Connect with us

UTAMA

Syukuran Natal IKKA, Alor Bangkit untuk NTT Sejahtera

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menghadiri syukuran Natal IKKA di Auditorium Politani Kupang, Jumat (21/12).

Kupang, penatimor.com – Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) menggelar syukuran Natal bersama dengan meriah. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempersatukan semua orang Alor di Kupang.


Hari semakin malam, suasana di halaman Politeknik Pertanian Kupang mulai ramai dan dipadati oleh ribuan manusia. Mereka merupakan keluarga besar Alor yang hendak merayakan Natal dan silaturahmi bersama yang diselenggarakan di auditorium Politani Kupang, Jumat (21/12).

Mereka berdatangan dari berbagai wilayah di Kota Kupang dan sekitarnya.

Mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat pemerintahan yang ada di setiap instansi pemerintahan dan perusahaan swasta.

Kebersamaan terus tampak karena lewat perayaan Natal kali ini bisa mengumpulkan diaspora kepulauan Alor di Kota Kupang dan yang berada di luar NTT.

Tarian penjemputan Cakalele, selalu mengiringi langka setiap tamu undangan yang hadir mulai dari depan kampus Politani hingga sampai di depan tenda acara.

Bunyi musik daerah seperti gong, tamburin dan lainnya terus mengiring kedatangan masyarakat Alor sambil menanti kedatangan panglima perang Kerajaan Kui, Alor, yang menjabat sebagai Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Andmesh Kamaleng, penyanyi jebolan Rising Star Indonesia terus menghipnotis keluarga besar Alor dengan lagu-lagunya.

Natal keluarga besar Alor ini tidak hanya melibatkan kaum Kristiani, namun juga melibatkan kaum muslim dan juga agama lainnya.

Bahkan kaum muslim asal Alor turut mengisi acara dengan mempersembahkan Qasidah dalam prosesi Natal bersama tersebut.

Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai panglima perang Alor baru tiba sekitar pukul 06.30, dan seperti awal, Viktor bersama rombongan masuk ke gendung auditorum tempat berlangsungnya acara dengan pengalungan selendang serta tari-tarian asal Alor.

Perayaan Natal dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon, yang juga asal Alor.

Dalam khotbanya, Merry Kolimon mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Alor yang terus menciptakan suasana kerukunan yang sangat luar biasa.

Setiap tahun kata dia, keluarga besar Alor terus merawat kebersamaan dengan mengadakan Natal bersama.
“Saya sangat terharuh dengan kebersamaan yang diciptakan keluarga Alor, karena setiap perayaan Natal tidak hanya melibatkan kaum Kristiani namun juga melibat agama-agama lain seperti Islam. Ini yang kita butuhkan dalam membangun daerah ini kedepannya,” ujar dia.

Merry berharap diaspora Alor di Kota Kupang untuk terus menciptakan suasana yang damai dan merubah stigma buruk yang selama ini ada di Kota Kupang.

“Kita orang Alor diidentik dengan pembawa masalah, setiap kali ada acara yang membuat masalah adalah parah pemuda Alor. Meski oknum yang melakukan, namun di mata masyarakat, nama Alor yang dibahas,” ungkapnya.

Merry yang menjabat Ketua Sinode GMIT ini mengimbau agar keluarga besar Alor dapat memutuskan stigma buruk tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial serta merubah pola pikir untuk bergerak maju untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

“Kita ini merupakan orang-orang yang pekerja keras, maka mulai sekarang kita harus perbaiki masalah sosial. Kita juga juga harus mendukung program pemerintah kedepannya, agar masalah kemiskinan, masalah TKI dan masalah sosial lainnya bisa teratasi,” tutur Merry Kolimon.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam menyampaikan sambutannya, pada momentum Natal dan silaturahmi itu, menegaskan bahwa potensi alam yang dimiliki sangat luar biasa sehingga membutuhkan pengelolaan yang baik dari pemerintah daerah.

“Saya tetap pada pendirian saya dan sampai kapan pun tetap mempertahankan tarif masuk objek wisata yang mahal. Kita harus memberikan dengan harga mahal karena kekayaan kita memang harganya mahal,” tegasnya.

Viktor juga berharap masyarakat Alor dapat merubah pola kerja dan pola berpikir, agar mengembangkan potensi alam yang dimiliki untuk meningkatkan ekonomi dan pendapatan asli daerah.

Tidak hanya masyarakat pemerintah mulai dari yang paling bawah hingga yang paling atas harus bekerja tidak ada lagi yang bekerja asal asalan.

“Selama ini kita pasrah saja dengan apa yang ada. Kita bekerja biasa-biasa, berpikir yang sempit, namun mulai dari sekarang kita harus bermimpi besar untuk mewujudkan NTT yang sejahtera,” paparnya.

Brigjen Pol. Jhoni Asadoma yang juga Wakapolda NTT, dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan diri kepada warga masyarakat Kota Kupang asal kepulauan Alor.

Jhoni mengisahkan perjuangannya mulai dari menjadi atlet tinju hingga kondisi keluarganya.

Sebagai putra terbaik asal Alor yang saat ini di tubuh kepolisian, dirinya mengharapkan kepada para pemuda untuk bermimpi lebih besar, lebih tinggi untuk menggapai cita-citanya.

Dikatakan, masyarakat dan keluarga besar Alor harus merubah mindset dan kulturset dan merubah stigma negatif. Dirubah menjadi pemuda-memudi yang berintelektual, yang kreatif dan inovatif.

“Untuk saat ini nama Alor sudah menggema, bukan saja di Indonesia, namun sudah mendunia. Kita memiliki kekayaan alam yang sangat luar bisa. Mari kita mulai bangkit dari keterpurukan dan mulai membenah diri ke arah yang lebih baik lagi. Kita harus merubah sigma negatif menjadi stigma yang positif dengan berbagai aksinya,” ujar Jhoni yang juga Ketua PB Pertina.

Ditambahkan, visi dan misi Pemprov NTT, NTT Bangkit, NTT Sejahtera, ditransformasikan menjadi Alor Bangkit, Alor Sejahtera untuk NTT.

“Kita dukung program Gubernur NTT yang sangat luar biasa dan memiliki pemikiran yang jauh kedepan lewat kegiatan yang bukan biasa-biasa saja melainkan tindakan yang luar bisa,” katanya.

Ketua Panitia perayaan Natal bersama, Robert Ambila, dalam laporannya, memberikan apresiasi dan ucapan terimah kasih kepada panitia yang terlibat dalam meyiapkan seluruh rangkaian acara dan juga kepada seluruh Keluarga Besar Alor yang sudah berkesempatan hadir pada malam perayaan Natal.

Robert mengaku dari beberapa rangkaian peristiwa sebelunnya dirinya dan rekan-rekannya bersepakat untuk menggelar kegiatan Natal bersama dan dari beberapa masukan maka diputuskan untuk dilakukan dengan melibatkan seluruh masyarakat Alor yang ada di Kota Kupang.

“Kami hanya menyiapkan kegiatan ini dalam jangka waktu dua minggu, sehingga jika ada kekurangan dalam kegiatan ini, kami atas nama keluarga besar Alor menyampaikan permohonan maaf,” singkatnya.

Sosok yang juga Koordinator di Kejati NTT itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihaknya yang telah berpartisipasi mendukung terselenggarannya acara dimaksud.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penggalangan dana untuk membantu empat sekolah di pedalaman Alor yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Berhasil terkumpul dana sebesar Rp 250 juta lebih, dimana semua yang hadir antusias memberikan sumbangan, termasuk Gubernur yang menyumbang Rp 100 juta. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Autopsi Mayat Bayi Baru Lahir yang Ditemukan dalam Koper Pakaian

Published

on

Proses autopsi terhadap jenazah bayi dilakukan oleh dokter forensik bersama penyidik Polresta Kupang Kota di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

1.000 Ton Beras untuk Tekan Inflasi Diduga Dikorupsi Oknum Pejabat Bulog di NTT

Published

on

Ilustrasi Beras Bulog. (net)
Continue Reading

HUKRIM

Kejari Lembata Sidik Korupsi Proyek Jalan Rp 5,6 Miliar, Periksa Pengawas Teknik dan Konsultan Pengawas

Published

on

Kajari Lembata, Yupiter Selan, SH.,MH.
Continue Reading