Connect with us

FLORES

Nagekeo Mundur! Sikka Langsung Tancap Gas Ajukan Diri Tuan Rumah Soeratin U-17 2026

Published

on

Ilustrasi (penatimor.com)

KUPANG, PENATIMOR – Di saat persiapan menuju Piala Soeratin U-17 2026 mulai menghangat, keputusan mengejutkan datang dari Kabupaten Nagekeo yang resmi mundur sebagai tuan rumah.

Kekosongan itu tak berlangsung lama, karena Kabupaten Sikka langsung tancap gas, mengajukan diri sebagai pengganti dan menyatakan kesiapan penuh menggelar turnamen paling prestisius di level pembinaan tersebut.

Keputusan krusial ini tertuang dalam surat resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kabupaten Nagekeo Nomor 06/PSSI-NGK/III/2026 tertanggal 27 Maret 2026 yang ditujukan kepada Plt. Ketua Umum PSSI NTT di Kupang.

Dalam surat tersebut, PSSI Nagekeo menyatakan belum dapat mengemban tanggung jawab sebagai tuan rumah setelah melalui berbagai pertimbangan strategis.

Padahal, sebelumnya Nagekeo telah ditetapkan secara resmi melalui Kongres Biasa PSSI NTT yang berlangsung di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 29 November 2025.

Penunjukan itu sempat memberi harapan besar bagi geliat sepak bola di wilayah tersebut.

Dalam dokumen yang ditandatangani Ketua Askab PSSI Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu, ditegaskan bahwa keputusan pembatalan bukan tanpa alasan.

“Mendasari hasil keputusan Kongres Biasa PSSI NTT, setelah mempertimbangkan berbagai hal, kami menyatakan bahwa tahun ini belum dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen tersebut,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Meski tidak dirinci secara gamblang, keputusan ini kuat diduga berkaitan dengan kesiapan teknis, infrastruktur, maupun faktor pendukung lainnya yang belum optimal.

Langkah mundur ini jelas menjadi pukulan bagi ekspektasi publik, mengingat Piala Soeratin U-17 merupakan ajang vital dalam pembinaan pemain muda dan sering menjadi batu loncatan menuju level nasional.

Di tengah situasi yang berubah cepat, PSSI Kabupaten Sikka menunjukkan respons sigap. Melalui surat Nomor 030/PSSI_SIKKA/III/2026 tertanggal 24 Maret 2026, mereka secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah pengganti kepada PSSI NTT.

Surat yang ditandatangani Ketua Yosef Nong Soni dan Sekretaris Silvester Sila Kedang itu mengungkap bahwa komunikasi dan koordinasi dengan Nagekeo telah dilakukan sebelumnya.

“Hasil koordinasi internal antara PSSI Sikka dan PSSI Nagekeo menyampaikan bahwa PSSI Nagekeo tidak siap dan sementara berproses surat pengunduran diri selaku tuan rumah Soeratin Cup tahun 2026,” demikian isi surat PSSI Sikka.

Tak hanya itu, PSSI Sikka juga menyatakan kesiapan total, termasuk untuk menggelar dua ajang sekaligus yaitu Soeratin Cup U17 dan Pertiwi Cup 2026.

Situasi ini menempatkan PSSI NTT pada posisi krusial. Keputusan yang akan diambil tidak hanya soal menunjuk tuan rumah baru, tetapi juga menyangkut kredibilitas penyelenggaraan kompetisi dan masa depan pembinaan sepak bola usia muda di daerah.

Penilaian terhadap kesiapan stadion, fasilitas pendukung, akomodasi tim, hingga manajemen pertandingan akan menjadi faktor penentu. Jika Sikka dinilai memenuhi semua syarat, maka Maumere berpeluang besar menjadi pusat perhatian sepak bola NTT tahun ini.

Perubahan mendadak ini menjadi pengingat bahwa menjadi tuan rumah bukan hanya soal penunjukan administratif, tetapi juga kesiapan menyeluruh.

Piala Soeratin bukan sekadar turnamen, melainkan panggung lahirnya talenta-talenta muda terbaik. Dari ajang inilah banyak pemain berbakat memulai perjalanan menuju level profesional hingga nasional.

Kini, publik sepak bola NTT menanti keputusan resmi, apakah Sikka akan dipercaya mengambil alih, atau akan muncul kandidat lain yang siap tampil?
Yang pasti, sebelum peluit pertama dibunyikan, drama Soeratin U-17 2026 sudah lebih dulu memanas dan cerita besar baru saja dimulai. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!