SPORT
Gaos Wicaksono: Kejati NTT Open Tournament 2 jadi Ajang Sinergi Olahraga dan Ekonomi Kerakyatan

KUPANG, PENATIMOR – Tahap verifikasi berkas dan penimbangan berat badan peserta kejuaraan Taekwondo “Kejati NTT Open Tournament 2” dilanjutkan pada Selasa (9/7/2024) sore di halaman kantor Kejati NTT.
Tidak hanya diikuti oleh peserta dari wilayah Kota Kupang, tahapan ini juga melibatkan peserta dari berbagai kabupaten di NTT, bahkan dari negara tetangga, Timor Leste.
Ketua Panitia Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., memantau langsung proses verifikasi dan penimbangan ini.
“Syukur alhamdulillah, proses ini berjalan dengan baik dan lancar. Panitia berkomitmen untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, sehingga kejuaraan ini bisa berjalan dan sukses,” ujar Ridwan Angsar yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT.
Ridwan berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan maksimal untuk berlaga di kejuaraan nanti.
Ridwan juga didampingi oleh Asisten Pengawasan Kejati NTT, Gaos Wicaksono, S.H., M.H., dan Asisten Tindak Pidana Umum, Mohamad Ridosan, S.H.,M.H., yang juga merupakan pembina Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC).
Gaos Wicaksono menambahkan bahwa kejuaraan ini diharapkan bisa membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil atau pedagang kaki lima (PKL).
Menurut Gaos, penyelenggaraan turnamen yang spektakuler ini dapat membantu perekonomian rakyat menengah ke bawah di daerah ini, dengan membuka peluang bagi pedagang asongan untuk meraup rezeki selama pelaksanaan kejuaraan.
“Kejuaraan ini juga bisa menjadi ajang bagi para sponsor untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka. Semoga turnamen bergengsi ini benar-benar memberi manfaat dan keuntungan bagi masyarakat kecil,” harap Gaos Wicaksono.
Lebih lanjut, Gaos menekankan bahwa melalui kejuaraan ini, masyarakat kecil dan UKM dapat menikmati keuntungan dari meningkatnya aktivitas ekonomi.
“Dengan adanya kejuaraan ini, secara tidak langsung kita telah membuka pintu rezeki bagi para pedagang yang menjajakan makanan dan minuman. Taekwondo bukan hanya sebagai hiburan yang merakyat, tetapi juga menjadi wadah di mana ekonomi kerakyatan diwujudkan,” lanjutnya.
Ia juga berharap pedagang kecil bisa mendapatkan keuntungan dari turnamen ini.
“Misalnya para UMKM seperti produk-produk kuliner bisa membuka stand di sekitar lokasi kejuaraan untuk promosi. Memang, promosi dengan memanfaatkan ajang kejuaraan ini sangat efektif,” tandas Gaos Wicaksono yang juga putra Solo, Jawa Tengah.
Gaos juga menambahkan bahwa lewat kejuaraan ini sekaligus dapat memperkenalkan institusi Kejaksaan ke masyarakat, dengan harapan nantinya dapat ikut meningkatkan citra Kejaksaan di masyarakat.
Untuk diketahui, Kejuaraan Taekwondo “Kejati NTT Open Tournament 2” segera digelar di GOR Flobamora, Oepoi, Kupang, pada 12-14 Juli 2024. (bet)











