Connect with us

FLORES

Istri Histeris Temukan Suami Gantung Diri di Pohon Cengkeh

Published

on

OLAH TKP - Petugas Polres Manggarai melakukan olah TKP di kebun cengkeh depan rumah korban MAR (35) di Langgo Nderu, Ruteng, Selasa malam (24/3/2026).

RUTENG, PENATIMOR – Malam tenang di Kelurahan Langgo Nderu, Kabupaten Manggarai, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, pecah oleh teriakan histeris seorang istri saat menemukan sang suami, MAR (35), tewas gantung diri di kebun cengkeh depan rumah mereka.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Kejadian bermula ketika korban meninggalkan rumah tanpa pamit. Merasa khawatir, sang istri meminta bantuan tetangganya, Lexsoni Tefenta Ngabur, untuk mencari MAR di area pemakaman keluarga. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Pencarian berlanjut ke kebun cengkeh di depan rumah. Di sanalah sang istri jatuh lemas dan berteriak histeris saat melihat tubuh suaminya tergantung di dahan pohon menggunakan sehelai ikat pinggang hitam.

Saksi Lexsoni bersama saksi lain, Risaldus Kagung, berusaha melepaskan jeratan leher korban. Dengan harapan masih bisa diselamatkan, korban dilarikan ke RSUD Ruteng menggunakan sepeda motor. Sayangnya, nyawa MAR tidak tertolong.

Polres Manggarai yang dipimpin Pamapta Ipda Eko Muktiono langsung melakukan olah TKP. Di lokasi, ditemukan barang bukti berupa ikat pinggang hitam sepanjang 120 cm, digunakan sebagai alat gantung diri, kemudian sandal jepit, puntung rokok, ember oranye, dan selang air sepanjang 160 cm.

Hasil visum luar oleh dr. Maria Patrisia di RSUD Ruteng menunjukkan tanda khas gantung diri adalah lidah menjulur, keluar feses, dan cairan mani. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Paha dan jari kaki korban mengalami luka gores ringan yang diduga akibat gesekan saat korban dilarikan secara tergesa-gesa menuju rumah sakit oleh para saksi,” ungkap Ipda Eko.

Hingga kini, motif MAR mengakhiri hidupnya belum diketahui. Sang istri masih trauma berat dan belum dapat dimintai keterangan.

Pihak keluarga yang diwakili paman korban, Bernadus Rabung, menyatakan ikhlas menerima musibah ini. Keluarga menolak proses autopsi dan menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum di kemudian hari. Jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Langgo Nderu untuk disemayamkan dan dimakamkan. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!