KOTA KUPANG
SOLID! Mayoritas Pengcab dan Pelatih Kompak Dukung Ridwan Angsar jadi Ketua Taekwondo NTT

KUPANG, PENATIMOR – Momentum Halal Bihalal yang awalnya dirancang sebagai ajang silaturahmi keluarga besar Taekwondo Nusa Tenggara Timur, berubah menjadi panggung konsolidasi besar yang sarat pesan perubahan.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, nama Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., mencuat kuat sebagai figur sentral yang didorong memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) NTT periode 2026–2030.
Kegiatan yang berlangsung di Restoran Suba Suka Kupang, Sabtu (28/3/2026) siang itu dihadiri para pelatih sabuk hitam, pengurus Pengprov, serta perwakilan Pengurus Cabang (Pengcab) dari berbagai daerah di NTT.
Turut hadir Ketua Harian Pengprov TI NTT, Obed Djami, S.H., M.H., yang menjadi saksi hidup menguatnya arus dukungan dari akar rumput organisasi.
Sejak awal acara, nuansa keakraban begitu terasa. Para pelatih lintas generasi saling bersalaman, bertukar cerita, dan mempererat kembali hubungan emosional yang selama ini menjadi kekuatan utama Taekwondo NTT.
Namun di balik suasana santai tersebut, tersimpan harapan besar akan kebangkitan prestasi yang sempat menjadi kebanggaan daerah ini di tingkat nasional.
Dalam forum itulah, perwakilan Ridwan Angsar menyampaikan secara terbuka niat baiknya untuk maju sebagai calon Ketua Pengprov TI NTT. Niat tersebut ditegaskan sebagai panggilan hati.
Ridwan Angsar disebut memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan dunia Taekwondo NTT. Ia bukan orang luar, melainkan bagian dari keluarga besar yang tumbuh bersama dinamika pembinaan di daerah.
Kecintaan terhadap NTT dan Taekwondo menjadi alasan utama yang mendorongnya untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun organisasi ke depan.
Meski saat ini mengemban tugas strategis sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ridwan Angsar tetap menunjukkan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Taekwondo NTT.
Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum, tekad untuk membawa perubahan tetap menyala.
“Ini tentang tanggung jawab moral. Tentang bagaimana kita mengembalikan kejayaan Taekwondo NTT dengan kerja nyata dan kebersamaan,” demikian pesan yang disampaikan melalui perwakilannya.
Visi yang diusung tidak main-main. Ridwan Angsar berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola organisasi yang lebih profesional, penguatan struktur kepengurusan hingga ke tingkat daerah, hingga peningkatan kualitas pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan prestasi. Prestasi yang sudah ada tidak hanya dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan secara signifikan melalui program-program terukur, kompetisi yang berjenjang, serta dukungan fasilitas dan pelatihan yang memadai.
Tak hanya itu, perhatian terhadap daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal dalam hal sarana dan prasarana juga menjadi prioritas. Hal ini sejalan dengan aspirasi yang disampaikan langsung oleh perwakilan sejumlah Pengcab dalam forum tersebut.
Semua Pengcab dalam kesempatan tersebut secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Ridwan Angsar. Mereka juga menitipkan harapan agar kepemimpinan ke depan mampu menjawab ketimpangan fasilitas yang masih dirasakan di sejumlah wilayah.
“Bangun dengan tulus, dan jangan lupakan kami di daerah,” menjadi pesan kuat yang disampaikan, mencerminkan harapan besar akan pemerataan pembinaan di seluruh NTT.
Di sisi lain, dinamika menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) juga menjadi perhatian bersama.
Dalam forum itu, seluruh pihak sepakat menjaga suasana tetap kondusif, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta mengedepankan semangat kekeluargaan.
Ridwan Angsar bersama timnya menegaskan komitmen untuk tidak menciptakan polarisasi dalam tubuh organisasi. Semua kandidat, disebutkan, memiliki niat baik untuk memajukan Taekwondo NTT. Oleh karena itu, proses demokrasi harus dijalankan dengan sehat, terbuka, dan penuh rasa saling menghargai.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah suara bulat dari para pelatih. Mereka menginginkan perubahan nyata. Mereka merindukan masa-masa keemasan Taekwondo NTT—ketika cabang olahraga ini menjadi salah satu yang diperhitungkan secara nasional, bahkan pernah menembus posisi lima besar.
Kerinduan itu kini berubah menjadi dorongan kolektif untuk bangkit. Para pelatih menilai, sosok Ridwan Angsar memiliki kapasitas, jaringan, serta komitmen yang dibutuhkan untuk mewujudkan harapan tersebut.
Dalam suasana penuh semangat itu, dukungan pun mengkristal. Para pelatih secara terbuka menyatakan kesiapan mendukung Ridwan Angsar sebagai Ketua Pengprov TI NTT periode 2026–2030.
Meski demikian, satu hal yang terus ditekankan adalah pentingnya menjaga persatuan. Silaturahmi antar pelatih dan insan Taekwondo harus tetap menjadi fondasi utama, apapun hasil Musprov nanti.
Ridwan Angsar sendiri menaruh perhatian besar pada hal ini. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Taekwondo NTT bukan hanya pada prestasi, tetapi pada soliditas dan rasa kekeluargaan yang telah terbangun selama ini.
Dengan dukungan yang terus mengalir, visi yang terarah, serta semangat kolektif untuk berubah, Halal Bihalal kali ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjelma menjadi titik awal pergerakan besar—sebuah langkah awal menuju kebangkitan Taekwondo Nusa Tenggara Timur di pentas nasional. Dan dari Kupang, gelombang perubahan itu kini mulai terasa. (bet)











