Connect with us

SPORT

Pengcab Ende Ajukan Mosi Tidak Percaya kepada Ketua Taekwondo NTT, Soroti Kepemimpinan dan Mandeknya Program Organisasi

Published

on

Ilustrasi (net)

KUPANG, PENATIMOR – Gejolak organisasi mengguncang tubuh Taekwondo Nusa Tenggara Timur.

Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Ende secara resmi mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Pengprov TI NTT, Fransisco Bernardo Bessie, melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Jakarta.

Surat bernomor 01/Pengkab-TI Nd/02/2026 tertanggal 25 Februari 2026 tersebut ditandatangani oleh Ketua Harian Pengkab TI Ende Yoseph Th. Dasi Muda.

Dalam surat itu, Pengkab TI Ende secara tegas menyatakan ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan Ketua Umum TI NTT karena dinilai tidak mampu menjalankan program organisasi serta melanggar mekanisme organisasi.

Langkah ini menjadi sinyal kuat adanya ketidakpuasan serius dari daerah terhadap kepemimpinan Pengprov TI NTT, sekaligus membuka babak baru dinamika internal organisasi bela diri tersebut di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa mosi tidak percaya diajukan setelah Pengkab TI Ende menilai kepemimpinan Ketua Umum Pengprov TI NTT Fransisco Bernando Bessi tidak mampu menjalankan sejumlah program kerja yang sebelumnya telah disepakati dalam rapat kerja organisasi.

Salah satu persoalan yang disorot adalah keterlambatan penerbitan sertifikat Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi para atlet taekwondo di NTT.

Menurut Pengcab TI Ende, keterlambatan tersebut terjadi pada beberapa periode pelaksanaan UKT, yakni UKT tahun 2021, UKT Geup periode Januari 2024, serta periode September 2024.

Hingga surat mosi tidak percaya tersebut diterbitkan, disebutkan bahwa para peserta UKT masih belum menerima sertifikat resmi yang diterbitkan oleh PBTI, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan atlet dan pengurus dojang.

“Ketua dinilai tidak mampu menjalankan program kerja yang telah disepakati dalam rapat kerja saat pemilihan pengurus baru pada 12 November 2022, termasuk persoalan penerbitan sertifikat UKT yang hingga kini belum diselesaikan,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.

Selain persoalan program kerja, Pengcab TI Ende juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Taekwondo Indonesia, khususnya terkait mekanisme organisasi di tingkat provinsi.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Pengprov TI NTT tidak pernah menyelenggarakan rapat kerja tingkat provinsi, sebagaimana diatur dalam Pasal 22 AD/ART Taekwondo Indonesia.

Padahal, rapat kerja provinsi merupakan forum penting untuk mengevaluasi program, menyusun agenda pembinaan atlet, serta menentukan arah pengembangan organisasi taekwondo di daerah.

“Tidak pernah menyelenggarakan rapat kerja di tingkat provinsi sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART Taekwondo Indonesia,” tulis Pengcab TI Ende dalam surat tersebut.

Kritik terhadap kepemimpinan Pengprov TI NTT juga menyentuh aspek prestasi atlet. Pengcab TI Ende menilai pembinaan atlet taekwondo NTT tidak berjalan maksimal, yang berdampak pada kegagalan meraih prestasi pada ajang nasional.

Hal ini merujuk pada hasil Taekwondo NTT pada ajang PON XXI Aceh–Sumut 2024, yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa prestasi atlet taekwondo NTT di level senior mengalami kegagalan, sehingga menjadi salah satu dasar diajukannya mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Pengprov.

Surat mosi tidak percaya itu secara resmi ditujukan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Jakarta dengan harapan menjadi perhatian serius pimpinan organisasi di tingkat nasional.

Pengcab TI Ende juga melampirkan bukti transfer ke rekening Pengprov TI NTT sebagai bagian dari dokumen pendukung dalam surat tersebut.

Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan yang diangkat tidak hanya berkaitan dengan dinamika internal organisasi, tetapi juga menyangkut akuntabilitas pengelolaan kegiatan dan administrasi organisasi.

Munculnya mosi tidak percaya ini diperkirakan akan semakin memanaskan dinamika internal Taekwondo NTT menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia NTT yang diprediksi menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Sejumlah figur mulai disebut-sebut sebagai kandidat yang berpotensi memimpin Pengprov TI NTT pada periode berikutnya, seiring meningkatnya kritik terhadap kepengurusan yang ada saat ini.

Mosi tidak percaya dari Pengcab TI Ende ini pun menjadi sinyal awal adanya pergeseran dukungan dari daerah, sekaligus menandai bahwa dinamika organisasi Taekwondo NTT sedang memasuki fase yang semakin kompetitif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua Umum Pengprov TI NTT terkait mosi tidak percaya yang diajukan oleh Pengcab TI Ende tersebut. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!