Connect with us

UTAMA

22 Orang Meninggal Akibat Bencana

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Kupang, Penatimor.com – Dalam kurun waktu November 2017 sampai Mei 2018, tercatat sebanyak 22 orang di NTT meninggal akibat bencana alam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Kamis (15/11/2018).

Tini Thadeus mengatakan, jumlah warga yang meninggal akibat bencana sepanjang tahun 2017 sebanyak 18 orang. Sedangkan pada periode Januari sampai Mei 2018 ada lima orang di Manggarai. “Mereka yang meninggal ini akibat warga yang menggali lubang untuk jamban di pinggir jalan, sehingga ketika anak- anak melintasinya tercebur ke dalam lubang,” katanya.

Sementara itu, lanjut Tini Thadeus, korban meninggal akibat bencana alam pada musim penghujan tahun 2018 ini, sudah tiga orang dari Kabupaten Nagekeo. Dimana warga yang meninggal itu tertimbun longsor akibat banjir pada Minggu, 11 November dini hari. Sedangkan daerah lain belum melaporkan kejadian bencana yang mengakibatkan korban jiwa akibat hujan yang disertai angin kencang pada hari Minggu dimaksud.

Dia menyampaikan, memang dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan juga ada peristiwa bencana berupa tanah longsor. Namun tidak berdampak pada korban jiwa, karena material hanya menutupi badan jalan dan sebagian merusak tanaman warga.

“Kita berharap jumlah korban jiwa akibat bencana banjir atau tanah longsor pada musim penghujan tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya,” harap Tini Thadeus.

Dia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), cuaca ektrim berupa hujan disertai angin kencang hanya terjadi dalam tiga sampai empat hari. Sehingga diperkirakan berakhir pada Rabu, 13 November 2018. Walau demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada untuk mengantisipasi munculnya cuaca ekstrim serupa.

“Posko BPBD provinsi maupun kabupaten/kota tetap siaga dalam waktu 24 jam, sehingga ketika ada peristiwa bencana langsung disigapi,” ungkap Tini Thadeus. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Korupsi PDAM Kupang, Heliana Suparwati Divonis 1 Tahun Penjara, PH Ucap Syukur

Published

on

Sidang pembacaan putusan Majelis Hakim atas terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PDAM Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang Divonis 4,6 Tahun, Tris dan Anik 4 Tahun

Published

on

Suasana sidang pembacaan putusan Majelis Hakim terhadap ketiga terdakwa kasus korupsi PDAM Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Hakim Vonis David Lape Rihi 6 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Published

on

Sidang putusan kasus korupsi PDAM Kabupaten Kupang dengan terdakwa David Lape Rihi, Senin (6/2/2023).
Continue Reading