Connect with us

HUKRIM

Akui Pengadaan Beras Premium Fiktif, Kepala Bulog Waingapu Kembalikan Rp 250 Juta ke Penyidik

Published

on

Kepala Bulog Cabang Waingapu, Zulkarnaen (Baju putih), mengembalikan uang senilai Rp250 juta yang diterima Kasi Penyidikan Bidang Pidsus Kejati NTT, Salesius Guntur, SH., pada Kamis (16/5/2024) pagi.

KUPANG, PENATIMOR – Kepala Bulog Cabang Waingapu, Zulkarnaen mengembalikan uang tunai sebesar Rp 250 juta kepada penyidik Pidsus Kejati NTT pada Kamis (16/5/2024) pagi.

Zulkarnaen yang didampingi oleh kuasa hukumnya, menyerahkan uang tersebut kepada penyidik Salesius Guntur, SH., yang juga selaku Kasi Penyidikan.

Salesius Guntur yang dikonfirmasi awak media ini di kantornya, mengatakan, Zulkarnaen beritikad baik menyerahkan uang tersebut yang menurutnya diterima dari Risky Kaseh selaku Asisten Manager SCPP, dari hasil pengadaan beras premium fiktif.

Salesius juga mengurai modus operandi yang dilakukan Zulkarnaen dan jajarannya dalam pengadaan beras premium fiktif, dimana atas persetujuan Zulkarnaen, Rizky Kaseh lalu membuat dokumen fiktif untuk memenuhi persyaratan pengadaan beras premium yang ditetapkan Perum Bulog Pusat terkait pengadaan 700 ton beras premium pada tahun 2023.

Risky Kaseh kemudian secara diam-diam mencatut nama UD Varia Usaha milik Febriansyah Abdul Rahman sebagai suplayer.

Sementara dalam dokumen tersebut, Risky Kaseh juga menyertakan dua nomor rekening bank milik orang lain.

Dokumen palsu tersebut kemudian diterima Asisten Manager Administrasi Keuangan sebagai dasar untuk mencairkan anggaran biaya pengadaan beras premium sebanyak 7 kali.

Padahal menurut SOP, Asisten Manager Administrasi dan Keuangan wajib menolak permintaan pencairan bila mengetahui bahwa dokumen-dokumen tersebut palsu atau dipalsukan.

Namun sesuai hasil penyelidikan, diketahui bahwa Asisten Manager Administrasi dan Keuangan ditekan oleh Risky Kaseh untuk menerima dokumen yang dipalsukan tersebut.

“Dari 7 kali pengadaan beras premium, diketahui 6 kali pengadaan itu fiktif. Hanya satu kali pengadaan yang real, dan itu melalui CV Sumber Makmur Blora sebanyak 90 ton dengan total dana Rp 1.035.000.000 pada periode tahun 2023-2024. Dokumen yang diajukan ke Bulog Pusat sebagai syarat pencarian anggaran pengadaan beras premium semuanya fiktif, seperti laporan pemeriksaan kualitas beras, dokumen penerimaan barang juga direkayasa. Berasnya pun merupakan beras medium di gudang Bulog yang hanya diganti kemasan beras premium,” beber Salesius.

“Total pengadaan beras premium fiktif sebanyak 282,500 ton dengan total anggaran senilai Rp3.520.250.000. Uang yang dicairkan kemudian dibagi-bagi ke beberapa pegawai di Bulog Waingapu. Belum termasuk selisih harga jual beras premium palsu yang ternyata beras medium, itu juga digunakan untuk kepentingan pribadi,” lanjut dia.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton yang dikonfirmasi media ini, Selasa (14/5/2024), memberikan dukungan penuh kepada penyidik Pidsus Kejati NTT untuk mengungkap kasus ini hingga terang benderang, dan memberikan hukuman berat kepada para pelaku yang terlibat.

“Kita dukung Kejati proses hukum oknum pegawai Bulog di NTT yang nakal. Urusan beras tidak boleh main-main karena itu menyangkut hidup-mati warga,” tandas Darius.

“Kita juga mendukung Kejati untuk tuntut oknum pegawai Bulog yang nakal dengan tuntutan hukum yang terberat,” lanjut dia.

Untuk diketahui, tim penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur mengungkap fakta baru dari penanganan kasus dugaan korupsi penyelenggaran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2023 pada Perum Bulog Kantor Cabang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Dimana, terungkap adanya dugaan beras premium palsu yang didistribusi oleh Perum Bulog ke masyarakat. Terhadap dugaan kasus ini, penyidik Tipidsus telah melakukan penyelidikan secara terpisah.

Kepala Seksi Penyidikan, Salesius Guntur, SH., yang dikonfirmasi media ini, Jumat (3/5/2024), mengatakan, penyelidikan baru tersebut terkait dengan dugaan pengadaan fiktif beras premium oleh Perum Bulog di NTT.

“Penyelidikan baru ini terkait dengan pengadaan fiktif beras premium oleh Perum Bulog, untuk seluruh wilayah NTT,” terang Salesius.

“Banyak fakta baru yang kami temukan, sehingga untuk kasus ini kami telah lakukan penyelidikan sendiri,” lanjut dia.

Salesius melanjutkan, temuan penyidik saat ini adalah adanya dugaan pengadaan fiktif beras premium yang menelan biaya sebesar Rp 5 miliar.

“Jadi di Bulog ini dibuat seolah-olah ada pengadaan beras premium, tapi ternyata tidak ada pengadaan. Oknum di Bulog ini mengambil beras medium atau beras lokal dari masyarakat, lalu dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium, dan dijual sesuai harga premium,” beber Salesius.

“Dari penjualan beras premium palsu ini, mereka mengambil keuntungan yang signifikan dari selisih harga besar medium dan premium,” imbuhnya.

Masih menurut Salesius, penyelidikan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh di wilayah NTT, mengingat masing-masing kantor cabang Bulog mendapat kuota cadangan beras pemerintah untuk stabilitasi harga.

“Jadi penyelidikan ini untuk seluruh NTT, karena dugaan kami motif nya hampir sama semua,” ungkap Salesius. (bet)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Diduga Terlibat Pengeroyokan, Oknum Sipir Rutan Kupang dan Rekannya Ditangkap Polisi, Terancam 5 Tahun Bui

Published

on

Tim Jatanras Polres Kupang Kota berhasil menangkap seorang oknum sipir rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Kupang dan rekannya yang diduga terlibat kasus tindak pidana pengeroyokan.
Continue Reading

HUKRIM

Kajati Jateng Lantik 11 Kajari Baru, Ada 1 Putra NTT

Published

on

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Ponco Hartanto melantik 11 Kajari baru di Semarang, Kamis (20/6/2024).
Continue Reading

HUKRIM

Resmi Kajari di SOLO RAYA, Roberth Lambila Komit Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

Published

on

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ponco Hartanto, S.H., M.H., saat melantik Dr Roberth Jimmy Lambila, S.H., M.H., sebagai Kajari Karanganyar pada Kamis (20/6/2024).
Continue Reading