Connect with us

PENDIDIKAN & SASTRA

Program Zona Belajar, Cara Cerdas Kepsek SMPN 6 Kupang Bentuk Perilaku Belajar Anak Pasca Pulang Sekolah

Published

on

Kepala SMP Negeri 6 Kupang Beny Mauko, S.Pd, M.Hum., saat berkunjung ke salah satu titik belajar.

KUPANG, PENATIMOR – Zona belajar merupakan salah satu program inovatif SMP Negeri 6 Kota Kupang dalam rangka mewujudkan visi “Generasi Cemara NBD” (Cerdas, Mandiri, dan Berakhlak dalam Bingkai Sekolah yang Nyaman, Bersih dan Damai).

Program ini disasarkan pada siswa kelas 9 yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian sekolah.

Konsep Zona Belajar adalah kegiatan belajar mandiri siswa yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok belajar berdasarkan zona tinggal.

Teknis pelaksanaanya digambarkan sebagai berikut. Pertama, siswa kelas 9 yang berjumlah 268 dibagi dalam kelompok belajar dengan kisaran anggota 5 – 7 orang oleh Wakasek Kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling.

Pembagian ini menghasilkan 52 kelompok yang mencerminkan 52 titik belajar yang meliputi Zona Nunbaun Delha, Manutapen, Nunhila, Fatufeto, Mantasi, Namosain, Rumah Tujuh, Tenau, Alak-Penkase, Naikoten, Oeba, dan Naimata.

Kedua, setiap titik belajar ditentukan salah satu rumah sebagai tempat belajar. Orangtua pemilik rumah ditetapkan sekolah sebagai penanggung jawab untuk kelompok belajar tersebut.

Jadi orangtua pemilik rumah akan menjadi mitra sekolah dalam hal ini membantu sekolah untuk mempresensi siswa dan mengisi jurnal belajar.

Ketiga, oleh Wakasek Kurikulum ditetapkan jadwal belajar yang dimulai dari Pukul 16.00 – 19.00 WITA. Satu hari siswa belajar satu mata pelajaran. Mata pelajaran yang dipelajari di zona belajar adalah meliputi enam mata pelajaran yakni Bahasa Indonesi, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan PPKn. Keempat, sekolah membagikan kumpulan soal untuk enam mata pelajaran tersebut dan didistribusikan ke setiap kelompok belajar. Setiap kelompok membahas soal-soal tersebut dengan cara menentukan jawaban benar dari setiap soal lalu menjelaskan mengapa jawaban tersebut benar.

Uraian atau pembahasan terhadap setiap jawaban benar dicatatkan dalam buku catatan pembahasan soal oleh masing-masing siswa. Jadi setiap siswa wajib memiliki buku catatan pembahasan soal.

Selain itu, untuk memperkaya sumber belajar, siswa juga diperlengkapi dengan buku Fokus US yang dari penerbit Erlangga dan link materi dari YouTube dan Google.

Kelima, guna memantau keterlaksanaan kegiatan belajar, ditempatkan tim pemantau dan pendamping yakni para guru yang lokasi tinggalnya tidak jauh dari titik-titik belajar siswa.

Tugas bapak dan ibu guru tersebut adalah memantau dan mendampingi anak-anak pada saat belajar kelompok. Mencatatkan hal-hal tertentu yang terjadi di titik kumpul termasuk keaktifan siswa, sumber belajar, sarana prasarana belajar, dan lain-lain untuk dilaporkan ke Wakasek Kurikulum. Satu guru bisa menangani dua sampai tiga kelompok belajar.

Keenam, hasil belajar di setiap kelompok belajar berupa catatan pembahasan soal dari setiap siswa akan dikonfirmasi oleh guru mata pelajaran pada saat les tambahan yang dilaksanakan setiap hari di jam sekolah.

Jadi pada saat les, guru akan mengonfirmasi jawaban dan pembahasan dari setiap soal yang dilakukan siswa. Saat les tambahan di sekolah, guru mata pelajaran akan mengoreksi jawaban jika salah, tetapi jika benar guru tinggal memberikan penguatan dan pengayaan.

Ketujuh, semua hasil belajar yang tertuang dalam catatan siswa akan ditandatangani orangtua penanggung jawab di titik, guru pendamping atau pemantau, dan mengetahui kepala sekolah pada setiap hari Sabtu.

Kedelapan, tugas kepala sekolah adalah setiap hari mulai Pukul 16.00 – 19.00 WITA ditemani guru Bimbingan Konseling dan seorang security mengelilingi titik-titik belajar untuk memastikan bahwa kegiatan belajar kelompok tersebut berjalan baik dan juga untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa.

Kepala SMP Negeri 6 Kupang Beny Mauko, S.Pd, M.Hum., mengatakan, apa yang dilakukan ini merupakan bentuk intervensi sekolah terhadap perilaku belajar siswa terutama terhadap siswa kelas 9.

“Kita tahu bahwa fakta hari ini menunjukkan rendahnya minat belajar siswa. Proses pendidikan hanya terkesan hanya dipandang formalitas bagi siswa. Oleh karena itu, terobosan inovasi program wajib kami lakukan. Saya yakin bahwa dengan cara kepala sekolah mengintervensi perilaku belajar siswa ketika berada di luar sekolah, secara otomatis akan terbentuk pembiasaan,” jelas Beny.

Zona belajar ini menurut dia, dibuat tidak hanya untuk mengejar hasil belajar berupa perolehan nilai ujian sekolah.

“Itu target kedua. Target utama kita adalah terbentuk pembiasaan perilaku belajar anak pasca pulang dari sekolah. Bahwa dari program zona belajar ini siswa akan mendapatkan nilai baik pada saat ujian sekolah, tentu itu merupakan harapan ideal dari siswa, orangtua, maupun sekolah yang akan berimplikasi pada mutu output sekolah. Saya yakin bahwa melalui zona belajar yang dilaksanakan kurang lebih tiga bulan, setiap hari Senin sampai dengan Sabtu selama tiga jam siswa belajar akan tercapai dua hal, pertama, terbentuknya pembiasaan perilaku belajar, dan kedua, mutu output SMP Negeri 6 Kupang akan lebih baik dan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kota Kupang,” urai Beny.

Beny yang juga Ketua Forum Peduli Martabat Guru Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPMG NTT) itu melanjutkan, program ini dimulai dengan sekolah mengundang rapat orangtua siswa kelas 9 pada Sabtu (4/2/2023).

Pada saat rapat, Beny memaparkan konsep zona belajar dan teknis pelaksanaannya kepada orangtua/wali siswa.

Berdasarkan pemaparan kepala sekolah, orangtua diminta persetujuan, komitmen, dan tanggung jawab untuk bersama menyukseskan program tersebut.

Selanjutnya, orangtua yang rumahnya diproyeksikan menjadi titik belajar, diminta kesediaan dan komitmen kemudian kepada orangtua tersebut dibagikan kumpulan soal, daftar hadir dan jurnal belajar dari sekolah.

Program zona belajar yang dipaparkan mendapat dukungan bahkan apresiasi dari semua orangtua.

“Oleh karena dukungan orangtua yang begitu luar biasa, puji Tuhan pada hari Senin, 7 Pebruari 2023 pukul 16.00 WITA 52 titik belajar secara serentak melaksanakan kegiatan belajar yang dipantau para guru. Harapan kami, sekiranya anak-anak konsisten belajar hingga hari terakhir pemberlakuan zona belajar yakni pada Sabtu, 29 April 2023,” ungkap Beny Mauko.

Sosok yang pernah menjadi Kepsek berprestasi tingkat Kota Kupang itu melanjutkan, untuk minggu pertama pelaksanaan program ini, siswa berantusias hadir dan belajar bersama di titik belajar.

Hal ini ia saksikan langsung ketika berkeliling melakukan kunjungan ke titik-titik belajar. Dari 10 titik belajar yang sudah dikunjungi, ia mengaku bisa merasakan hal itu.

“Bahkan saya dibuat terharu melihat antusias para siswa. Mereka juga sangat berantusias menyambut saya. Saya berkesempatan memberikan nasehat dan motivasi bagi mereka. Kami bercakap dan berakhir dengan foto bersama. Dan tentu ini sesuatu yang luar biasa. Ada kehangatan hubungan yang kami ciptakan antara kepala sekolah dan guru dengan para siswa serta orangtua yang tentu akan berimplikasi positif bagi kesuksesan program ini,” ungkap Beny.

Tidak hanya siswa, Beny mengaku dirinya bisa merasakan juga perasaan orang tua, pasalnya mereka begitu hangat menyambut kehadirannya.

Bahkan orangtua secara gamblang mengungkapkan ucapan terima kasih dan mengatakan bahwa program ini sangat bagus karena berhasil membuat anak-anak mereka memanfaatkan waktu untuk belajar.

Menurut para orangtua, selama ini anak-anak pada sore hari tidak pernah ada d i rumah. Di malam hari, tidak pernah menyentuh buku untuk belajar. Nasehat dan marah sekali pun dari orangtua tidak pernah digubris. Tetapi karena program ini, sejak hari Senin, mereka pergi ke titik belajar untuk belajar bersama.

Norince A. Leo, S.Pi., orangtua dari Putra Mautang ketika ditanyakan tanggapannya melalui WhatsApp, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas diadakannya program ini.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kepala Sekolah dan bapak/ibu guru yang sudah mempercayakan tempat kami menjadi salah satu zona tempat untuk anak-anak belajar. Sebagai orangtua saya berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap ide cemerlang dari kepala sekolah dan seluruh bapak/ibu guru karena dengan strategi ini anak-anak lebih fokus untuk belajar. Harapan saya dengan cara ini, saya percaya mereka akan bisa memahami setiap pelajaran. Doa saya mereka pasti berhasil. Kiranya kerja sama orangtua dan pihak sekolah terus terjalin untuk kemajuan generasi masa depan kita. Tuhan Yesus memberkati,” ungkapnya.

Orangtua lainnya, Dominikus Alomau mengakui bahwa program yang dicetuskan kepala sekolah ini sangat membantu orangtua dalam menertibkan perilaku belajar anak.

“Program yang Bapak Kepsek buat sangat bagus untuk kemajuan anak-anak di dalam belajar. Anak-anak juga dilatih untuk bertanggung jawab dengan dengan apa yang mereka lakukan. Kami sebagai orangtua terbantu dengan adanya kegiatan belajar di zona karena mengurangi bahkan meniadakan anak-anak punya jam bermain. Anak-anak dibuat lebih fokus ke belajar. Kami sebagai orangtua mengharapkan proses belajar dalam tiga bulan akan membuat anak-anak mendapatkan nilai yang maksimal dan mereka juga merasakan bahwa proses belajar yang mereka lakukan ini untuk mendidik mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri dan disiplin,” katanya penuh optimis. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!