SPORT
Persebata Ukir Sejarah! Wakil NTT Lolos 8 Besar Liga 4 dan Promosi ke Liga 3

KUPANG, PENATIMOR — Sejarah baru kembali ditorehkan dunia sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim kebanggaan masyarakat Lembata, Persebata Lembata, resmi promosi ke Liga 3 Nasional musim 2025 setelah memastikan satu tempat di babak 8 besar Liga 4 Nasional.
Kepastian itu diperoleh usai menahan imbang Persika Karanganyar dengan skor 1-1 pada laga pamungkas Grup B babak 16 besar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, sore tadi, Rabu (14/5/2025).
Kiprah tim dengan julukan Laskar Sembur Paus itu tidak hanya membanggakan Lembata, tetapi juga membawa harum nama NTT.
Persebata menjadi satu-satunya wakil NTT yang berhasil menembus delapan besar dan meraih tiket promosi.
Hasil ini menjadikan NTT sebagai salah satu daerah yang kini serius bersaing menuju level sepak bola profesional nasional.


Tangan Dingin Sang Arsitek Adnan Mahing
Kesuksesan Persebata tak bisa dilepaskan dari peran pelatih kepala Adnan Mahing.
Pria asal Lamakera, Solor, Flores Timur ini adalah sosok pekerja senyap yang berhasil membentuk tim dengan semangat juang tinggi, kedisiplinan, dan kekompakan luar biasa.
Sejak ditunjuk menjadi pelatih kepala pada April 2025, Adnan langsung menyulap Persebata—yang sebelumnya dipandang sebelah mata—menjadi kuda hitam yang disegani.
Dengan lisensi kepelatihan B AFC dan pengalaman melatih di Farmel FC, Persibo Bojonegoro, PON NTT, dan Persikota Tangerang, Adnan Mahing menerapkan strategi permainan efektif, yaitu organisasi pertahanan rapat, transisi cepat, dan penyelesaian klinis.
Strategi ini terbukti ampuh saat Persebata menumbangkan tim unggulan yang juga Juara Liga 4 Jawa Timur, Persewangi Banyuwangi dua kali dengan skor identik 2-0.
Lebih dari sekadar pelatih, Adnan adalah arsitek kebangkitan Persebata dan simbol harapan baru bagi sepak bola daerah. Ia menjadikan talenta lokal sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan tim.

Dukungan Para Tokoh dan Diaspora
Kesuksesan Persebata juga tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ahmad Yohan (AYO), anggota DPR RI asal PAN Dapil NTT 1, yang secara konsisten memberikan dukungan moril dan finansial kepada tim sejak awal kompetisi.
Bonus dan motivasi dari AYO menjadi pelecut semangat para pemain dan pelatih di setiap pertandingan.
“Sepak bola bukan sekadar hiburan, ini soal harga diri,” tegas AYO, yang kerap menyemangati langsung para punggawa Persebata.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, turut hadir langsung menyaksikan laga Persebata di Yogyakarta.
Ia menjadi saksi kemenangan Persebata atas Persewangi dan hasil imbang kontra Persika yang memastikan tiket promosi.
Sebagai Ketua Asprov, Chris juga memainkan peran strategis dalam menjalin komunikasi intensif dengan PSSI Pusat hingga NTT mendapat tiga kuota di Liga 4 Nasional, yakni untuk Persebata, Bintang Timur Atambua, dan Perseftim Flores Timur.
“Dari Bantul, sepak bola NTT mencatat sejarah baru dengan masuknya Persebata ke Liga 3. Ini kemenangan bersama seluruh masyarakat NTT. Terima kasih untuk dukungan seluruh masyarakat NTT,” ungkap Chris Mboeik dengan penuh bangga.

Gubernur Turun Gunung: “Ini Kebanggaan Seluruh NTT”
Momentum luar biasa ini juga mendapat atensi langsung dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menyaksikan langsung laga Persebata melawan Persewangi di Stadion Sultan Agung, dan larut dalam sorak-sorai pendukung yang bernyanyi dalam bahasa Lamaholot.
Gubernur Melki bahkan mengenakan jaket biru khas Persebata dan bergabung bersama ratusan suporter yang datang dari berbagai daerah.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk masyarakat Lembata, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat NTT. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar Persebata bisa bersaing di Liga 3 dan menjadi kekuatan tetap nasional,” tegas Gubernur Melki usai pertandingan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Persebata adalah simbol dari semangat kolektif masyarakat NTT yang selalu menempatkan nilai-nilai kerja sama dan gotong royong sebagai dasar perjuangan.

Sepak Bola sebagai Simbol Harapan
Wakil Ketua Asprov PSSI NTT, Ridwan Angsar, turut menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh NTT di daerah hingga tingkat nasional, serta para diaspora yang terus mendukung kemajuan sepak bola NTT.
“Dengan kolaborasi yang kuat seperti ini, kita bisa membangun bukan hanya sepak bola, tetapi juga masa depan NTT secara menyeluruh,” ucap Ridwan.
Dengan semangat kolektif dan fondasi yang kuat, promosi Persebata Lembata ke Liga 3 menjadi momentum emas bagi kebangkitan sepak bola NTT.
Jalan menuju kasta profesional kini terbuka lebar, dan NTT menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan komitmen bersama, daerah yang jauh dari pusat sepak bola nasional pun bisa bersinar. (bet)











