Connect with us

HUKRIM

Polres Kupang Percepat Distribusi Bantuan bagi Warga Terdampak Longsor Takari

Published

on

Kabag Ops Polres Kupang Kompol Yulianus Lau menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak longsor di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

OELAMASI, PENATIMOR – Langkah cepat pemerintah baik provinsi maupun Kabupaten Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilakukan dengan memberikan bantuan sembako kepada 11 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak longsor di Jalan Trans Timor Km 72, Kecamatan Takari pada Jumat (18/2/2023) malam, diimbangi dengan kesigapan personel Polres Kupang.

Pasalnya saat bantuan datang, personel Polres Kupang sudah siaga satu di lokasi bencana longsor sehingga pendistribusian  logistik berjalan aman dan lancar.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto S.I.K, M.H., menerangkan bahwa anggotanya akan melakukan siaga satu di lokasi bencana guna memberikan bantuan apabila diperlukan.

“Anggota kami sudah stand by 24 jam di lokasi longsor, dan siap memberikan bantuan kepada masyarakat kapan saja,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa bantuan ini diberikan karena 11 KK yang terdampak longsor, harus mengungsi ke rumah sanak keluarga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, karena rumah mereka berada dekat dengan area longsor.

Bantuan berupa sembako ini diserahkan langsung oleh Camat Takari Hendra Mooy dan Kabag Ops Polres Kupang Kompol Yulianus Lau serta Kepala BPBD Provinsi NTT.

Usai menyerahkan bantuan tersebut, Kepala BPBD dan segenap pejabat Pemda Kabupaten Kupang meninjau proses perbaikan lokasi   longsor.

Diberitakan sebelumnya, ruas Jalan Trans Timor yang menghubungkan Kota Kupang dengan kota-kota kabupaten lainnya di daratan Timor serta negara tetangga Timor Leste, kini putus total karena mengalami longsor yang cukup parah.

Titik longsor yang terjadi yaitu pada kilometer 72 Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terjadi pada Jumat (17/2/2023).

Kejadian ini disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Takari dan sekitarnya.

Kapolres Kupang AKBP FX. Irwan Arianto, S.I.K, M.H., membenarkan adanya kejadian ini.

Kapolres meminta pengguna jalan untuk berhati-hati karena saat ini pemerintah masih berkoordinasi membangun jalur alternatif.

“Ya, semalam dilaporkan dari Kapolsek Takari, bahwa ruas jalan Timor Raya tepatnya di kilometer 72 mengalami longsor,” terangnya.

“Hingga pagi ini pemerintah dan TNI-Polri sedang berkoordinasi membangun jalur alternatif guna memperlancar akses jalan yang putus total sejak tadi malam,” tambahnya.

Terpantau, tumpukan material longsor yang berasal dari sisi tebing jalan memenuhi jalan raya dengan jumlah yang sangat besar sehingga tidak bisa dikerjakan secara manual.

Petugas bersama warga setempat sedang melakukan survei mencari jalur alternatif yang akan dibangun dengan menghubungkan RT01/RW 01 Kelurahan Takari hingga RT 08/RW 04 Desa Noelmina Kecamatan Takari Kabupaten Kupang dengan panjang sekitar 2 kilometer.

AKBP Irwan menambahkan bahwa sejak terjadi longsor pukul 20.00 Wita, pengusaha bersama masyarakat dan dibantu TNI-Polri sudah melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan raya.

Namun material masih terus berjatuhan menuju jalan sehingga pada Sabtu, sekira pukul 01.00 Wita dini hari tadi, pekerjaan terpaksa dihentikan.

“Semalam sudah dilakukan pembersihan, namun material longsor masih terus berjatuhan sehingga diputuskan untuk menghentikan pengerjaan tersebut,” pungkas Kapores Kupang.

Butuh Waktu Seminggu untuk Normal

Butuh waktu dalam seminggu untuk menormalkan kembali Jalan Trans Timor yang putus akibat tertimbun longsoran di Takari, Kabupaten Kupang.

Longsor yang terjadi Jumat (17/2/2023) malam di Km 72 ini menutup badan jalan sepanjang sekitar 200-300 meter.

Putusnya ruas jalan vital yang menghubungkan kota-kota kabupaten di daratan Timor ini mengakibatkan kendaraan mesti berhenti tanpa ada kepastian kapan bisa melewatinya.

“Hingga pagi ini pemerintah dan TNI-Polri sedang berkoordinasi membangun jalur alternatif guna memperlancar akses jalan yang putus total sejak tadi malam,” ungkap Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, Sabtu (18/2/2023).

Arianto, sebagaimana  dirilis dari kupang-tribunnews.com mengatakan, petugas bersama warga setempat sedang melakukan survei mencari jalur alternatif yang akan dibangun dengan menghubungkan RT.01 RW.01 Kelurahan Takari  hingga RT 08 RW.04 Desa Noelmina, Kecamatan Takari dengan panjang sekitar 2 kilometer.

Menyusul longsoran ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Sabtu kemarin menurunkan 4 unit excavator untuk mengeruk longsoran.

Longsor yang menimbun jalan nasional ini diperkirakan bisa dikeruk dalam waktu satu pekan ke depan untuk bisa membuka kembali jalur akses transportasi.

Kepala BPJN NTT, Agustinus Junianto, kepada media di lokasi longsor mengatakan,  untuk mengatasi longsor ini sekitar 8 unit alat berat yang akan mereka turunkan.

Ada empat unit excavator yang sudah mulai beroperasi dan dua loder ditambah dua excavator lagi yang akan diturunkan hari ini di lokasi longsor.

“Targetnya ini kita bisa segera tuntaskan,  tapi saya belum bisa memastikan berapa lama, tapi saya lihat dengan kondisi ini sekitar satu minggu baru bisa selesai,” ungkapnya.

Sementara akses alternatif yang ada sementara hanya bisa dilintasi roda dua yang berada di bawah kaki bukit yang longsor.

Untuk itu mereka masih mencoba melalukan survei beberapa ruas jalan yang bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.

“Lokasi yang longsor ini sekitar 200 hingga 300 meter ke depan dengan ketebalan longsor di atas 10 meter, ini tidak bisa kita pastikan, tapi saya yakin kami bisa berikan waktu maksimal,” tegasnya. (*/bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!