EKONOMI
Dilantik jadi Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto Beber Sederet Fakta Kerja Nyata

KUPANG, PENATIMOR – Bobby Lianto, MBA., resmi mengemban tugas barunya sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bobby bersama dewan pengurus KADIN NTT periode 2022-2026 telah dilantik oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid pada Senin (11/7/2022) siang.
Acara pelantikan yang berlangsung di Aula El Tari Kupang dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Danjen Kopassus MayJen TNI H. Iwan Setiawan, SE.,MM., Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT.
Ketua Umum KADIN Provinsi NTT Bobby Lianto, kepada wartawan usai pelantikan, mengaku mengucapkan syukur atas pelantikan tersebut.
Menurut dia, walaupun baru dilantik, namun dia bersama tim KADIN NTT sudah memulai kerja.
Salah satu wujud kerja KADIN NTT, yaitu telah mengekspor produk UMKM NTT ke Timor Leste.
Ekspor produk UMKM juga akan segera dilakukan ke negara Singapore.
Selain itu, Kadin NTT bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT membuka sayembara desain produk lokal UMKM NTT.
“KADIN NTT sudah melakukan beberapa kegiatan. Walaupun belum dilantik, semua pengurus telah bekerja dengan maksimal. Beberapa kerja nyata telah dilakukan KADIN NTT, yaitu melakukan pelayanan vaksinasi sampai ke pelosok Pulau Timor dengan 9.902 dosis vaksin Covid-19,” ungkap Bobby.
Selanjutnya, KADIN NTT akan memberikan bantuan dua mesin generator oksigen dengan kapasitas 100 tabung ke dua rumah sakit di Kabupaten Sikka dan Sumba Barat.
KADIN NTT menurut Bobby Lianto, juga segera menggelar pelatihan enterpreneurship, dengan akan mulai membuka sekolah ekspor, agar anak-anak muda bisa belajar untuk eskpor.
Tak hanya itu, ada pula pelatihan 1.000 startup untuk pasar tani, UMKM, dengan bekerja sama dengan perbankan, dan juga mengajar bahasa Inggris tourism secara online untuk desa-desa di NTT.
Termasuk kerja sama dengan Balai POM agar pelaku UMKM tidak rumit dalam urusan kelayakan sehingga bisa diekspor.
“KADIN NTT juga memberikan fokus pada energi terbarukan, dengan mesin yang sudah sampai dari China, yang akan dimulai dengan produksi untuk mengganti batu bara di PLTUD,” beber Bobby.
Masih menurut Bobby, KADIN NTT akan ke Australia dan China untuk melihat potensi kerja sama.
Roadshow ini juga sekaligus diplomasi kain tenun NTT, dimana pada setiap kesempatan KADIN NTT selalu mempromosikan kain tenun NTT, dan semua kekayaan di NTT.
KADIN NTT juga akan mengumumkan 40 orang angkatan pertama yang akan dikirim ke Jerman untuk belajar.
“Sudah ada 12 anak yang mendaftar, sampai di Jerman mereka akan belajar dan bekerja,” jelasnya.
Pada Senin kemarin, produk UMKM NTT juga akan diekspor ke Singapura yang akan dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT.
KADIN NTT juga akan me-launching logo lima tahun, dimana logo ini akan dipakai di seluruh produk-produk UMKM Provinsi NTT.
Sementara Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, mengatakan, saat ini yang sedang dihadapi adalah perang ekonomi dan perang pandemi Covid-19. Indonesia saat ini mempunyai banyak potensi, sumber daya dan produk unggulan.
“Apa yang sudah dilakukan oleh KADIN NTT adalah bagaimana kita berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan ekonomi, sampai saat ini Indonesia hebat,” kata Arsjad.
“Ekspor kita naik 32 persen, ini adalah kehebatan kita. Ekonomi NTT pun terus bertumbuh jika dibandingkan tahun 2020. Diharapkan tahun 2022 ini lebih baik dari tahun 2021,” lanjut dia.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, provinsi ini memiliki banyak kekayaan, memiliki misteri, dan keunikan serta keindahan yang sangat luar biasa.
“Saya sangat apresiasi KADIN Pusat dan KADIN NTT yang sudah bekerja luar biasa. Harus diakui bahwa NTT sangat ketinggalan, sehingga tidak bisa hanya bekerja biasa, harus bekerja luar biasa. Saya berterima kasih kepada TNI yang membawa kelor sebagai makanan bagi semua prajurit,” kata Gubernur.
Lanjutnya, kelor ini harus menjadi rujukan sebagai makanan tambahan untuk masalah kurang gizi atau stunting.
Untuk itu KADIN Indonesia dan KADIN NTT sangat dibutuhkan kerja sama dan kerja nyata.
Harapannya, kelor bisa digunakan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bahan makanan tambahan untuk penanganan stunting.
“Karena di NTT sendiri akan mendapat dampak positif dengan hal ini. Semua masyarakat akan bergerak untuk mengisi makanan tambahan ini,” ujarnya.
Gubernur melanjutkan, Provinsi NTT memiliki potensi yang sangat luar biasa, dimana saat ini dunia sementara menuju kepada energi terbarukan, sedangkan di NTT sangat luar biasa dengan energi terbarukan yang ada .
Namun mantan anggota DPR RI itu sampaikan, banyak perubahan yang harus dilakukan, tetapi harus disinergikan dengan cara berpikir yang cerdas.
“Tapi cara kerja di NTT harus seperti cara kerja orang miskin yang ingin kaya, bukan orang kaya yang ingin mempertahankan kekayaannya,” tandas Gubernur.
“Gubernur NTT tidak mendukung pengusaha, tetapi berdiri paling depan menjaga semua pengusaha. Perlu perjuangan keringat dan darah untuk masa depan NTT,” pungkasnya. (wil)












