Connect with us

POLKAM

BENTARA Tolak Kehadiran Fahri Hamzah di NTT

Published

on

Pamflet yang beredar di media sosial terkait orasi kebangsaan dan deklarasi GARBI yang akan dihadiri Fahri Hamzah (dok.ist)

Kupang, Penatimor.com – Kelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) menyatakan dengan tegas menolak kehadiran politikus pecatan sebuah partai politik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah untuk berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Koordinator BENTARA, Marlin Bato sampaikan ini melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini di Kupang, Minggu (14/10/2018) malam.

Marlin menjelaskan, jelang momentum hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2018, pemuda dan masyarakat NTT terusik dengan beredarnya pamflet di media sosial berisi deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) dan dalam pamflet tersebut tertulis Orasi Kebangsaan yang dihadiri Fahri Hamzah, pada 18 Oktober 2018 di salah satu hotel di Kupang, NTT.

“Fahri Hamzah, dalam pengamatan kami, selama ini memiliki rekam jejak penuh kontroversi, dan kerap membuat gaduh seisi republik dengan komentar-komentar sinis, pedas dan mengandung hiperbola yang membuat masyarakat NTT yang cinta damai bingung sekaligus marah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, Fahri Hamzah juga tidak menolak atau bahkan kerap mendukung gerakan-gerakan intoleran, ormas dari kelompok-kelompok radikal. Terbukti selama ini tak pernah satu pun pembelaan yang keluar dari mulut Fahri untuk masyarakat kecil yang terzolimi akibat ulah ormas-ormas maupun kelompok-kelompok radikal.

“Padahal jabatan wakil rakyat yang melekat seharusnya mengayomi masyarakat, tetapi itu tidak dilakukan,” katanya.

Menurutnya, selama menjabat DPR RI, rekam jejak Fahri cenderung mengeluarkan statemen-statemen berbau provokatif yang mengandung unsur pemecah belah anak bangsa. Sikap Fahri yang demikian justru kerap menuai pro kontra ditengah masyarakat.

Terlebih, belum lama ini Fahri juga pernah ditolak oleh masyarakat Manado dalam sebuah agenda di Sulawesi Utara (13 Mei 2017). Tak cuma itu, Fahri juga ditolak untuk memberi ceramah di Universitas Gajah Mada (UGM) pada 22 Mei 2018.

“Melihat fakta-fakta ini kami menyimpulkan, bahwa sosok Fahri Hamzah belum layak untuk mengisi Orasi Kebangsaan di bumi NTT sebab masyarakat cinta damai dan saling toleran,” katanya.

Isu kehadiran Fahri di NTT kini telah mengema di seantero bumi Flobamora dan telah menjadi polemik ditengah masyarakat. Sejumlah nada-nada protes mulai mengisi ruang-ruang publik.

Oleh karena itu Benteng Merdeka Nusantara (BENTARA) mendesak;

1. Menolak kehadiran Fahri Hamzah di bumi Nusa Tenggara Timur.

2. Meminta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk membatalkan kegiatan deklarasi GARBI NTT, karena berpotensi mengadudomba masyarakat NTT dan dapat memicu konflik horizontal.

3. Mendesak Pemerintah Provinsi NTT, Bupati, Wali Kota dan segenap stakeholder untuk mencegah kegiatan ini.

(R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Empat Srikandi Asal TTS Bertemu Saat Hari Ibu

Published

on

Empat perempuan hebat asal Kabupaten TTS yang sukses berkarier di dunia politik Indonesia dan luar negeri.
Continue Reading

PILKADA

Siap jadi Calon Anggota DPR RI, VBL: Saya Bukan Lari dari Tanggungjawab

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Continue Reading

POLKAM

Calon Kepala Desa di Amarasi Barat Bagi-bagi Beras Saat Kampanye

Published

on

Poster Ruben Josias Zakharias, salah satu calon Kepala Desa di Desa Nekbaun.
Continue Reading