama yang dipanggil langsung mengundang perhatian.
Peserta pun tampak antusias menunggu keberuntungan.
Ada yang tersenyum ketika namanya disebut.
Ada pula yang harus menahan kecewa karena belum mendapatkan hadiah.
Namun, suasana tetap penuh canda.
Rangkaian kegiatan olahraga dan perlombaan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.
Ada pesan yang jauh lebih penting: kebersamaan.
Di sebuah institusi yang memiliki tugas besar dalam penegakan hukum, kekompakan internal menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Rutinitas pekerjaan yang padat membutuhkan ruang untuk membangun komunikasi yang lebih cair.
Jalan sehat mempertemukan seluruh unsur dalam satu barisan.
Lomba mempertemukan mereka dalam satu permainan.
Karaoke mempertemukan mereka dalam kegembiraan.
Sementara lomba terong bola mengajarkan bahwa kemenangan membutuhkan kerja sama dan kekompakan.
Karena itu, kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-81 ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Kejari Medan.
Jaksa, pegawai, PPNPN dan keluarga besar IAD berdiri dalam suasana yang sama—bukan sebagai sekat-sekat bidang dan jabatan, melainkan sebagai satu keluarga besar.
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang akan diperingati pada 2 September 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang institusi Adhyaksa.
Namun, peringatan tersebut tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan yang formal.
Di Kejari Medan, peringatan itu dirayakan dengan cara yang sederhana tetapi penuh makna: berjalan bersama, bernyanyi, tertawa, bermain dan berbagi kebahagiaan.
Dari pelepasan balon udara hingga riuhnya suporter di arena lomba, seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan wajah humanis keluarga besar Kejari Medan.
Sebab di balik toga, seragam, berkas perkara dan tugas penegakan hukum, ada manusia-manusia yang juga membutuhkan ruang untuk saling menyapa dan menguatkan.
Dan pagi itu, di halaman Kejari Medan, semangat itu hadir dalam bentuk yang paling sederhana.
Tawa yang lepas.
Langkah yang seirama.
Lagu yang dinyanyikan bersama.
Serta permainan yang membuat semua orang kembali tertawa.
Semua bermuara pada satu pesan: memperkuat kebersamaan untuk menjaga semangat pengabdian.
Hari Lahir Kejaksaan ke-81 pun bukan sekadar angka dalam perjalanan sejarah.
Ia menjadi pengingat bahwa sebuah institusi besar dibangun bukan hanya oleh aturan dan kewenangan, tetapi juga oleh orang-orang yang bekerja bersama, saling mendukung dan menjaga semangat korps.
Dari Kejari Medan, perayaan itu menemukan bentuknya dalam sebuah pagi yang penuh warna—ketika pekerjaan sejenak diletakkan di sisi, dan keluarga besar Adhyaksa memilih untuk berjalan, bernyanyi, bermain dan tertawa bersama.
Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Terus Bergerak, Berkarya, dan Mengabdi untuk Negeri. (bet)