SPORT
Open Tournament Taekwondo Kejati NTT Akan Diikuti 800 Peserta, 145 Atlet dari Timor Leste

KUPANG, PENATIMOR – Panitia Open Tournament Taekwondo Kejati NTT tahun 2022 melakukan rapat pemantapan jelang pelaksanaan event akbar dengan total hadiah sebesar Rp100 juta tersebut.
Rapat yang berlangsung di Aula Lopo Sasando Kejati NTT pada Selasa (6/12/2022) itu dihadiri oleh Kajati NTT Hutama Wisnu, SH.,MH.
Kajati pada kesempatan ini memberikan arahan kepada panitia agar dapat melaksanakan amanah ini secara profesional sehingga turnamen dapat berjalan dengan baik dan sukses.
“Tim panitia harus solid dari sisi pertandingan dan juga keamanannya. Harapannya panitia dapat mengambil amanah ini, sehingga turnamen terlaksana dengan baik tanpa kendala yang berarti,” ujar Kajati yang didampingi oleh Ketua Panitia Jaja Raharja, SH.,MH., dan Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia. Karena animo peserta cukup banyak, sehingga sudah harus mengalkulasi kesiapannya agar semuanya bisa terselenggara dengan baik,” lanjutnya.
Sementara, Ketua Panitia Jaja Raharja, melaporkan bahwa turnamen ini akan berlangsung di GOR Oepoi Kupang pada tanggal 9-11 Desember 2022.
Kompetisi ini juga akan diikuti oleh peserta dari 39 dojang taekwondo di NTT, termasuk dari negara tetangga Timor Leste.
“Peserta dari 39 dojang. 10 dojang dari Timor Leste dengan total 145 atlet, dan 29 dojang dari kota dan kabupaten di NTT. Sehingga total 800 peserta. Sebagian peserta dari Timor Leste saat ini sudah berada di Kupang dan sudah difasilitasi penginapan pada salah satu hotel,” ungkap Jaja Raharja yang juga Asisten Datun Kejati NTT.
Jaja juga menyampaikan bahwa turnamen ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet potensial untuk NTT, termasuk meningkatkan geliat ekonomi dan pariwisata di daerah ini.
Sementara, pada kesempatan itu panitia juga menghadirkan pihak Direktorat Intelkam Polda NTT yang menyampaikan tentang rencana pengamanan terhadap seluruh pelaksanaan turnamen tersebut.
Pada kesempatan itu dibahas pula kesiapan sarana prasarana untuk pelaksanaan turnamen, mulai dari kesiapan tempat hingga fasilitas penunjang lainnya.
Dudy Baranuri juga menambahkan tentang kesiapan GOR Oepoi sebagai tempat pelaksanaan turnamen.
“GOR Oepoi kapasitasnya 6000 orang, jadi dengan estimasi peserta yang ada sekarang sudah tentu sudah sangat siap,” ungkap Dudi.
Dudi juga menyampaikan bahwa panitia juga didukung peralatan Protector Scoring System dari Timor Leste.
“Biasanya alat ini kita sewa dan biayanya sangat mahal. Tapi syukur dari Timor Leste sudah membantu sebanyak dua unit,” imbuhnya. (nus)











