SPORT
Pengurus Lama Taekwondo Belu Tanggapi Klarifikasi Pengprov: Konflik 2023 Sudah Selesai, Mengapa Kami Diberhentikan?

ATAMBUA, PENATIMOR – Polemik kepengurusan Taekwondo Indonesia Kabupaten Belu kembali memanas setelah pengurus lama memberikan tanggapan terhadap klarifikasi dari Pengurus Provinsi TI NTT terkait pembekuan organisasi dan pembentukan kepengurusan baru.
Ketua Harian Pengkab TI Belu masa bakti 2023–2027, Gatra, menegaskan bahwa pihaknya tidak membantah adanya upaya penyelesaian konflik yang pernah dilakukan oleh Pengprov TI NTT di Atambua pada tahun 2023.
Namun menurutnya, konflik yang dimaksud oleh Pengprov saat itu telah lama selesai melalui kesepakatan damai yang difasilitasi langsung oleh pengurus provinsi.
“Menanggapi klarifikasi saudara Ivan Valen Yosua Missa dalam berita tersebut, kami membenarkan bahwa utusan Pengprov pernah datang ke Belu untuk menyelesaikan konflik tahun 2023 antara pengurus Pengkab dan pelatih dojang. Masalah tersebut telah dinyatakan selesai melalui surat kesepakatan damai yang difasilitasi langsung oleh Pengprov,” ungkap Gatra.

Surat kesepakatan damai.
Konflik Baru Tahun 2024 Jadi Pertanyaan
Meski demikian, Gatra menegaskan bahwa persoalan yang kini dipertanyakan oleh pengurus lama bukan lagi konflik lama tersebut.
Ia menjelaskan bahwa yang menjadi pertanyaan adalah konflik baru yang muncul pada akhir tahun 2024 di internal kepengurusan Pengkab TI Belu.
Konflik tersebut terjadi antara Ketua Pengkab TI Belu, Alo Lako, dengan Sekretaris Pengkab, Edy Ola, dalam kepengurusan periode 2023–2027.
“Namun, hal yang kami pertanyakan saat ini adalah kejelasan mengenai konflik baru yang muncul pada akhir tahun 2024 antara Ketua dan Sekretaris Pengkab periode 2023–2027,” jelasnya.
Menurut Gatra, konflik tersebut bersifat personal dan tidak melibatkan seluruh struktur kepengurusan.
Karena itu, ia mempertanyakan alasan mengapa pengurus lain justru ikut diberhentikan dari kepengurusan Taekwondo Belu.
“Kami mempertanyakan alasan pemberhentian kami dari kepengurusan TI Belu, padahal kami sama sekali tidak terlibat dalam konflik terbaru tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Pengprov TI NTT, Ivan Valen Yosua Missa, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya menyelesaikan konflik internal di Pengkab TI Belu dengan datang langsung ke daerah tersebut dan menggelar pertemuan dengan seluruh pihak terkait.
Pertemuan itu melibatkan pengurus, dojang, pelatih hingga orangtua atlet.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati agar konflik yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan. Namun hingga batas waktu yang diberikan, persoalan itu tidak kunjung diselesaikan.
Karena itu, Pengprov TI NTT akhirnya memutuskan untuk membekukan kepengurusan yang ada sebelum kemudian menunjuk kepengurusan baru.
“Keputusan ini dilakukan Pengprov semata-mata agar Taekwondo Belu tetap eksis, mengingat Belu punya segudang atlet berprestasi dan selama ini sangat diperhitungkan, selain Kota Kupang,” ujar Ivan Missa.
Minta PB Turun Tangan
Atas situasi tersebut, pengurus lama Pengkab TI Belu akhirnya menyurati Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk meminta kejelasan sekaligus peninjauan kembali terhadap legalitas kepengurusan baru yang telah dilantik.
Mereka berharap PBTI dapat memberikan keputusan yang adil serta memastikan dinamika organisasi di daerah tidak mengganggu pembinaan atlet yang selama ini berjalan.
Diketahui, Kabupaten Belu merupakan salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur yang cukup diperhitungkan dalam pembinaan atlet taekwondo, dengan sejumlah atlet berprestasi yang kerap tampil di berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional. (bet)






