Connect with us

KOTA KUPANG

23 Peserta Meriahkan Lomba Paduan Suara Paskah Kapolda NTT, Total Hadiah Rp175 Juta

Published

on

TABUH GONG. Wakapolda NTT Brigjen Pol Drs. Heri Sulistianto menabuh gong untuk membuka lomba paduan suara Paskah Kapolda NTT di Aula El Tari Kupang, Minggu (26/3/2023) sore.

KUPANG, PENATIMOR – Menyongsong perayaan Paskah tahun 2023, Polda NTT untuk pertama kalinya menyelenggarakan lomba paduan suara gerejawi lagu-lagu Paskah antar gereja maupun instansi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula El Tari Kupang pada Minggu (26/3/2023) sore ini dibuka oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Drs. Heri Sulistianto.

Acara pembukaan lomba yang diikuti oleh 23 peserta ini, dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Dr. Josef Nai Soi, para Forkopimda NTT, Penjabat Wali Kota Kupang George M. Hadjo, SH., para Pejabat Utama Polda NTT dan para Tokoh Agama serta undangan lainnya.

Pembukaan kegiatan Lomba Panduan Suara Gerejawi lagu-lagu Paskah ini ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wakapolda NTT.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 26 hingga 29 Maret 2023, yang mana lagu yang diperlombakan adalah lagu wajib, ”Bila Badai Menerpa Hidupmu”.

Sedangkan lagu pilihan terikat untuk semua paduan suara yaitu, ”Besar dan Perkasa”, ”Janganlah Membalas Yang Jahat” ”Bermazmurlah”, ”Pertolongan Kita”, dan ”Jangan Takut”.

Sementara juara lomba ditentukan oleh juri dalam perlombaan dan berdasarkan penampilan peserta lomba dengan perolehan nilai tertinggi dari urutan I-VI.

Perolehan penghargaan pemenang I-VI dan favorit akan diberikan dalam bentuk trofi, piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan dengan total hadiah Rp175 Juta.

Dalam sambutannya, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum., yang dibacakan oleh Wakapolda, menyampaikan bahwa, maksud dan tujuan diadakan lomba ini adalah sebagai media komunikasi dan pembinaan mental, spiritual, moral serta etika umat Kristiani sekaligus sebagai salah satu perwujudan iman kristiani dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kegiatan ini juga untuk membina kerukunan umat beragama dan ajang untuk  menghasilkan kelompok paduan suara gereja. Sehingga momonetum yang baik ini kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merajut kebersamaan dan  pembangunan rohani sebagai pembinaan mental dalam upaya untuk penghayatan Kitab Suci, meningkatkan nilai- nilai keagamanan dan memperkokoh iman umat Kristiani”.

Lanjut, dari kegiatan ini diharapkan umat Kristiani memiliki integritas dan pengamalan untuk terciptanya kerukunan umat beragama di NTT.

Lomba paduan suara gereja ini bukan sebagai ajang lomba semata, namun olah vokal untuk membangun kebersamaan dan semangat kita semua, paling utama dalam lomba ini adalah spirit kebersamaan kita semua.

“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan lomba ini yang digelar mulai tanggal 26-29 maret 2023 di aula Eltari Kupang, dengan 24 peserta paduan suara yang berpartisipasi dapat berjalan dengan baik dan lancar dan dapat menunjukan penampilan yang terbaik untuk memuji Tuhan,” harap Kapolda dalam sambutannya.

Adapun tema kegiatan ini yakni, “Dengan Semangat Paskah, kita tingkatkan soliditas Polri dan Masyarakat dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Tema ini sendiri Wakapolda NTT menyatakan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 dimana tugas pokok Polri selaku pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, memerlukan kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan rasa aman, nyaman serta untuk mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang dapat muncul menjadi gangguan kamtibmas.

“Saya menyambut baik penyelenggaraan lomba paduan suara ini, karena sejalan dengan program transformasi organisasi Polri Presisi dalam menjadikan SDM Polri yang unggul di era Police 4.0. Selain itu, penyelenggaraan lomba ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan Provinsi NTT dibidang agama yakni, peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama di provinsi ntt. juga dalam mewujudkan visi dan misi Provinsi NTT menuju NTT bangkit, NTT sejahtera”, katanya.

Diakhir sambutannya, Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi dari semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Lomba  Paduan Suara Gerejawi Lagu-lagu Paskah.

“Selanjutnya kepada para peserta paduan suara, dewan juri saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya telah mengambil bagian dan berpartisipasi dalam memuji Tuhan. Saya juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kiranya pelaksanaan lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata. Namun juga sebagai upaya pembinaan mental, spiritual, dan moral sebagai perwujudan keimanan, memupuk tali persaudaraan, rasa kebersamaan dan kesatuan umat kristiani di bumi Flobamora,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT menyamapikan ucapan terima kasih kepada Polri, dalam hal ini Polda NTT yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan lomba paduan suara gerejawi lagu-lagu paskah.

“Terima kasih kepada pihak Kepolisian yang sudah melakukan kegiatan ini yang sangat luar biasa dan muda-mudahan kegiatan ini bisa dilakukan terus menerus sehingga Nusa Terindah Toleransinya bisa tercapai,” kata Josef Nae Soi.

Ia juga memberikan pesan kepada peserta lomba untuk mengikut lomba dengan baik dan fair. “Saya pesan supaya berlomba lah dengan fair. Menang dengan hormat, kalah dengan sopan,” pesan Wagub. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!