Connect with us

HUKRIM

Ranti Kore Cs Tak Eksepsi, Nilai Dakwaan Berbeda dengan Hasil Pemeriksaan

Published

on

Prantiana Kore sementara mendengar pembacaan dakwaan oleh JPU di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Rabu (1/8).

Kupang, penatimor.com – Sidang perdana perkara dugaan tindak pidana penculikan bocah Richard Mantolas (4) dengan terdakwa Prantiana Koreh Cs berlangsung di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Rabu (1/8).

Korban merupakan putra sulung dari jaksa Kundrat Mantolas yang kini menjabat Kasi Tipidsus Kejari Kabupaten TTU.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang dipimpin oleh Hakim Ketua Yetedi Windiarton, SH.M.Hum, didampingi Prasetio Utomo, SH., dan Tjokorda Pastima, SH.,MH., sebagai hakim anggota.

Surat dakwaan dibacakan oleh JPU Kadek Widiantari,SH.,MH., dan Januarius Bolitobi, SH.

JPU mendakwa para terdakwa diancam pidana sesuai Pasal 83 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yohanis Daniel Rihi selaku penasihat hukum Prantiana Kore, mengatakan, atas dakwaan yang disampaikan JPU, pihaknya tidak melakukan eksepsi dan melanjutkan proses persidangan untuk pembuktian terhadap dakwaan tersebut.

“Dari dakwaan yang sudah disampaikan JPU melalui persidangan perdana tadi, kami terima dan tidak mengajukan esepsi,” ungkap Yohanis.

Dia menambahkan, dakwaan JPU tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan terdakwa. Pasalnya, berdasarkan pembacaan hasil pemeriksaan terdakwa Ranti Kore menyebutkan dirinya hanya meminta kepada terdakwa Christian Nahas dan Simson Rasi untuk mengancam dan menakut-nakuti bahkan akan menganiaya saksi Kundrat Mantolas dan berperan untuk menunjukan kepada terdakwa Christian Nahas rumah dari saksi.

“Kami menyerahkan kepada JPU untuk membuktikan, karena pasal perlindungan anak yang dikenakan menurut kami tidak sesuai dengan peran dari terdakwa,” tandas Yohanis.

Surat dakwaan terhadap terdakwa Prantiana Kore alias Ranti dan terdakwa Christian Nahas Cs dibacakan secara terpisah, diawali dengan terdakwa Ranti.

Usai pembacaan surat dakwaan terhadap keempat terdakwa, sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada 8 Agustus mendatang. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kajari Lembata Pimpin Penangkapan Tersangka Korupsi Puskesmas Bean dan Wowon di Jawa Barat

Published

on

Kajari Lembata, Yupiter Selan, SH.,MH., (Kiri) saat membawa tersangka J ke Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Skandal Korupsi Persemaian Modern Labuan Bajo: Kerugian Negara Rp9,9 Miliar

Published

on

Kepala Seksi Penyidikan Pidsus Kejati NTT, Salesius Guntur, SH.., menerima laporan tersebut secara langsung dari pihak BPKP Perwakilan NTT pada Senin, 6 November 2023.
Continue Reading

HUKRIM

Korupsi Dana BOS, Kepsek dan Bendahara SDN As Manuela Dieksekusi

Published

on

Jaksa Penuntut Umum Kejari Belu melakukan eksekusi putusan perkara korupsi Dana BOS.
Continue Reading