Connect with us

KOTA KUPANG

PSSI NTT Siapkan Peta Besar Sepakbola 2026–2028: ETMC Flotim, Soeratin Digelar di 4 Daerah, Target Emas PON!

Published

on

Chris Mboeik (kanan) Ketua Asprov PSSI NTT dan Wakilnya, Ridwan Angsar. (Foto : dok. Asprov PSSI NTT).

KUPANG, PENATIMOR – Peta besar pengembangan sepakbola di Nusa Tenggara Timur mulai digerakkan.

Dalam rapat yang digelar pada Jumat lalu, PSSI Nusa Tenggara Timur (PSSI NTT) memastikan pelaksanaan berbagai kompetisi resmi sepanjang 2026 sekaligus mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON 2028), di mana NTT akan menjadi salah satu tuan rumah.

Rapat yang dipimpin Plt Ketua PSSI NTT Chris Mboeik bersama Sekretaris Jenderal Abdul Muis dan jajaran pengurus itu menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari kepastian penyelenggaraan kompetisi tingkat provinsi, penunjukan calon pelatih tim PON, hingga penetapan stadion-stadion yang akan menjadi venue pertandingan.

Rapat ini juga diikuti oleh Wakil Ketua PSSI NTT Ridwan Sujana Angsar secara virtual.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa roda kompetisi sepakbola NTT akan kembali bergulir penuh tahun ini sebagai bagian dari program pembinaan dan pencarian talenta terbaik daerah.

Kompetisi PSSI NTT Dipastikan Bergulir di Lima Daerah

Dalam rapat tersebut, PSSI NTT menegaskan bahwa sejumlah kompetisi resmi akan digelar di berbagai kabupaten/kota yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Kongres Biasa PSSI NTT di Labuan Bajo.

Beberapa agenda besar kompetisi sepakbola NTT tahun 2026 antara lain Piala Gubernur Liga 4 ETMC di Kabupaten Flores Timur, Piala Gubernur Soeratin U-17 di Kabupaten Nagekeo, Soeratin U-13 dan U-15 di Kota Kupang, Piala Pertiwi (Sepakbola Putri) di Kabupaten Sikka, dan Beach Soccer di Kabupaten Manggarai Barat

PSSI NTT kini menunggu kepastian kesiapan dari pemerintah daerah dan Asosiasi Kabupaten (Askab) atau Asosiasi Kota (Askot) yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah.

Untuk mempercepat koordinasi, PSSI NTT juga telah menunjuk PIC atau penanggung jawab teknis pada setiap event agar komunikasi dengan tuan rumah dapat segera berjalan efektif.

Namun demikian, PSSI NTT memberikan batas waktu bagi daerah yang ditunjuk. Jika terdapat kabupaten yang tidak siap menjadi tuan rumah, maka harus segera mengirimkan surat resmi kepada PSSI NTT.

“Jika tuan rumah tidak dapat melaksanakan kompetisi, segera menyampaikan surat resmi agar PSSI NTT dapat mencari venue atau tuan rumah pengganti,” demikian Chris Mboeik menyampaikan hasil keputusan rapat.

PSSI NTT menargetkan akhir Maret 2026 seluruh daerah tuan rumah sudah memberikan kepastian kesiapan.

Soeratin Harus Tuntas Sebelum Agustus

Khusus untuk kompetisi usia muda Soeratin U-13, U-15 dan U-17, PSSI NTT menegaskan bahwa seluruh pertandingan tingkat provinsi harus sudah selesai paling lambat Agustus 2026.

Hal ini karena September 2026 akan memasuki putaran nasional.

Sementara itu, kompetisi paling bergengsi sepakbola NTT yakni ETMC Liga 4 Piala Gubernur direncanakan digelar sekitar Oktober hingga November 2026.

Turnamen ini dipastikan akan menjadi panggung terbesar bagi klub-klub terbaik di NTT.

PSSI NTT Tunjuk Calon Pelatih Tim PON

Selain kompetisi daerah, rapat tersebut juga memutuskan langkah awal pembentukan tim sepakbola NTT untuk PON 2028.
PSSI NTT menetapkan calon pelatih untuk tim putra dan putri.

Untuk Tim PON Putra, PSSI NTT telah menetapkan dua nama calon pelatih yaitu Coach Adnan Mahing dan Coach Kletus Ghabe

Sementara, untuk Tim PON Putri telah ditetapkan Coach Patrick Domal dan Coach Erwin Togo sebagai calon pelatih.

Kompetisi yang digelar sepanjang 2026 juga akan menjadi ajang talent scouting untuk menjaring pemain terbaik NTT menuju PON.

Setelah tim terbentuk, PSSI NTT akan menjalankan dua model pemusatan latihan, yaitu TC Desentralisasi di beberapa daerah dan TC Sentralisasi setelah skuad inti terbentuk.

Pembiayaan persiapan tim PON akan didukung oleh KONI NTT serta sumber lain termasuk sponsor dari PSSI.

Target Besar: Emas di Rumah Sendiri

PSSI NTT memasang target tinggi bagi tim sepakbola putra di PON mendatang, yakni medali emas.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan.
Pada Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh–Sumatera Utara, tim sepakbola NTT berhasil menembus 8 besar nasional, sebuah pencapaian yang menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh ketika menjadi tuan rumah.

“Karena kita akan menjadi tuan rumah PON, kita akan berupaya keras untuk menggapai emas,” tegas Chris Mboeik dalam rapat tersebut.

Futsal Juga Dibidik Emas

Tak hanya sepakbola lapangan besar, cabang futsal yang berada di bawah naungan PSSI juga menjadi perhatian serius.

PSSI NTT akan berkoordinasi dengan pengurus futsal provinsi untuk menyusun strategi pembinaan.

Target yang dipasang juga sama tinggi yaitu medali emas PON.

Target tersebut cukup realistis mengingat pada PON sebelumnya tim futsal NTT berhasil menembus empat besar nasional.

Untuk venue futsal PON sendiri, kemungkinan besar akan digelar di provinsi tetangga, yakni Nusa Tenggara Barat.

Stadion-Stadion NTT Disiapkan Jadi Venue PON

Rapat PSSI NTT juga membahas rencana venue pertandingan sepakbola PON.

Untuk sepakbola putra, pertandingan akan dipusatkan di Pulau Timor dengan beberapa stadion yang disiapkan yaitu Stadion Oepoi – Kota Kupang, Stadion Kabupaten Kupang, Stadion Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Stadion Kabupaten Malaka.

Sementara sepakbola putri akan digelar di Pulau Flores, dengan stadion-stadion berikut: Stadion di Manggarai Barat, Stadion Golodukal – Manggarai, Stadion Lebijaga – Ngada, Stadion Marilonga – Ende, dan Stadion Gelora Samador – Sikka.

Dalam waktu dekat, tim verifikasi dari KONI NTT dan PSSI NTT akan turun langsung untuk mengecek kesiapan stadion.

Renovasi sejumlah fasilitas stadion juga dinilai menjadi hal yang sangat mendesak agar memenuhi standar pelaksanaan PON.

PSSI NTT Ingin Wasit Lokal Tampil di PON

Selain mempersiapkan tim, PSSI NTT juga berharap perangkat pertandingan dari NTT seperti wasit dan asisten wasit dapat terlibat dalam pelaksanaan PON nanti.

Keterlibatan perangkat pertandingan lokal dianggap penting sebagai bagian dari pengembangan sumber daya sepakbola di daerah.

Melalui keputusan-keputusan yang dihasilkan, PSSI NTT berharap seluruh elemen sepakbola di daerah dapat bergerak bersama untuk menyukseskan kompetisi 2026 sekaligus menyiapkan generasi baru pemain NTT menuju panggung nasional PON 2028. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!