KOTA KUPANG
Pemkot Kupang Akan Renovasi Podium Balai Kota, Rencana Anggaran Rp600 Juta

KUPANG, PENATIMOR – Wacana renovasi podium upacara di Balai Kota Kupang yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang harus ditunda.
Penundaan renovasi podium upacara ini dikarenakan tidak begitu mendesak.
Karena itu, Pemkot Kupang merencanakan baru akan merenovasi podium upacara tersebut pada Tahun Anggaran Murni 2023 mendatang.
Bahkan, anggaran untuk renovasi podium upacara itu telah diredesain oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kupang.
Sesuai rencana, anggaran sebesar Rp600 juta yang akan digunakan untuk merenovasi podium upacara diredesain dan akan kembali diusulkan pada Persidangan Anggaran Tahun 2023 mendatang.
Hal ini disampaikan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Kupang, Kamis (22/9/2022).
Menurut Maxi Dethan, redesain anggaran hanya dilakukan untuk anggaran renovasi podium upacara Balai Kota Kupang. Sementara pengerjaan plafon gedung Balai Kota Kupang tetap dilaksanakan.
“Kalau untuk plafon tetap lanjut dan anggarannya sekira Rp1,6 miliar. Paling lambat akhir September ini sudah akan dikerjakan sehingga diharapkan selesai tepat waktu yakni pada Desember nanti,” ujarnya.
Maxi Dethan melanjutkan, renovasi plafon gedung Balai Kota Kupang akan dilakukan mulai dari lantai satu hingga lantai tiga sesuai dengan perencanaan pekerjaan.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Juvensius Tukung menyebutkan bahwa gedung Balai Kota Kupang sangat tidak representatif menunjukan sebuah Balai Kota.
Penyebabnya karena kondisigedung yang sudah rusak terutama pada atap gedung dan plafon.
Juven menyebut gedung Balai Kota Kupang lebih cocok dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang atau gudang. Karena kondisi itulah, maka Juven meminta agar dengan adanya Penjabat Wali Kota Kupang saat ini, maka upaya renovasi terhadap gedung Balai Kota harus diperhatikan, agar bisa diusulkan ke DPRD pada persidangan.
“Sudah waktunya menurut saya, untuk direnovasi karena kalau kita bangun kantor wali kota secara keseluruhan tentunya menelan biaya yang sangat besar. Jadi, bisa kita lakukan secara bertahap atau dianggar terlebih dahulu untuk renovasi saja,” katanya.
Dia mengaku, untuk Tahun anggaran 2023 tentunya ada beberapa kegiatan penting yang harus dianggarkan, terutama untuk perhelatan pesta politik pada Tahun 2024 mendatang, karena itu, bisa dianggarkan secara bertahap atau untuk renovasi saja.
“Karena kondisi gedung Balai Kota ini tidak representatif atau menggambarkan gedung Balai Kota yang merupakan pusat ibu kota Provinsi NTT dan lebih cocok dijadikan sebagai gudang,” kata Juven.
Menurutnya gedung Kantor Wali Kota ini sudah sangat tua, sehingga perlu direnovasi sehingga terlihat lebih menarik. (wil)











