KOTA KUPANG
PBTI Pastikan Tahapan Musprov TI NTT Sesuai AD/ART
KUPANG, PENATIMOR – Dinamika menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur kian memanas.
Empat figur kuat resmi masuk bursa calon ketua, sementara Pengurus Besar memastikan tak ada caretaker dan roda organisasi tetap berjalan normal hingga masa bakti berakhir pada November 2026.
Kepala Bidang I Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), H. Heri H., menegaskan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan Pengprov TI NTT masih berlaku delapan bulan ke depan, sehingga tidak ada alasan untuk penunjukan caretaker.
“Tidak ada carateker karena SK masih berlaku. Organisasi berjalan seperti biasa,” tegasnya kepada media ini.
Menurut Heri, tahapan menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) sudah jelas diatur. Minimal dua hingga tiga bulan sebelum masa jabatan berakhir, persiapan Musprov harus dimulai. Pemberitahuan kepada peserta sekurang-kurangnya dilakukan satu bulan sebelum pelaksanaan.
Pengurus kabupaten/kota sebagai pemegang hak suara wajib mendapatkan sosialisasi secara terbuka.
Kemudian, pembentukan panitia Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), dan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dilakukan melalui rapat pleno pengurus.
Seluruh mekanisme mengacu pada AD/ART PBTI 2023–2027, dengan koordinasi bersama PBTI untuk memastikan Musprov berlangsung transparan, demokratis, dan sesuai aturan.
“Pengawasan tetap melalui koordinasi. Syarat calon sesuai AD/ART dan diproses melalui TPP,” jelasnya.
Ia juga menekankan, indikator keberhasilan organisasi taekwondo bukan semata pada pergantian kepemimpinan, tetapi pada lahirnya atlet nasional, pelaksanaan ujian kenaikan tingkat Geup hingga DAN/POM, serta terselenggaranya diklat wasit, penguji, dan pelatih daerah secara baik dan berkelanjutan.
Sementara itu, dinamika menuju Musprov semakin terasa dengan munculnya empat figur kuat yang disebut-sebut siap bertarung memperebutkan kursi Ketua Pengprov TI NTT.
Mereka adalah Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Yeskiel Loudoe, S.Sos., Fransisco Bernando Bessie, S.H., M.H., C.Me., CLA., dan Obed Djami, S.H.
Keempatnya bukan nama asing dalam dunia taekwondo NTT. Mereka memiliki pengalaman organisasi, jaringan pembinaan, serta kontribusi nyata dalam membangun prestasi di Bumi Flobamora.
Ridwan Sujana Angsar dikenal sebagai Ketua Dojang Adhyaksa Taekwondo Club Kejati NTT yang konsisten melahirkan atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional. Ia juga sukses menggelar beberapa kali kejuaraan di Kupang yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh NTT, dan juga dari Timor Leste.
Ia bahkan selalu aktif memberikan dukungan penuh kepada para atlet NTT dalam berbagai kejuaraan nasional.
Saat ini ia juga menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan.
Dihubungi terpisah, Ridwan menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua Pengprov TI NTT.
“Kalau didukung oleh semua, saya siap membangun Taekwondo di NTT,” tegas mantan Kasubdit TPKL dan TPPU JAM Pidsus Kejagung RI itu, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, potensi atlet taekwondo NTT sangat besar. Yang dibutuhkan adalah pola pembinaan terstruktur, kompetisi berjenjang, dan event yang kontinyu.
Menariknya, Ridwan menunjukkan sikap terbuka terhadap kandidat lain.
“Ketiga kandidat lainnya juga bagus. Kalau semua energi baik bisa dikolaborasikan, Taekwondo NTT akan jauh lebih maju,” ujar mantan Aspidsus Kejati NTT itu.
Di sisi lain, Ridwan Angsar secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukan dibesarkan dari dunia taekwondo, melainkan dari cabang olahraga sepak bola. Namun kecintaan dan dukungan yang selama ini ia berikan kepada taekwondo di NTT, kata dia, lahir dari komitmen pribadi untuk mendukung keluarga, khususnya sang istri, Melani Abdullah Duru, mantan atlet taekwondo yang kini aktif mengurus Dojang Adhyaksa Taekwondo Club.
“Saya memang tidak pernah masuk dalam pengurus Taekwondo di NTT. Dukungan yang saya berikan selama ini baik kepada atlet dan pelatih semata-mata mendukung istri dan anak-anak. Istri saya mantan atlet juga, dan anak-anak saya sekarang atlet. Kalau mau tahu apa yang sudah saya buat atau berikan untuk Taekwondo NTT, silakan tanyakan saja ke para atlet dan pelatih,” ungkap Ridwan yang juga mantan Kajari Kabupaten Lembata dan Kajari Kabupaten Kupang itu.
Ia juga mengakui, saat ini hampir tidak ada lagi atlet NTT yang bergabung di Pelatnas. Kondisi tersebut menurutnya harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk membenahi sistem pembinaan secara lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan agar taekwondo NTT kembali mampu menembus level nasional hingga internasional.
Nama lain yang juga menyatakan kesiapan adalah Obed Djami. Saat ini ia menjabat Ketua Harian Pengprov TI NTT dan dikenal berhasil mengantarkan sejumlah atlet NTT tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurut Obed, dinamika organisasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat di tubuh Taekwondo Indonesia.
“Kalau dipercayakan dan didukung oleh teman-teman Pengcab, saya siap maju dan melanjutkan pengabdian untuk Taekwondo NTT,” ujarnya.
Sebagai Ketua Harian, ia menilai masih banyak program pembinaan yang perlu diperkuat, terutama dalam menyiapkan atlet menghadapi agenda nasional mendatang. Soliditas internal organisasi menjadi kunci.
Fransisco Bernando Bessie saat ini masih menjabat Ketua Pengprov TI NTT. Kepemimpinannya selama periode berjalan menjadi faktor penting dalam dinamika kontestasi, terutama menyangkut keberlanjutan program dan evaluasi prestasi.
Sementara Yeskiel Loudoe, Ketua Pengcab TI Kota Kupang sekaligus anggota DPRD Kota Kupang empat periode, dinilai berhasil mendorong perkembangan signifikan taekwondo di ibu kota provinsi, khususnya dalam pembinaan dan partisipasi event.
Kontestasi menuju November 2026 diprediksi menjadi momentum konsolidasi besar bagi insan taekwondo NTT. Apalagi NTT akan menjadi tuan rumah bersama NTB dalam agenda nasional PON 2028 mendatang, yang menuntut kesiapan atlet, pelatih, wasit, dan organisasi secara menyeluruh.
Dengan tahapan Musprov yang sudah diatur jelas, publik olahraga kini menanti bagaimana proses demokrasi ini berjalan.
Empat figur, satu kursi, dan satu harapan besar yaitu menjadikan Taekwondo NTT lebih solid, berprestasi, dan mampu berbicara di panggung nasional.
Kini, keputusan ada di tangan para pemilik suara. Waktu yang akan menjawab siapa yang dipercaya memimpin Taekwondo NTT empat tahun ke depan. (bet)






