Connect with us

KOTA KUPANG

Progres Pencairan Dana Stimulan Seroja di Pemkot Kupang Capai 72,79 Persen

Published

on

Kalak BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji.

KUPANG, PENATIMOR –  Progres penyaluran dana siap pakai atau dana stimulan yang diperuntukan bagi para korban terdampak badai siklon tropis seroja yang namanya diakomodir untuk mendapatkan bantuan tersebut di wikayah Kota Kupang telah mencapai 72,79 persen.

Dari pencairan dana tersebut maka progres kemajuan fisik pekerjaan perbaikan rumah sebanyak 9.595 unit atau 78.70 persen.

Progres pencairan keuangan senilai Rp104.284.105.000, atau 72.79 persen dari pagu dana yang ada. Sedangkan terhadap rekening terisi sudah mencapai 69.07 persen.

Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kota Kupang, Ernest Ludji, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (4/8/2022).

Ernest menjelaskan, progres fisik di lapangan tidak sebanding dengan progres keuangan karena surat pertanggungjawaban (SPj) per penerima dari masing-masing penerima BSR sementara dilengkapi.

“Tim teknis juga masih terus melakukan validasi dilapangan untuk satu kelurahan yang tersisa sambil pengumpulan SPj per penerima sehingga data berubah sesuai hasil verfikasi dan lalidasi di lapangan,” katanya.

Dia menjelaskan, total dana keseluruhan yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini BNPB untuk korban badai seroja di Kota Kupang, sebesar Rp150.985.000.000.

Dan sampai saat ini, kata Ernest, rekening terisi untuk 51 kelurahan terdampak dengan jumlah dana Rp143.265.000.000. Hal ini terjadi karena adanya pergeseran kategori.

Misalnya, dari kategori rusak berat menjadi rusak sedang atau rusak sedang menjadi rusak ringan.

Hal ini yang terjadi sehingga saldo sampai dengan saat ini Rp7.720.000.000. Sementara, realisasi pembukaan rekening sebanyak 94.89  persen.

“Saldo dan rekening terisi dibandingkan dengan progres minggu lalu juga berubah karena ada penarikan kembali dana dari penerima BSR yang gugur ketika divalidasi dan juga perubahan kategori kerusakan,” katanya.

Ernest menambahkan, pelaksanaan pekerjaan sampai saat ini, khususnya bagi rumah yang sudah dilakukan perbaikan dilanjutkan dengan penyelesaian SPj untuk dicairkan.

Sedangkan yang belum memperbaiki dilanjutkan rembuk warga di kelurahan masing-masing dalam menentukan toko bangunan terdekat untuk mendistribusi bahan bangunan sesuai permintaan penerima BSR per kategori kerusakan.

“Tim Teknis melakukan pendampingan bagi penerima BSR dan mengawasi jalannnya pelaksanaan pekerjaan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, mengatakan bahwa tentunya masyarakat Kota Kupang sangat bersyukur karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui bantuan stimulan seroja. Namun demikian, katanya, proses pencairan dengan segala mekanismenya yang berbelit tentu membuat masyarakat terdampak juga kesulitan memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan tersebut.

Karena itu, katanya, jika dilihat dari rentan waktu terjadinya bencana sampau saat ini maka sudah sangat lama. Jadi, kata dia, pemerintah daerah selaku pihak yang membantu mencairan dana tersebut harus mempermudah masyarakat penerima bantuan sehingga masyarakat tidak berkecil hati.

Ewalde Taek mengatakan, secara kasuistis, memang korban seroja yang rumahnya rusak itu hampir ada di semua kelurahan. Namun sebagian sudah memperbaiki rumahnya. Dan saat ini tinggal menunggu ganti rugi saja dari dana tersebut.

“Jadi, sangat penting agar pemerintah harus membantu masyarakat terdampak dan jangan lagi dipersulit. Hal yang mudah jangan dibuat susah karena masyarakat sendiri yang akan mendapatkan imbasnya dari bergitu banyak syarat yang harus dilengkapi,” tandasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!