Connect with us

EKONOMI

Gubernur Melki: Bank NTT Tidak Boleh Dikelola dengan Dominasi Politik

Published

on

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena.

KUPANG, PENATIMOR — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan bahwa Bank NTT tidak boleh lagi dikelola dengan dominasi politik.

Pernyataan tegas itu disampaikannya usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Tahun 2025, yang berlangsung sejak Rabu (14/5/2025) sore hingga Kamis (15/5/2025) dini hari di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.

Dalam rapat tersebut, diusulkan sejumlah nama calon direksi dan komisaris baru yang berasal dari kalangan profesional, ekonom, dan praktisi perbankan dengan rekam jejak panjang dan reputasi yang solid.

Tidak satu pun dari mereka yang memiliki latar belakang sebagai politisi atau birokrat, baik aktif maupun nonaktif.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa komitmen untuk menjauhkan Bank NTT dari kepentingan politik adalah langkah penting demi menjaga integritas dan profesionalisme pengelolaan bank milik daerah tersebut.

“Kami dari sisi kepala daerah sudah memiliki komitmen kuat dan sepakat bahwa tidak boleh lagi Bank NTT ini dikelola dengan dominasi politik,” tegas Gubernur dalam sesi konferensi pers.

“Kita lihat jajaran direksi dan komisaris yang diusulkan hari ini—tidak ada satupun dari mereka yang berlatar belakang politisi atau birokrat. Semua adalah ekonom dan praktisi perbankan dengan pengalaman panjang, baik di Bank NTT maupun di bank lain. Mereka memiliki reputasi dan rekam jejak yang bersih, kompeten, dan profesional,” tegasnya lagi.

Gubernur Melki juga menjelaskan bahwa penilaian terhadap para calon tersebut dilakukan secara ketat, mencakup aspek moral, hukum, serta rekam jejak profesional mereka di dunia perbankan.

Bank NTT Menuju Transformasi Modern dan Profesional

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh pemegang saham untuk mendorong transformasi Bank NTT menjadi bank daerah yang modern, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami ingin Bank NTT menjadi contoh bank daerah yang dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Bank ini adalah kebanggaan kita semua, dan harus dikelola sebaik mungkin demi kemajuan daerah,” kata Gubernur Melki.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga media massa untuk terus memberikan dukungan positif terhadap proses transformasi dan pembenahan yang sedang dilakukan Bank NTT.

Dengan komitmen untuk memutus mata rantai intervensi politik dalam pengelolaan bank dan menghadirkan manajemen yang profesional, Bank NTT diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan milik daerah. (bet)

Komposisi Calon Komisaris dan Direksi Bank NTT 2025

Calon Komisaris:

Komisaris Utama: Donny Heatubun

Komisaris Independen: Frans Gana

Komisaris Independen: Eko Setiabudi

Komisaris Independen: Yosef Jiwadeloe

Komisaris Independen (Perwakilan): Bank Jatim

Calon Direksi:

Direktur Utama: Charlie Paulus, Yohanis Landu Praing

Direktur Operasional dan SDM: Yohanis Landu Praing, Rahmat Saleh Bobby

Direktur Kredit: Alo Geong

Direktur Informatika dan Teknologi: Sonny Pelokila

Direktur Kepatuhan: Revi (Bank Jatim)

Direktur Treasury dan Keuangan: Heru (Bank Artha Graha)

Direktur Dana: Siti Aksa

 

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!