HUKRIM
Pedagang Semangka Tewas Tertikam Saat Hadang Pelaku Curas di Kelapa Lima

KUPANG, PENATIMOR – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) kembali merenggut korban jiwa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Seorang pedagang semangka berinisial SP (56) tewas tertikam pisau setelah berusaha menggagalkan aksi pelaku di lapak dagangannya yang terletak di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Jumat (3/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita.
Peristiwa tragis itu terjadi saat SP bersama anaknya, IM, dan seorang kerabatnya, RD, tengah beristirahat di lapak jualan.
Seorang pria berinisial BA, yang diketahui merupakan residivis kasus serupa, datang menggunakan sepeda motor dan mencoba mencuri sebuah tas yang berada dekat IM.
“Awalnya pelaku berusaha mengambil tas yang dipegang oleh saksi IM. Karena sadar, IM langsung berteriak ‘ada pencuri’. Korban SP dan RD pun terbangun dan berusaha mengejar pelaku,” ungkap Kapolsek Kota Lama, AKP Rachmat Hidayat, S.Tr.K., S.I.K, kepada wartawan, Jumat siang.
RD sempat terlibat adu jotos dengan pelaku, sementara SP berusaha melerai karena melihat pelaku mengeluarkan sebilah pisau.
Namun, upaya keberanian SP justru berakhir fatal. Saat mencoba menahan aksi pelaku, SP tertikam pada bagian leher hingga tergeletak di pinggir jalan.
“Melihat ibunya tergeletak, RD berusaha menyelamatkan korban, namun pelaku juga sempat menikam RD di bagian punggung sebelum kabur dengan sepeda motor,” jelas Kapolsek.
IM yang panik segera mendatangi Mapolsek untuk melapor. Polisi bergerak cepat mendatangi lokasi, mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone milik pelaku, sebilah pisau, dan memasang garis polisi (police line) di tempat kejadian perkara (TKP).
Kedua korban segera dilarikan ke RSUD S.K. Lerik. Namun, nyawa SP tak terselamatkan. Ia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk kepentingan otopsi, sementara RD yang mengalami luka tikaman di punggung menjalani operasi di RSUD S.K. Lerik.
“Pelaku BA sudah kami identifikasi dan saat ini dalam pengejaran. Dia merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan,” tegas AKP Rachmat.
Polisi kini terus memburu keberadaan BA yang diperkirakan masih berada di wilayah Kota Kupang. Kasus ini menambah daftar panjang aksi kejahatan jalanan yang menelan korban jiwa di ibu kota Provinsi NTT tersebut. (mel)











