SPORT
Lintasan Ekstrem Tour de Entete 2025 Stage 2 Memakan Korban, Evakuasi Kilat Selamatkan Lima Pembalap

KEFAMENANU, PENATIMOR – Sorak sorai ribuan penonton yang memadati jalur etape kedua Tour de Entete 2025 mendadak berubah menjadi pekik cemas pada Kamis (11/9/2025).
Rangkaian balapan sepeda internasional yang membawa nama besar Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kancah dunia itu sempat terhenti ketika lima pembalap dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina terjatuh.
Namun, kepanikan itu tak berlangsung lama. Dalam hitungan menit, aparat Polda NTT dan tenaga medis Dinas Kesehatan TTU sudah berada di titik insiden, mengevakuasi korban dan menenangkan peserta lain. Aksi cepat itu memastikan tidak ada nyawa melayang dan seluruh korban kini dalam kondisi stabil.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kecepatan penanganan adalah hasil persiapan matang aparat keamanan dan panitia sejak jauh hari. “Kami menyesalkan terjadinya insiden ini, tetapi seluruh unsur pengamanan dan medis telah bergerak cepat. Begitu laporan masuk, tim patroli, paramedis, dan petugas lalu lintas langsung mengamankan jalur dan mengevakuasi korban. Semua pembalap mendapat perawatan awal sebelum dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Kombes Henry.

Petugas medis dari Puskesmas Bitefa, Wini, dan Ponu turun langsung memberikan pertolongan pertama. Seluruh korban kemudian dibawa ke Puskesmas Ainiba di Kabupaten Belu untuk perawatan lanjutan. Koordinasi lintas instansi—mulai dari Polres TTU, panitia Tour de Entete, hingga tim kesehatan kabupaten—terjalin mulus sehingga jalannya etape dapat dilanjutkan tanpa gangguan berarti.
Kelima pembalap yang menjadi korban kecelakaan beruntun ini berasal dari berbagai tim dan negara peserta, yaitu Muhamad Iezuan Bin Jamian (No. 154) – Tim Irawan Johor Darul Takzim (Malaysia), mengalami luka lecet pada tangan dan kaki.
Kemudian, Rizki Rido Riadiyanto (No. 103) – Tim PWR Indonesia, mengalami luka lecet di lutut, kram otot, dan keluhan pusing, Alzidan Faris Raqila (No. 155) – Tim Iron One (Malaysia), luka lecet di lutut dan tangan, disertai rasa pusing, Rench Michael Avarca Bondoc (No. 01) – Tim 7 Eleven (Filipina), luka di kaki kiri, lecet pada lutut kanan, dan pusing, termasuk Risky Aditya Noufal – Indonesia (DIY Yogyakarta), luka lecet di kaki kiri dan tangan.
Menurut tim medis, tidak ada cedera serius yang mengancam jiwa. Seluruh pembalap kini dalam observasi untuk memastikan kondisi fisik memungkinkan melanjutkan kompetisi pada etape berikutnya. “Tour de Entete adalah kebanggaan NTT. Kami tidak ingin insiden ini menurunkan semangat peserta maupun kualitas event. Polda NTT sudah menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari penambahan personel di titik rawan hingga koordinasi berkelanjutan dengan tim medis,” tegas Kombes Henry.
Pihak kepolisian juga melakukan evaluasi jalur bersama panitia penyelenggara, memeriksa ulang titik-titik berisiko di rute etape 3 dan seterusnya. Personel lalu lintas dan patroli khusus disiagakan untuk mengawal setiap rombongan pembalap, sementara tim kesehatan menambah pos siaga di lokasi-lokasi rawan.
Tour de Entete 2025 bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga etalase pariwisata dan kesiapan NTT di mata internasional. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan menjadi kunci agar ajang bergengsi ini berlangsung aman.
Sinergi yang ditunjukkan Polda NTT dan Dinas Kesehatan TTU saat kejadian menjadi bukti bahwa NTT siap menyelenggarakan event kelas dunia dengan standar keselamatan tinggi.
Untuk diketahui, kelima pembalap korban kecelakaan dilaporkan dalam kondisi stabil dan sebagian telah diperbolehkan beristirahat di penginapan tim masing-masing.
Panitia menyatakan jadwal etape selanjutnya tetap berjalan sesuai rencana, dengan penyesuaian minor untuk menjaga keselamatan peserta.
Dengan kejadian ini, Tour de Entete 2025 Stage 2 tak hanya menghadirkan ketegangan kompetisi, tetapi juga menjadi bukti nyata kecepatan dan kesiapsiagaan aparat keamanan serta tenaga medis NTT. Sinergi yang terbangun berhasil mengubah potensi tragedi menjadi kisah penyelamatan yang menginspirasi dan memperkuat reputasi NTT sebagai tuan rumah ajang internasional. (mel)











