SOSBUD
Kejari Medan dan IAD Turun ke Jalan Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

MEDAN, PENATIMOR – Senja di Kota Medan selalu datang dengan cara yang sama: perlahan, hangat, lalu menyisakan cahaya yang kian redup.
Namun sore itu, tepat pukul 17.15 WIB, di teras Kantor Kejaksaan Negeri Medan, senja terasa berbeda. Ia bukan sekadar pergantian waktu menuju azan magrib, melainkan panggilan nurani untuk berbagi.
Sebuah Toyota Hiace warna silver telah terparkir rapi di depan gedung utama Jalan Adinegoro No. 5. Di dalam lobi, aktivitas tak seperti biasanya. Sejumlah pegawai perempuan tampak sibuk mengemas makanan dan minuman ke dalam kotak-kotak takjil.
Wajah-wajah penuh semangat itu menjadi gambaran bahwa bulan suci Ramadan tidak hanya hidup dalam doa dan ibadah, tetapi juga dalam aksi nyata.
Tak lama kemudian, rombongan pengurus dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Medan hadir.
Dipimpin Ketua IAD Daerah Medan, Ny. Melani Ridwan Angsar, mereka mengenakan seragam batik hijau yang tampak serasi dan anggun. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sore itu.

Di antara mereka berdiri Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., didampingi para Kepala Seksi dan Kasubagbin.
Kehadiran unsur pimpinan lengkap menunjukkan satu hal bahwa kegiatan ini bukan formalitas, tetapi komitmen bersama.
Sebelum bergerak, rombongan mengabadikan momen kebersamaan di halaman kantor. Kamera menangkap senyum-senyum tulus—senyum orang-orang yang hendak menebar kebaikan.
Rombongan kemudian bergerak menuju Jalan Krakatau, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur.

Di titik itulah denyut kehidupan kota terasa paling nyata. Kendaraan hilir mudik, klakson bersahut-sahutan, dan para pekerja jalanan berkejaran dengan waktu.
Kurang dari tiga puluh menit perjalanan, rombongan tiba dan langsung disambut perwakilan dari Yayasan Thongs Berkah Mulia Abadi (YTBMA), mitra kolaborasi dalam kegiatan sosial ini.
Sinergi antara lembaga penegak hukum dan yayasan sosial menjadi bukti bahwa kebaikan akan lebih kuat ketika dilakukan bersama.
Tanpa menunggu lama, pembagian takjil dimulai.
Kajari Medan dan Ketua IAD Medan turun langsung ke tepi jalan. Mereka menyodorkan paket takjil kepada para pengemudi angkot yang berhenti sejenak, kepada abang becak yang menepi, kepada driver ojek online yang mematikan mesin motornya sambil menatap penuh harap.

Di antara lalu lintas yang tak pernah benar-benar berhenti, terjadi percakapan-percakapan singkat yang penuh makna.
“Terima kasih banyak, Pak.”
“Semoga berkah, Bu.”
Sederhana. Namun dari ungkapan itu, terjalin kedekatan yang tak bisa diukur dengan angka.

Sebagian besar penerima adalah mereka yang sejak pagi telah berada di jalan. Wajah lelah terlihat jelas, namun senyum yang merekah saat menerima takjil seakan menghapus penat seharian.
Selama kurang lebih 30 menit, ratusan paket takjil berpindah tangan. Hingga akhirnya, seluruh takjil yang disiapkan habis terbagi. Tidak tersisa satu pun.
Kegiatan ini bukanlah yang pertama. Tahun sebelumnya, Kejari Medan juga menggandeng YTBMA dalam agenda serupa. Tradisi berbagi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan antara institusi dan masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ridwan Sujana Angsar, mengatakan bahwa Ramadan adalah momentum untuk meneguhkan nilai kemanusiaan dalam setiap peran yang dijalankan.
“Sebagai aparat penegak hukum, kami memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas negara. Namun di sisi lain, kami juga bagian dari masyarakat. Kegiatan berbagi ini adalah bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan dengan warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Kejari Medan di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam momen-momen sosial yang membangun rasa kebersamaan.

Sementara itu, Ketua IAD Daerah Medan, Ny. Melani Ridwan Angsar, menyampaikan bahwa IAD berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk berbagi. Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan mencari nafkah agar bisa berbuka dengan tenang,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan YTBMA yang konsisten menjadi mitra dalam kegiatan sosial tersebut.
Setelah seluruh takjil habis terbagi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju restoran Kampung Nelayan yang tidak jauh dari lokasi pembagian.
Di sana, suasana berubah dari hiruk-pikuk jalanan menjadi kehangatan meja makan.
Azan magrib berkumandang. Doa dipanjatkan. Gelas-gelas diangkat, makanan disantap, dan kebersamaan terasa kian erat.

Buka puasa bersama bukan sekadar makan, tetapi momen refleksi atas apa yang telah dilakukan hari itu.
Di tengah percakapan ringan dan tawa yang mengalir, terselip kesadaran bahwa tugas institusi tidak hanya soal kewenangan dan regulasi, tetapi juga soal empati dan sentuhan kemanusiaan.
Ketika malam akhirnya menutup hari di Kota Medan, rombongan pun kembali ke kantor Kejari Medan. (bet)






