SPORT
Kejutan Pra PON 2023: NTT Juara Grup D, Bali Gagal Lagi, Sulsel Siap Bersaing

DENPASAR, PENATIMOR – Kualifikasi cabang sepakbola PON XXI Aceh-Sumut menjadi panggung kejutan besar, dengan Tim Pra PON NTT meraih prestasi yang mengagumkan.
Mereka berhasil merebut juara grup D dalam kompetisi ini, yang berlangsung di Denpasar, Bali.
Meski Tim Bali menang 4-3 atas NTB dalam pertandingan yang penuh gairah, Bali gagal lagi ke PON, mengulangi kegagalan tahun lalu di PON XX Papua.
Sebagai tuan rumah Pra PON, harapan tinggi menghiasi Bali untuk memanfaatkan kesempatan ini dan tampil cemerlang.
Sayangnya, NTT, tim yang menjadi momok bagi Bali, tidak memberikan mereka kemudahan.
NTT kali ini berhasil lolos setelah meraih kemenangan atas NTB dan Bali, mengingatkan pada tahun 2019 ketika NTT menghentikan langkah Bali di Stadion Samudra Kuta Bali.
Kini, pertarungan seru terulang kembali di Stadion Ngurah Rai Denpasar pada Kamis, 19 Oktober 2023.
Pertarungan sengit antara dua tim berakhir dengan kemenangan NTT, yang mampu mencetak gol semata wayang melalui own goal bek Bali, Muhammad Rangga Renaldho, pada menit 29.
Kemenangan ini memastikan tiket NTT menuju PON XXI Aceh Sumut tahun 2024. Meskipun laga terakhir melawan Sulawesi Selatan sudah tidak menentukan lagi, NTT tetap tampil ngotot dengan materi terbaik, seperti ketika mereka mengalahkan Bali di match kedua Pra PON Grup D.
Di sisi lain, Sulawesi Selatan (Sulsel) juga menciptakan kejutan dalam kompetisi ini. Sulsel berhasil meraih tiket sebagai runner up terbaik grup D setelah mengalahkan NTT dengan skor 1-2 di Stadion Kompyang Sujana Denpasar, pada Sabtu, 21 Oktober 2023.
Hasil ini membawa Sulsel sebagai salah satu runner up terbaik dari grup D yang akan tampil di PON XXI Aceh Sumut.
Mereka memiliki ambisi besar untuk meraih emas dalam cabang sepakbola dan percaya pemain mereka tampil gemilang dalam laga ini.
Ahmad Djafri, Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulsel, menyatakan bahwa Sulsel akan tampil dalam kondisi terbaik pada PON XXI dan menargetkan medali emas dalam cabang sepakbola.
Ia memuji penampilan pemain Sulsel dalam kompetisi ini, yang menunjukkan potensi besar mereka.
Sementara itu, asisten pelatih Tim Pra PON NTT, Patrick Domal, mengaku bahwa timnya sudah memberikan yang terbaik dalam laga ini. Namun, beberapa peluang belum mampu dikonversi menjadi gol.
Tim Pra PON NTT juga berfokus pada pembenahan untuk tampil lebih baik di kompetisi berikutnya.
Manager Tim Pra PON NTT, Ridwan Angsar, menyatakan bahwa setelah lolos PON XXI sebagai juara grup D, mimpi masyarakat NTT adalah meraih medali emas di PON.
Dia menekankan bahwa tak ada yang tak mungkin jika semua elemen dan Asprov PSSI NTT bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut.
Saat Sulsel bergabung dalam grup ini, tim Pra PON NTT awalnya hanya menargetkan menjadi runner up terbaik, yang dianggap prestasi yang baik.
Namun, mereka menyadari bahwa Sulsel memiliki posisi penting dalam sepakbola Indonesia Timur, dengan klub besar seperti PSM Makassar di Sulsel dan Bali United di Bali.
Pengawas pertandingan dalam pertemuan NTT vs Sulsel, Mufangat yang berasal dari Kabupaten Kulon Progo, menjelaskan bahwa dengan hasil pertandingan match ketiga, NTT keluar sebagai juara grup D dengan 6 poin, sedangkan Sulsel menjadi runner up dengan 5 poin.
Sementara itu, Bali dan NTB menempati posisi juru kunci grup. Dalam konteks adendum penentuan lima runner up terbaik yang melangkah ke PON dari enam grup kualifikasi, Mufangat menjelaskan bahwa hitungan poin ini hanya diterapkan pada peringkat kedua setiap grup. Untuk posisi juara grup tidak diterapkan. Sehingga dari grup D, NTT dipastikan menjadi juara grup, yang merupakan prestasi membanggakan bagi mereka.
Keberhasilan NTT, kejutan Sulsel, dan kekecewaan Bali menjadi cerita menarik dalam kualifikasi cabang sepakbola PON XXI Aceh Sumut. Ini membuka jalan bagi persaingan sengit dan pertunjukan menarik di PON XXI, yang akan datang. (bet)











