UTAMA
Dr. Henderina Malo, Sosok Tangguh di Balik Sukses Kejari Sikka Kini Pimpin Bidang Pembinaan Kejati NTT

KUPANG, PENATIMOR — Di aula Lopo Sasando Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur, Jumat pagi (31/10/2025), suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh jajaran Korps Adhyaksa.
Seorang perempuan tangguh asal Kupang, Dr. Henderina Malo, S.H., M.Hum., resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati NTT oleh Kepala Kejati NTT Roch Adi Wibowo, S.H., M.H.
Pelantikan yang disaksikan pejabat struktural, para jaksa, pegawai, serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejati NTT itu menandai babak baru perjalanan panjang karier seorang perempuan NTT yang meniti jalan dari bawah hingga menduduki jabatan strategis di lembaga penegak hukum tertinggi di daerahnya.
Pelantikan itu ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan sembari menandatangani berita acara pelantikan dan menerima tanda jabatan.

Kenaikan jabatan Dr. Henderina Malo atau yang akrab disapa Ina Malo ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-1425/10/2025 tanggal 13 Oktober 2025.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, dan kini dipercaya memegang posisi penting sebagai Asisten Pembinaan Kejati NTT. Ina Malo menggantikan Shirley Manutede yang dipromosikan menjadi Kajari Kota Kupang.
Saat acara pelantikan tersebut, Ina Malo tampak didampingi sang suami tercinta Absalom Sine, S.E. Selain itu, Ina Malo pun banjir ucapan selamat atas pelantikannya tersebut. Ini terlihat dari banyaknya karangan bunga yang tampak berjejer di halaman kantor Kejati NTT.

Lahir di Kupang pada 13 November 1975, Ina Malo tumbuh dalam keluarga sederhana di kawasan Oeba. Ia dibesarkan dalam nilai disiplin, kerja keras, dan kejujuran — nilai yang kelak membentuk karakter tangguhnya sebagai jaksa.
Masa kecilnya tidak berbeda dari banyak anak NTT lain, yaitu hidup sederhana, bersekolah dengan keterbatasan fasilitas, namun berpegang teguh pada keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan.
Lulusan SD Inpres Oeba 1 Kupang (1988), SMP Negeri 2 Kupang (1991), dan SMEA Negeri Kupang (1994) ini kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, dan lulus tahun 2001.
“Sejak kecil saya percaya, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Hidup sederhana bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Cita-citanya menjadi jaksa lahir dari kekaguman pada sosok-sosok penegak hukum yang bekerja dengan integritas di tengah tantangan moral dan sosial. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan NTT mampu berdiri sejajar di garda depan penegakan hukum.
Kariernya dimulai dari bawah — 1 Maret 1997, ia diterima sebagai staf Tata Usaha di Kejaksaan Agung RI, kemudian dipindahkan ke Kejati NTT pada 1 September 1998.
Dari situ, perlahan tapi pasti, jalannya mulai menanjak.
Tahun 2004, ia menjabat Kepala Sub Seksi Tata Usaha Negara Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati NTT, lalu menjadi Jaksa Fungsional di Kejari Rote Ndao (2006), dan Kasi Pidsus Kejari Sikka.

Sebagai jaksa muda, Ina menghadapi berbagai kasus kompleks, namun selalu menegakkan profesionalisme dengan hati nurani.
Perjalanan kariernya terus berlanjut. Ia dipercaya menjadi Kasi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi di Kejati NTT (2012), Kasi Pertimbangan Hukum Kejati NTB (2017), Kasi Pidum Kejari Kota Kupang (2017–2019), hingga akhirnya menjabat Koordinator di Kejati NTT (2019).
Tonggak penting kariernya terjadi pada 8 Agustus 2022, saat ia dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Di sana, ia menunjukkan kepemimpinan yang tegas namun empatik — membongkar kasus korupsi proyek pematangan lahan Bandara Kolaka Utara (2020–2021) hingga menjerat tiga tersangka.
Keberhasilan itu mengukuhkan reputasinya sebagai jaksa perempuan tangguh yang tak gentar menghadapi tekanan dan tantangan.
Setelah sukses di Sulawesi Tenggara, Ina kembali dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Sikka.

Di bawah kepemimpinannya, Kejari Sikka mencatat prestasi membanggakan, yaitu Peringkat I Nasional kinerja Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk kategori Kejari Tipe B (Semester I 2025), dan Peringkat I se-NTT untuk kinerja Bidang Pidsus.
Prestasi itu membuktikan kemampuannya mengelola lembaga dengan integritas, kolaborasi, dan inovasi.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti nyata kepemimpinan visioner Ina Malo dalam membangun kultur kerja yang bersih, profesional, dan berprestasi.
Kini, setelah 27 tahun mengabdi, Ina kembali ke Kupang — bukan lagi sebagai staf muda seperti dua dekade lalu, melainkan sebagai Asisten Pembinaan Kejati NTT, salah satu jabatan strategis di lingkup Adhyaksa.
Ia mengaku jabatan ini bukan sekadar promosi, melainkan amanah untuk membangun karakter aparatur Kejaksaan. “Bidang pembinaan harus menjadi ruang pembentukan moralitas dan etos kerja, bukan hanya urusan administratif,” tekadnya.
Atas pengabdian panjang dan loyalitasnya, Ina Malo menerima dua penghargaan bergengsi dari Presiden RI yaitu Satyalancana Karya Satya X Tahun (2008) dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2022). Kedua penghargaan itu menjadi bukti konsistensi dan ketulusannya menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab.

Di balik sosok jaksa yang tegas, Ina tetaplah ibu yang lembut bagi keluarganya.
Ia menikah dengan Absalom Sine, S.E., mantan Direktur Utama Bank NTT yang kini menjabat anggota DPRD Kota Kupang.
Pasangan ini dikenal sebagai figur publik yang saling mendukung dalam karier dan pengabdian sosial.
“Bagi saya, keluarga adalah tempat saya kembali menemukan makna dari setiap perjuangan,” tuturnya.
Kisah hidup Ina Malo adalah inspirasi bagi banyak perempuan di Nusa Tenggara Timur.
Ia membuktikan bahwa anak daerah, bahkan dari lorong sederhana di Oeba, dapat menembus puncak karier nasional jika berpegang pada kerja keras dan integritas.
“Selama napas masih ada, saya akan terus mengabdi. Saya hanya ingin menjadi bagian dari perubahan kecil yang berarti,” katanya. (bet)

Profil Singkat Dr. Henderina Malo, S.H., M.Hum.
Nama Lengkap: Dr. Henderina Malo, S.H., M.Hum.
Nama Akrab: Ina Malo
Tempat, Tanggal Lahir: Kupang, 13 November 1975
Asal: Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Jabatan Saat Ini: Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT)
Keputusan Jabatan: Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-1425/10/2025, tanggal 13 Oktober 2025
Riwayat Pendidikan:
- SD Inpres Oeba 1 Kupang (Lulus 1988)
- SMP Negeri 2 Kupang (Lulus 1991)
- SMEA Negeri Kupang / SMK Negeri 1 Kupang (Lulus 1994)
- Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (Lulus 2001)
- Magister Humaniora (M.Hum.)
- Doktor Hukum UNS Surakarta
Riwayat Jabatan Penting:
- Staf Tata Usaha Kejaksaan Agung RI (1997)
- Kepala Sub Seksi Tata Usaha Negara Asdatun Kejati NTT (2004)
- Jaksa Fungsional Kejari Rote Ndao (2006)
- Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sikka
- Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi Kejati NTT (2012)
- Kepala Seksi Pertimbangan Hukum Kejati NTB (2017)
- Kepala Seksi Pidum Kejari Kota Kupang (2017–2019)
- Koordinator Kejati NTT (2019)
- Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (2022)
- Kepala Kejaksaan Negeri Sikka (2023–2025)
- Asisten Pembinaan Kejati NTT (2025–sekarang)
Prestasi Penting:
- Mengungkap kasus korupsi proyek pematangan lahan Bandara Kolaka Utara (2020–2021)
- Membawa Kejari Sikka meraih Peringkat I Nasional kinerja Bidang Pidsus kategori Kejari Tipe B Semester I Tahun 2025
- Membawa Bidang Pidsus Kejari Sikka meraih Peringkat I se-NTT
Penghargaan:
- Satyalancana Karya Satya X Tahun (2008)
- Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2022)
Keluarga:
Menikah dengan Absalom Sine, S.E., Anggota DPRD Kota Kupang, dan mantan Direktur Utama Bank NTT.






