Connect with us

UTAMA

Diduga Sebut DPRD Bodoh, Wali Kota Kupang ‘Diserang’

Published

on

Sidang I DPRD Kota Kupang dengan agenda LKPj Wali Kota Kupang berlangsung, Senin (13/5).

Kupang, penatimor.com – Sidang I DPRD Kota Kupang berlangsung tegang, Senin (13/5).

Bagaimana tidak, pada sidang beragenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Kupang itu, beberapa anggota DPRD menyerang Wali Kota dengan sejumlah pertanyaan keras.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore disebutkan telah mengeluarkan pernyataan yang menghina anggota DPRD Kota Kupang.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe itu, Wali Kota tampak diserang Ketua Komisi I Padron Paulus.

Legislatif Partai Nasdem itu mempertanyakan pernyataan Wali Kota yang menyebutkan anggota DPRD Kota Kupang bodoh dan tidak mengerti aturan.

“Apakah benar pak wali mengatakan bahwa kami anggota DPRD bego, bodoh dan tidak mengerti aturan. Jika benar maka tolong pak wali sebutkan di bagian mana kami seperti orang bodoh dan tidak mengerti aturan,” kata Padron.

Sementara itu, legislatif asal PKB Theodora Ewalde Taek juga menyayangkan apa yang dilakukan Wali Kota.

Menurut dia, sangat tidak pantas seorang kepala daerah menggunakan kata-kata yang tidak sopan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengatakan DPRD telah menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Yang sebenarnya adalah ketika saya memberhentikan PTT ada oknum anggota DPRD yang telepon dan SMS saya bahwa harus berikan peringatan dan lainnya barulah memberhentikan PTT. Oknum ini bilang saya keliru dan melanggar aturan,” kata Jefri.

Karena itu, Jefri menilai bahwa ada anggota DPRD yang tidak mengerti aturan.

Pasalnya PTT itu dikontrak hanya satu tahun saja, dan jika kontraknya sudah selesai, maka dapat diberhentikan.

“Memang kalau bahasa-bahasa yang didengar hanya setengah-setengah, maka tentunya harus diragukan kebenarannya, jangan sampai makna pembicaraannya lain, tetapi diplintir sedemikian rupa untuk memperkeruh suasana,” kata mantan anggota DPR RI itu. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Istri Mantan Wali Kota Kupang Diperiksa 7 Jam di Kejati NTT

Published

on

Kepala Seksi Penyidikan Bidang Pidsus Kejati NTT, Salesius Guntur, SH., memeriksa Albertina Resdyana Ndapamerang sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Kupang di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean Ancam Cabut Plang Penyitaan Jaksa, Segera Laporkan ke Kejagung dan Komnas HAM

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat menolak surat penyitaan aset tanah dari penyidik Kejati NTT, Selasa (20/2/2024) siang.
Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Sita Tanah Pemda yang Dikuasai Mantan Wali Kota Kupang dan CV NAM di Jalan Veteran

Published

on

Penyidik Bidang Pidsus Kejati NTT melakukan penyitaan terhadap aset tanah Pemda Kabupaten Kupang di Jalan Veteran Fatulili, Kota Kupang, Selasa (20/2/2024) siang.
Continue Reading