Connect with us

EKONOMI

Sudah Sepekan Warga Kupang Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah

Published

on

Antrean warga untuk mendapatkan minyak tanah di pangkalan.

KUPANG, PENATIMOR – Bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalami kelangkaan.

Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari sepekan, dan tidak sedikit warga mengeluh karena tidak kebagian jatah minyak tanah saat mengantre di pangkalan.

Yacoba, warga Kelurahan Batuplat Kecamatan Alak, Kota Kupang, mengaku sudah sepekan lebih kesulitan mendapatkan minyak tanah.

Ia bahkan telah mencari hingga ke beberapa pangkalan di kelurahan lain, namun tetap saja nihil.

Yacoba yang juga seorang penjual jajanan kue, mengaku sejak beberapa hari terakhir sudah ikut mengantre di pangkalan, namun tidak mendapat jatah minyak tanah.

Dia pun terpaksa membeli minyak tanah pada pengecer dengan harga Rp10.000 per botol yang diisi dalam botol air mineral berukuran besar.

Namun hari ini ia kembali mengantre lagi di pangkalan di dekat rumahnya, dan baru mendapat minyak tanah.

Yacoba berharap agar kuota minyak tanah di Kota Kupang kembali normal, karena sebagian besar warga sangat membutuhkan apalagi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Semoga kembali normal seperti biasa, andaikan harga mau dinaikkan tolong pihak yang menyalurkan minyak ini menginformasikan dengan jelas. Karena kami masyarakat semua butuh. Kami masyarakat ekonomi menengah belum semua bisa pakai gas,” harap Yacoba.

Pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Batuplat, Jefri Nalle, mengatakan, kelangkaan ini bisa terjadi karena kebijakan dari pemerintah, maupun dari pihak Pertamina.

Karena beberapa bulan lalu setiap pangkalan mendapatkan jatah lima drum, namun sekarang dikurangi menjadi empat drum.

“Jadi kita pemilik pangkalan hanya ikut-ikut aturan saja. Hari ini kita bagi empat drum dan habis semua, tapi banyak warga yang tidak dapat jatah,” ujar Jefri Nalle.

Karena banyak warga yang mengantre, Jefri berencana memakai kupon, dan lebih mengutamakan warga setempat agar semuanya mendapatkan minyak tanah. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!