HUKRIM
Roberth Lambila Masuk 5 Besar Adhyaksa Awards 2025, Jaksa Tangguh Pemberantas Korupsi

JAKARTA, PENATIMOR – Di tengah derasnya tantangan dan dinamika penegakan hukum di Indonesia, nama Dr. Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., kembali mengemuka di kancah nasional. Sosok Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar ini secara resmi masuk dalam jajaran lima besar penerima Adhyaksa Awards 2025, kategori “Jaksa Tangguh dalam Pemberantasan Korupsi”.
Penetapan ini diumumkan oleh Dewan Pakar Adhyaksa Awards 2025 usai rapat pleno II yang digelar di Menara Bank Mega, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025).
Proses seleksi berlangsung ketat selama hampir empat jam, menyaring 70 kandidat menjadi 35, sebelum mengerucut pada lima nama terpilih di setiap kategori.
Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Pujiyono Suwadi mengatakan bahwa para kandidat dipilih berdasarkan usulan publik dan internal kejaksaan yang mencerminkan nilai-nilai luhur Tri Krama Adhyaksa: Satya, Adhi, dan Wicaksana.
“Yang masuk daftar ini adalah mereka yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga menunjukkan integritas dan keberanian luar biasa dalam tugasnya,” ujar Prof. Pujiyono.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Roberth Jimmy Lambila. Jaksa terbaik nasional tahun 2025 ini dikenal luas karena rekam jejak gemilangnya dalam pemberantasan korupsi, terutama di wilayah-wilayah yang penuh tantangan seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan kini di Jawa Tengah.
Lahir di Kota Kupang, NTT, Roberth Lambila memulai karier kejaksaan dari posisi bawah dan menanjak melalui berbagai medan tugas sulit.
Di wilayah perbatasan seperti Timor Tengah Utara (TTU), ia tak hanya dikenal sebagai jaksa, tetapi juga sebagai pembangun peradaban.
Selama menjabat sebagai Kajari TTU, Roberth tidak hanya menuntaskan kasus-kasus korupsi besar, seperti korupsi alat kesehatan RSUD Kefamenanu Rp 2,7 miliar, hingga kasus-kasus korupsi dana desa, tapi juga mendirikan dua unit sekolah di wilayah terpencil Lanaus dan Susulaku.
“Keadilan bukan hanya tentang menghukum yang bersalah, tapi juga memberi harapan kepada mereka yang selama ini merasa diabaikan,” tegasnya dalam sebuah wawancara.
Tak hanya itu, saat bertugas di Kejati Maluku Utara, Roberth memimpin penyidikan proyek waterboom di Ternate yang menimbulkan gejolak sosial besar, bahkan kantor Kejati sempat dikepung ASN dan pasukan adat.
“Tapi kebenaran tetap harus ditegakkan. Kami tetap maju,” kenangnya.
Begitu saat bertugas di Bidang Pidsus Kejati NTT, menjadi Kasi Penyidikan dan Kasi Penuntutan, Roberth juga sukses menuntaskan kasus-kasus korupsi besar, seperti kredit macet Bank NTT Surabaya (Rp 51 miliar), hingga skandal penyalahgunaan aset tanah 30 hektare di Labuan Bajo (kerugian ditaksir Rp 1,2 triliun).
Bahkan, saat itu ia dinobatkan sebagai jaksa terbaik nasional, dan juga sukses membawa Kejati NTT dua kali berturut-turut meraih peringkat 2 nasional dalam penanganan perkara korupsi.
Ketika dipercaya menjabat sebagai Kajari Karanganyar pada Juni 2024, hanya dalam empat bulan Roberth kembali menorehkan sejarah.
Di bawah kepemimpinannya, Kejari Karanganyar meraih peringkat 1 nasional dalam kategori penanganan perkara korupsi untuk Kejari Tipe B.
Penghargaan tersebut diterima langsung olehnya dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Dengan delapan perkara korupsi besar yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, Kejari Karanganyar menunjukkan transformasi luar biasa dalam budaya kerja dan efektivitas institusional.
“Ini hasil kerja tim, bukan saya sendiri. Saya hanya mengarahkan arah panahnya, tapi yang menarik busur dan melepas anak panah itu adalah mereka,” ujar Roberth.
Di balik prestasinya, Roberth juga menghadapi berbagai ancaman serius. Serangan balik dalam bentuk surat aduan, fitnah, dan tekanan politik menjadi makanan sehari-hari. Namun ia teguh: “Selama itu korupsi, saya pasti usut. Titik.”
Prinsip kerja yang ia pegang teguh adalah “Super Team, bukan Superman”. Ia menanamkan budaya kerja kolektif, disiplin tinggi, dan komunikasi terbuka di internal jajarannya.
Minimnya SDM di tempat bertugas bukan menjadi penghalang. Bahkan saat menangani perkara berat di TTU hanya dengan satu jaksa dan dua tata usaha, ia tetap mampu meraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2022 dari Kemenpan RB.
Roberth tidak hanya mengukir prestasi secara administratif dan hukum, tetapi juga menjadi inspirasi nasional, terutama bagi putra-putri dari kawasan timur Indonesia. Ia membuktikan bahwa integritas, kerja keras, dan keberanian adalah kunci meraih perubahan, bukan asal daerah atau latar belakang.
“Adhyaksa Awards ini bukanlah akhir. Justru awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga marwah institusi dan memberi dampak positif ke masyarakat,” katanya.
Nama Roberth kini sejajar dengan para tokoh nasional lainnya dalam daftar 5 besar Adhyaksa Awards 2025. Finalis ini akan bersaing di malam puncak penghargaan yang dijadwalkan pada September 2025.
Berikut 35 kandidat penerima Adhyaksa Awards 2025:
Jaksa Penegak Keadilan Restoratif
1. Budi Sastera, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Padang
2. Diah Ratri Hapsari, S.H., M.H., Jaksa Pratama pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak
3. Elsanaz Nadea, S.H., M.H. Kepala Subseksi Penuntutan, Eksekusi dan Eksaminasi pada Kejaksaan Negeri Purwakarta
4. Esterina Nuswarjanti, S.H., Jaksa Ahli Madya pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta
5. Kasmawati Saleh, S.KM., S.H. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jeneponto.
Jaksa Tangguh dalam Pemberantasan Korupsi
1. Dwi Hastaryo, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Bondowoso / sekarang Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Aspidsus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat
2. Dr. Muh. Asri Irwan, S.H., M.H., Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jambi
3. Dr. Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar
4. Dr. Andri Zulfikar, S.H., M.H. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Bantaeng
5. Yenita Sari, S.H., M.H. Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Perdata Pada Jamdatun Kejaksaan Agung
Jaksa Teladan dalam Integritas
1. Sahwal, .S.H. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Sinjai
2. Syaifullah, S.H, M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Karawang/ sekarang menjadi Asisten Pengawasan pada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau di Tanjung Pinang
3. Muhammad Rizki Harahap, S.H., M.H. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Bintan
4. Ryan Palasi, S.H., M.H. Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jambi
5. Yunardi, S.H., M.H. Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Maluku
Jaksa Inspiratif Pemberdaya Masyarakat
1. Arif Suhartono, S.H., M.H. Jaksa Madya Kejaksaan Tinggi Papua Barat
2. Pinto Aribowo, S.H, M.H. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tabalong
3. Sutrisno Margi Utomo, S.H., M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Badung
4. Hendryko Prabowo, S.H. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Majene
5. Nanda Hardika, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepahiang.
Jaksa Inovatif dalam Penegakan Hukum
1. Dr. Kusufi Esti Ridliani, S.H., M.H. Kasi D pada Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Papua
2. Arya Wicaksana, S.H., M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Tapin
3. Samuel, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi
4. Bambang Irawan, S.H, M.H Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri Kota Bandar Lampung
5. I Ketut Hasta Dana, S.H., M.H. Kepala Seksi Perdata pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Papua
Jaksa Kreatif dalam Edukasi Hukum
1. Siswanto, S.H. Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti pada Kejaksaan Negeri Kapuas
2. Jhadi Wijaya, S.H., M.H. Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Sinjai
3. Dr. Raden Rara Putri Ayu Priamsari, S.H., M.H. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri Kendal
4. Dr. Henry Yoseph Kindangen, S.H., M.H. Konsul Kejaksaan pada KJRI Hong Kong
5. Dr. Titin Herawati Utara, S.H., M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat.
Jaksa Pengawal Daerah Tertinggal
1. Reinaldo Sampe, S.H., M.H. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya
2. Agus Khausal Alam, S.H., M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen
3. Nikko Anderson, S.H. Kepala Subseksi Pra Penuntutan Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar
4. Boby Bintang Hasiholan Sigalingging, S.H. Kepala Subseksi Prapenuntutan pada Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rote Ndao
5. Muhammad Rafiqan, S.H. Kepala Subseksi Bidang Intelijen pada Kejaksaan Negeri Simeulue
Dari total 35 nama di atas, jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 21 kandidat terbaik. Selanjutnya, akan dipilih satu pemenang dari tiap kategori pada malam puncak penghargaan Adhyaksa Awards yang digelar September 2025.
Perlu diketahui, urutan nama-nama kandidat disusun secara acak. Penempatan nama tidak mencerminkan peringkat atau nilai tertentu. (bet)











