FLORES
Pengprov Taekwondo NTT Diterpa Gelombang Protes, Flores Timur Minta Ketua Diganti

KUPANG, PENATIMOR – Gejolak di tubuh organisasi Taekwondo Indonesia di Nusa Tenggara Timur kian memanas.
Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Flores Timur secara resmi melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Nusa Tenggara Timur, Fransisco Bernando Bessi.
Sikap tegas tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan tertanggal 25 Februari 2026 yang dikirimkan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Pengurus Besar Taekwondo Indonesia di Jakarta.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Harian TI Kabupaten Flores Timur, Mochtar Djati, pengurus daerah itu menilai kepemimpinan Pengprov Taekwondo NTT tidak berjalan efektif sejak awal masa jabatan hingga saat ini.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Sekretaris Umum PBTI, Ketua Bidang Organisasi PBTI, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi NTT.
Dinilai Hanya Janji Tanpa Realisasi
Dalam dokumen resmi tersebut, Pengcab TI Flores Timur menyebut bahwa sejak terpilihnya Ketua Umum Pengprov TI NTT Fransisco Bessi, kepengurusan provinsi dinilai belum memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan taekwondo di daerah.
“Sejak terpilihnya Ketua Umum Pengprov TI Nusa Tenggara Timur, hanya sebatas janji dan tidak pernah memberikan kontribusi apa pun, seperti bantuan peralatan latihan bagi Pengcab TI Kabupaten Flores Timur hingga saat ini,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.
Pengurus kabupaten juga menilai minimnya perhatian dan dukungan dari tingkat provinsi telah berdampak langsung pada pembinaan atlet di daerah.
Komunikasi Organisasi Disebut Mandek
Selain persoalan dukungan program, Pengcab TI Flores Timur juga menyoroti lemahnya komunikasi organisasi antara pengurus provinsi dan pengurus kabupaten/kota.
Dalam surat itu disebutkan bahwa sejak pelantikan kepengurusan provinsi, Ketua Umum Pengprov dinilai tidak pernah membangun komunikasi yang intens dengan Pengcab.
Kondisi tersebut, menurut mereka, menyebabkan organisasi berjalan kaku dan tidak efektif.
Akibatnya, berbagai program tahunan dan evaluasi kerja organisasi tidak berjalan sesuai dengan tujuan dan fungsi organisasi Taekwondo Indonesia sebagai wadah pembinaan olahraga prestasi.
Pembinaan Atlet Dinilai Tidak Merata
Lebih jauh, Pengcab TI Flores Timur menilai kepemimpinan Pengprov TI NTT lemah dalam melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik dalam pembinaan taekwondo di daerah.
Pengprov juga dinilai tidak menjalankan fungsi pembinaan secara adil dan merata kepada seluruh Pengurus Kabupaten/Kota di NTT.
Situasi tersebut disebut berdampak pada minimnya prestasi atlet taekwondo NTT di tingkat nasional.
Pengcab Flores Timur bahkan menilai daerah-daerah tidak pernah dilibatkan dalam proses seleksi atlet, termasuk minimnya program peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi pelatih dan wasit.
Sertifikat DAN dan Kukiwon Belum Terbit
Persoalan lain yang turut disoroti dalam surat tersebut adalah belum diterbitkannya sertifikat ujian kenaikan tingkat DAN dan Kukiwon bagi Pengcab TI Flores Timur hingga saat ini.
Hal itu dianggap sebagai bentuk kurangnya perhatian terhadap administrasi dan pengembangan atlet di daerah.
Minta PBTI Tunjuk PLT
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Pengurus TI Kabupaten Flores Timur secara resmi meminta kepada Ketua Umum PBTI agar mengambil langkah organisasi.
Salah satu usulan yang diajukan adalah penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) untuk memimpin Pengprov TI NTT sementara waktu.
Langkah itu dimaksudkan untuk menata kembali organisasi serta mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) guna memilih ketua umum yang baru.
“Memohon kepada Ketua Umum PBTI agar kiranya berkenan mengangkat seorang Pelaksana Tugas (PLT) sambil menunggu proses pemilihan ketua baru serta mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” tulis Pengcab TI Flores Timur dalam surat tersebut.
Munculnya mosi tidak percaya dari Flores Timur ini menambah dinamika yang tengah berkembang di internal Taekwondo NTT menjelang agenda Musyawarah Provinsi mendatang.
Sejumlah kalangan di lingkungan taekwondo NTT sebelumnya juga mulai mendorong perlunya pembenahan organisasi guna memperkuat pembinaan atlet serta meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
Kini, bola panas berada di tangan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia di Jakarta untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap situasi yang berkembang di daerah tersebut. (bet)






