EKONOMI
Fokus Penataan Pasar sebagai Pusat Ekonomi, Pedagang Tertib Buang Sampah

KUPANG, PENATIMOR – Masalah sampah di Kota Kupang kini menjadi perhatian serius Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh.
Karena itu maka para camat kini meminta semua lurah untuk fokus menangani masalah sampah di wilayah kerjanya masing-masing.
Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa mengaku, telah memerintahkan kepada kepada para lurah di wilayah Kecamatan Kelapa Lima untuk mengatasi masalah sampah di wilayah kerjanya masing-masing.
I Wayan Astawa kepada wartawan, Senin (29/8/2022), menjelaskan bahwa sampah menjadi prioritas untuk diselesaikan secara baik demi terciptanya lingkungan yang bersih.
Hal ini untuk menindaklanjuti program kerja Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh.
Sementara mengenai kebersihan di kelurahan yang ditemukan masih terdapat penumpukan sampah, Camat Kelapa Lima menegaskan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab dari pemerintah kelurahan untuk mengatasinya.
Salah satu titik fokus penanganan sampah di wilayah Kecamatan Kelapa Lima saat ini yakni di area Pasar Oesapa.
“Kita akan koordinasikan dengan DLHK Kota Kupang untuk pembersihan sampah di sekitar Pasar Oesapa hingga ke Pantai Warna. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dan tidak membuang sampah sembarang tempat,” ungkapnya.
Sementara untuk pengelola sampah Pasar Oesapa, kata Camat Kelapa Lima juga sudah meminta para pihak terkait untuk duduk bersama guna dilakukan sosialisasikan kepada setiap pedagang agar bisa menampung sampah yang diproduksi untuk selanjutnya dibuang ke TPS yang tersedia.
Program penanganan sampah seperti ini sudah mulai berjalan dan akan terus dilakukan pemantauan.
“Kami tidak bisa kerja sendiri mengatasi sampah. Karena itu maka kita libatkan semua masyarakat untuk menciptakan lingkungan bersih dari sampah,” jelasnya.
Kecamatan Kelapa Lima ini juga menjadi kecamatan wisata karena didukung oleh sejumlah lokasi wisata. Seperti taman-taman, Pantai Warna, Pantai Mangrove dan Pantai Lasiana.
“Kita akan gelar festival tuak di Pantai Lasiana. Saya juga sudah libatkan paguyuban yang ada di Kota Kupang untuk menampilkan budayanya di sejumlah taman yang ada di wilayah Kecamatan Kelapa Lima. Kita akan aktifkan semua taman yang ada di Kecamatan Kelapa Lima sebagai ajang promosi budaya,” tandas Camat Kelapa Lima.
Terpisah, Lurah Oesapa Kiai Kia mengaku bahwa pihaknya kini fokus menangani masalah sampah di Pasar Oesapa.
Karena itu, setiap pedagang yang berjualan di Pasar Oesapa dan sekitarnya warga wajib menyediakan tempat penampungan sampah sementara.
Tujuannya agar sampah yang dihasilkan oleh pedagang dapat dibuang ke TPS usai beraktivitas di pasar.
“Saya perintahkan semua pedagang untuk wajib siapkan tempat sampah. Tidak boleh ada yang buang sampah di sembarang tempat,” tegas Lurah Oesapa Kiai Kia, Selasa (30/8/2022).
Dijelaskan, salah satu titik tumpukan sampah yang selama ini amburadul yakni di wilayah RT 35/RW 12 atau tepatnya dekat SMAN 4 Kupang.
Lokasi tersebut merupakan lahan kosong sehingga menjadi sasaran warga buang sampah.
“Saya sudah bangun pos kebersihan di lokasi itu. Saya juga sudah sampaikan dengan Camat Kelapa Lima agar bisa koordinasikan dengan Satpol PP agar bisa melakukan penjagaan di pos kebersihan untuk sementara waktu,” jelasnya.
Sementara untuk penjagaan pos kebersihan dilakukan oleh RT dan masyarakat sekitar.
Kendati demikian, ia juga melakukan pemantauan secara rutin baik siang hari maupun malam hari.
“Saya sempat dapat dua orang warga luar yang datang dengan sepeda motor hendak buang sampah di lokasi itu. Kebetulan saya ada di lokasi itu, jadi saya tanya warga itu dari wilayah RT 09, Kelurahan Lasiana dan dari Kelurahan Penfui,” jelasnya.
Sementara Ibu Muinah, salah satu pedagang di Pasar Oesapa mengaku bahwa Lurah Oesapa Kiai Kia telah mengimbau agar setiap pedagang wajib sediakan tempat sampah.
“Saya ada siap kantong plastik. Setelah itu baru saya buang di kontainer sampah,” pungkasnya. (wil)











