Connect with us

UTAMA

Tempat Pitrad di Kupang Dilalap Api, Kerugian Rp 350 Juta

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Si jago merah mengamuk lagi di Kota Kupang. Kali ini melalap sebuah bangunan yang selama ini digunakan sebagai tempat pitrad “Matahari”.

Lokasinya di Jalan R.W. Monginsidi, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kejadian yang diduga akibat arus pendek listrik tersebut terjadi Kamis (27/2), sekira pukul 12.00 Wita.

Beruntung api cepat dipadamkan sehingga hanya bagian dapur yang terbakar.

Tidak ada korban jiwa, namun taksasi kerugian materil mencapai Rp 350 juta.

Pihak Damkar Kota Kupang menerjunkan dua mobil pemadam dengan tiga mobil tangki penyuplai air. Api baru dapat dijinakan lalu dipadamkan 90 menit kemudian.

Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan.

Dia menyebutkan sesuai keterangan saksi di tempat kejadian perkara, diduga api berasal dari arah belakang rumah.

“Saat dapat informasi masyarakat, kami langsung ke TKP. Untuk pastinya (sumber api) masih kita dalami,” kata Kapolsek.

Saat kebakaran terjadi, ada dua orang karyawan pitrad, Maria dan Alfin Takaeb, yang berada dalam bangunan nahas itu. Selama ini ada lima karyawan di tempat pitrad itu.

“Kami juga sudah mengambil keterangan para saksi di TKP,” imbuhnya.

Kapolsek mengurai, saksi Maria menerangkan semula dia berada dalam bangunan itu dan mengecek steker listrik, karena mencium aroma seperti benda plastik terbakar.

Maria kemudian keluar bangunan dan melihat asap mengepul di belakang rumah, sehingga bersama Alfin Takaeb langsung berteriak minta tolong sambil berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya.

Berlin Leonardo selaku pemilik rumah, mengaku, awalnya ia baru selesai mandi dan hendak keluar dari dalam rumah tiba-tiba dirinya mendengar teriakan kebakaran dari arah belakang rumah.

Berlin masuk kembali ke dalam rumah dan melihat asap sementara mengepul dari dalam plafon rumah bagian tengah. Berlin kemudian keluar dan berteriak meminta pertolongan ke warga sekitar.

Rumah yang terbakar itu milik Berlin Leonardo dan sebagian dari rumah tersebut dikontrakan kedua orang yakni Anita Lodjina Siregar dan dipakai untuk usaha Pitrad Matahari dan Alfin Latu dipakai sebagai tempat tinggal. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Optimis Penuhi Modal Inti Bank NTT, Pemprov Siap Lakukan Berbagai Teknik

Published

on

Wakil Gubernur NTT Dr Josef Nae Soi
Continue Reading

UTAMA

Nono Sang Juara Dunia Matematika Disambut Bak Pahlawan, Wagub NTT: Ini Generasi Berkualitas!

Published

on

Juara 1 Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab disapa Nono disambut bak pahlawan saat tiba di kampung halamannya.
Continue Reading

HUKRIM

Balai Karantina Kupang Musnahkan 500Kg Daging Celeng Asal Sultra

Published

on

Balai Karantina Kupang memusnahkan 500kg daging celeng asal Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah zona merah PMK.
Continue Reading