HUKRIM
Anak Pensiunan Kopral Polisi dari Timur Indonesia, Ridwan Angsar Ditunjuk Jabat Kajari Medan

KUPANG, PENATIMOR — Sejarah baru kembali ditorehkan putra Nusa Tenggara Timur (NTT) di tubuh Korps Adhyaksa.
Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., jaksa asal Kupang, resmi dipercaya menduduki jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Sumatera Utara.
Pengangkatan ini bukan hanya puncak karier, tetapi juga menandai Ridwan sebagai anak NTT, bahkan anak Indonesia Timur pertama yang memimpin Kejari Medan, salah satu kejaksaan negeri terbesar (Kelas 1) dan paling strategis di Indonesia.
Kepercayaan besar itu diberikan hanya lima bulan setelah Ridwan lebih dulu mengemban jabatan strategis di tingkat nasional.
Pada 4 Juli 2025, ia dipromosikan sebagai Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Lainnya dan Tindak Pidana Pencucian Uang (Kasubdit TPKL–TPPU) pada Direktorat Penyidikan JAM PIDSUS Kejaksaan Agung RI.
Ia pun tercatat sebagai putra NTT pertama yang menduduki jabatan Kasubdit di Gedung Bundar, markas elite pemberantasan korupsi Kejaksaan RI.
Namun karier moncer Ridwan belum berhenti di situ. Pada 24 Desember 2025, institusi kembali memberikan amanah lebih besar dengan menunjuknya sebagai Kajari Medan.
Promosi ini dinilai sebagai capaian luar biasa dan langka, mengingat posisi tersebut selama ini hampir selalu diisi oleh jaksa-jaksa senior dari wilayah barat Indonesia. Apalagi, dalam setahun, Ridwan mendapat dua kali promosi jabatan strategi sebagai Kasubdit di JAM Pidsus dan Kajari Medan.
“Yang paling utama adalah mensyukuri semua ini. Amanah ini harus diemban dengan baik, penuh tanggung jawab, dan dedikasi,” ujar Ridwan singkat saat dikonfirmasi.
Karier Moncer, Prestasi Beruntun
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, grafik karier Ridwan melesat tajam. Ia dilantik sebagai Kajari Kabupaten Lembata pada 18 Agustus 2020.
Hanya berselang 11 bulan, tepatnya 26 Juli 2021, ia kembali dipercaya menjabat Kajari Kabupaten Kupang.
Prestasinya di dua daerah itu membuat Ridwan kembali dipromosikan. Pada 6 Februari 2023, ia dilantik sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Asisten Pidsus) Kejati NTT.
Promosi beruntun dalam satu wilayah Kejati seperti ini disebut-sebut hampir tak pernah terjadi sebelumnya, dan Ridwan menjadi pengecualian.
Di posisi Kajari maupun Asisten, Ridwan dikenal tegas, terutama dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Ia sukses menangani sejumlah perkara strategis, termasuk juga membenahi manajemen internal, sistem administrasi, serta memperbaiki fasilitas kantor Kejari.
Anak Kopral Polisi, Dibesarkan dalam Disiplin
Ridwan lahir di Oepura, Kota Kupang, 30 September 1976. Ia merupakan anak dari pasangan Karsono Angsar (alm), seorang pensiunan kopral polisi, dan Soraya Olivier (almh).
Sejak kecil, Ridwan akrab dengan kehidupan asrama polisi, berpindah-pindah tempat tinggal, serta disiplin khas keluarga aparat.
Nilai-nilai sederhana, mandiri, dan tangguh itu membentuk karakternya hingga kini. Ridwan dikenal sebagai sosok low profile, pekerja keras, dan mudah bergaul.
Bintang Lapangan Hijau dan Aktivis Kampus
Semasa remaja, Ridwan dikenal sebagai pemain sepak bola berbakat. Di SMA Negeri 3 Kupang, ia membawa timnya meraih berbagai prestasi antar sekolah. Bakatnya terus bersinar saat pindah ke SMA Negeri 1 Kupang.
Ia bahkan memperkuat sejumlah klub ternama di Kupang dan tampil di ajang paling bergensi di NTT yaitu El Tari Memorial Cup (ETMC) bersama PSK Kabupaten Kupang.
Prestasi di sepakbola itu membawanya kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Di luar lapangan hijau, Ridwan juga berprestasi secara akademik. Ia diterima di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana).
Di kampus, ia aktif berorganisasi melalui HMI dan GMNI, membentuk jejaring, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
Paskibraka Nasional
Salah satu fase penting hidup Ridwan adalah saat ia terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara, Jakarta, tahun 1993, mewakili Provinsi NTT.
“Proses seleksinya sangat ketat. Itu pengalaman yang sangat membekas,” kenangnya.
Ridwan menilai Paskibraka membentuk dirinya menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab—nilai yang terus ia bawa dalam karier sebagai jaksa.
“Semua itu terbawa sampai sekarang, dalam dunia kerja dan relasi dengan masyarakat,” tuturnya.
Pengalaman itulah yang kemudian menguatkan tekadnya melamar sebagai jaksa. Ia lulus seleksi dan mengabdi hingga kini.
Keluarga sebagai Sumber Kekuatan
Ridwan menikah dengan Melani Abdullah Duru, perempuan berdarah Nusa Kenari, Kabupaten Alor.
Melani merupakan ASN di Kejaksaan Negeri Kota Kupang sekaligus pelatih taekwondo, yang berperan penting dalam pengembangan Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) Kejati NTT.
Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat anak, yaitu Muhammad Rizky Rizaldy Angsar, Aura Adhitya Syahranee Angsar, Davina Syahranee Putri Angsar, dan Najzwa Shelomitha Angsar.
Bagi Ridwan, keluarga adalah sumber energi utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, terlebih dengan dinamika penugasan lintas daerah.
“Saya bersyukur memiliki istri dan anak-anak yang sangat mendukung,” ujarnya.
Inspirasi Anak Timur
Perjalanan Ridwan Sujana Angsar adalah kisah tentang kerja keras, konsistensi, dan doa keluarga.
Dari anak asrama polisi di Kupang, pemain sepak bola, Paskibraka Nasional, hingga kini dipercaya memimpin Kejari Medan—Ridwan membuktikan bahwa anak Timur mampu bersaing dan dipercaya di level nasional.
Sebagaimana diungkapkannya saat masih bertugas di NTT, “Sebagai putra daerah, saya ingin mengemban amanah ini sebaik-baiknya, di mana pun saya ditugaskan.”
Kini, nama Ridwan Angsar bukan hanya kebanggaan NTT, tetapi juga simbol harapan bagi generasi muda Indonesia Timur. (bet)










