Connect with us

HUKRIM

Rugikan Negara Rp 10,7 Miliar, Kepala Bulog Waingapu Dijebloskan ke Rutan Kupang

Published

on

PENAHANAN TERSANGKA. Kepala Perum Bulog Cabang Waingapu, Zulkarnaen hendak dibawa ke Rutan Kelas 2B Kupang untuk menjalani penahanan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaran Cadangan Beras Pemerintah. (Ist)

KUPANG, PENATIMOR – Zulkarnaen, selaku Kepala Perum Bulog Cabang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, akhirnya dijebloskan ke dalam jeruji besi Rutan Kelas 2B Kupang sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Perum Bulog Kantor Cabang Waingapu Tahun Anggaran 2023 dan 2024.

Sebelum ditahan, Zulkarnaen terlebih dahulu dipanggil oleh penyidik Pidsus Kejati NTT untuk diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (29/5/2024) pagi.

Sesuai surat panggilan penyidik, Zulkarnaen seharusnya diperiksa pada pukul 09.00 Wita, namun hingga waktu yang ditentukan tersebut, Zulkarnaen belum juga menampakkan batang hidungnya di kantor Kejati NTT.

Tim penyidik yang dipimpin langsung oleh Kasi Penyidikan Salesius Guntur, SH., kemudian mendatangi kediaman Zulkarnaen di bilangan Oebobo. Namun penyidik tidak mendapati Zulkarnaen di rumahnya.

Penyidik lalu melacak keberadaan orang nomor satu di Bulog Waingapu itu.

Saat posisi Zulkarnaen terdeteksi, tim penyidik langsung bergerak cepat membuntuti pergerakannya. Dan, ternyata Zulkarnaen sedang menuju ke kantor Kejati NTT.

Zulkarnaen tiba di kantor Kejati NTT sekira pukul 13.00 Wita, dan kemudian langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Dia diperiksa oleh penyidik Salesius Guntur dari pukul 13.00 hingga pukul 14.00.

Usai pemeriksaan, Zulkarnaen lalu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di Poliklinik Kejati NTT, dan setelah dinyatakan sehat, tim penyidik langsung membawanya ke Rutan Kelas 2B Kupang untuk menjalani penahanan.

Terpantau, sekira pukul 16.00 Wita, Zulkarnaen yang tampak mengenakan rompi tahanan warna pink, digelandang keluar ruang pemeriksaan Pidsus menuju mobil tahanan.

Salesius Guntur yang dikonfirmasi awak media ini, mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, Zulkarnaen juga menyebutkan nama Lerry Presly Messakh selaku kepala gudang Bulog Waingapu.

Zulkarnaen bahkan mendesak penyidik agar menetapkan Lerry Presly Messakh sebagai pihak yang harus ikut bertanggung jawab dalam kasus ini.

Kepada penyidik, Zulkarnaen juga membeberkan peran Lerry Presly Messakh yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini.

“Tersangka Zulkarnaen akan menjalani penahanan di Rutan Kelas 2B Kupang, terhitung hari ini sampai dengan 20 hari ke depan. Penyidik juga sudah menjadwalkan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka,” kata Salesius.

Dijelaskan, sesuai hasil penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kajati NTT Nomor: Print-311/N.3/Fd.1/05/2024 tanggal 22 Mei 2024 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1266/N.3/Fd.1/05/2024 tanggal 22 Mei 2024, dari keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan barang bukti, maka ditemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Zulkarnaen sebagai tersangka.

Zulkarnaen dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP; Subsidair: Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP; Atau: Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Zulkarnaen diduga melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 10.798.221.250, berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus Tim Satuan Pengawasan Intern (SPI) Perum Bulog Nomor: R-03/LHA/DU303/PW.03.03/ 03/2024 tanggal 19 Maret 2024 atas Permasalahan Selisih Kurang Persediaan Beras di Gudang Kambajawa Kancab Waingapu Kanwil NTT.

Puluhan Saksi Diperiksa, Sita Kendaraan

Dalam penyidikan kasus ini, tim penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati NTT juga telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi di Waingapu, Sumba Timur pada tanggal 23 – 25 Mei 2024.

Selama di Sumba Timur, tim penyidik yang dipimpin Koordinator, Fredy Simanjuntak, SH.,MH., telah memeriksa 20 orang saksi yang terdiri dari 9 pemilik atau pengurus RPK dan 11 pegawai dan tenaga kontrak Bulog Waingapu.

Selain itu, tim penyidik juga menyita 1 unit sepeda motor merk Yamaha Fazzio dengan nomor polisi ED 2032 XX beserta dokumen kelengkapan milik Risky D. Kase.

Termasuk, penyitaan terhadap sejumlah dokumen penting terkait penyelenggaraan SPHP menggunakan CBP.

Untuk diketahui, Zulkarnaen juga diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan beras premium pada Perum Bulog Cabang Waingapu tahun anggaran 2023-2024.

Kasus ini juga telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan Zulkarnaen juga telah diperiksa sebagai saksi.

Bahkan, dalam tahap penyidikan, Zulkarnaen telah mengembalikan ke penyidik uang tunai sebesar Rp250 juta, yang mana uang tersebut didapatkan dari penyimpangan terhadap pengadaan beras premium secara fiktif tersebut.

“Tim penyidik selama di Sumba Timur juga menyita 32 dokumen yang terdiri dari 7 bundel dokumen pengadaan beras premium tahun 2023. Terkait kasus ini, penyidik juga telah memeriksa 3 orang saksi,” terang Salesius.

Dilansir sebelumnya, saat tahap penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam kegiatan penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Perum Bulog Cabang Waingapu Tahun Anggaran 2023 dan 2024, terungkap fakta bahwa dengan mengeluarkan SO manual, beberapa oknum di Perum Bulog diduga terlibat dalam korupsi berjamaah ini.

Tidak hanya itu, diduga jumlah beras yang disalurkan ke mitra Bulog justru jauh melebihi kuota yang seharusnya.

Sebanyak 1.000 ton lebih beras Bulog yang digelontorkan untuk menekan harga di pasar diduga dikorupsi oleh oknum pejabat di Bulog Waingapu.

Penanganan perkara ini telah dilakukan sejak awal bulan April 2024, dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Pada tahun 2023, Bulog Cabang Waingapu memiliki stok cadangan beras kurang lebih sebanyak 4.000 ton yang disimpan dalam gudang Bulog Waingapu.

Dimana harga eceran tertinggi (HET) beras Bulog ini pada bulan Januari – Agustus 2023 sebesar Rp 8.600/kg, sedangkan untuk bulan September 2023 hingga sekarang Rp 10.250/kg.

Untuk setiap pengeluaran beras melalui mitra Bulog di tahun 2023 menggunakan sistem e-RP.

Sementara, mekanisme pengeluaran beras di Bulog adalah mitra Bulog melakukan permohonan permintaan barang kepada Kepala Cabang Bulog Waingapu.

Selanjutnya, permohonan tersebut diterima, dan didisposisi kepada Asisten Manager SCPP untuk ditindak lanjuti apabila stok masih tersedia.

Oleh Asisten Manager SCPP, apabila stok di gudang tersedia berdasarkan sistem e-RP mengeluarkan tagihan yang harus harus dibayar mitra ke bank yang ditunjuk.

Kemudian, setelah membayar di bank sesuai tagihan, mitra kembali ke Asisten Manager untuk diterbitkan Sales Order (SO) atau Order Penjualan dan Invoice by sistem e-RP.

SO tersebut dibawah oleh mitra ke kepala gudang Bulog Kantor Waingapu untuk diproses dengan cara mengeluarkan beras sesuai SO, dan juga menerbitkan Dokumen Pengeluaran Barang.

Namun yang terjadi di Bulog Waingapu, permohonan oleh mitra kepada Kepala Kantor Cabang Waingapu diproses oleh Asisten Manager SCPP dengan cara menerima uang tunai dan menerbitkan SO Manual, dan tidak di-input di aplikasi e-RP karena SOP Bulog melarang menguarkan SO manual.

Selanjutnya, SO manual tersebut oleh kepala gudang diproses dengan cara mengeluarkan beras namun tidak mengeluarkan dokumen pengeluaran barang karena tidak terintegtasi di sistem e-RP.

Hal tersebut menyebabkan selisih stok beras di gudang dengan sistem e-RP dan juga selisih penyetoran.

Jumlah SO manual yang dikeluarkan oleh Asisten Manager SCPP sejak bulan September 2023 hingga Februari 2024 sebanyak 3.594 ton, 522 Kg dengan perhitungam HET di gudang Bulog sebesar Rp 10.250/kg.

Sementara, jumlah yang belum disetorkan oleh Asisten Manager SCPP tahun 2023 sebanyak 1.118 ton dengan hitungan HET 10.250/kg, sehingga jika diuangkan sebesar Rp 11.459.500.000.

Hingga saat ini belum dilakukan penyetoran, dan Asisten Manager SCPP, Rizky Kase, saat ini tidak diketahui keberadaanya. (bet)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mengupas Perjalanan Kajati NTT Zet Tadung Allo, Penugasan Pertama di Kejari Kupang, 9 Tahun di KPK, 3 Kali Wakajati

Published

on

Kajati NTT Zet Tadung Allo, S.H., M.H.
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Lidik Dugaan Korupsi Tanah Kemenkumham, Diduga Dijual Yonas Konay Seharga Rp 2 Miliar

Published

on

Kepala Seksi Penyidikan Kejati NTT, Salesius Guntur, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Lantik Wakajati Baru, Ini Pesan Penting Kajati NTT Zet Tadung Allo

Published

on

Kajati NTT, Zet Tadung Allo, SH., MH., menyalami Wakajati NTT yang baru, N. Rahmat R., S.H., M.H., usai pelantikan di Aula Lopo Sasando pada Rabu (12/6/2024) siang.
Continue Reading