Connect with us

SPORT

Jelang Musprov, Surat Pengcab Flores Timur Ungkap Kesenjangan di Taekwondo NTT

Published

on

Ketua Pengcab TI Flores Timur Mochtar Djati

KUPANG, PENATIMOR – Isu kesenjangan dalam pembinaan dan perkembangan taekwondo di Nusa Tenggara Timur mulai mencuat ke permukaan menjelang agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia NTT.

Persoalan tersebut bahkan secara tegas disinggung dalam surat resmi dukungan dari Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kabupaten Flores Timur kepada figur Ridwan Angsar untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum Pengprov TI NTT.

Surat dukungan yang ditandatangani Ketua Pengcab TI Flores Timur Mochtar Djati pada 25 Februari 2026 di Larantuka itu menyiratkan harapan besar agar kepemimpinan baru di tubuh Taekwondo NTT mampu mengakhiri berbagai kesenjangan yang selama ini dirasakan oleh cabang-cabang daerah.

Dokumen tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Jakarta, sekaligus menjadi sinyal bahwa dinamika politik organisasi menjelang Musprov TI NTT mulai bergerak dan memunculkan berbagai isu penting yang perlu mendapat perhatian.

Dalam isi surat dukungan tersebut, Pengcab TI Flores Timur secara terbuka menyatakan bahwa dukungan kepada Ridwan Angsar tidak sekadar soal figur, tetapi juga dilatarbelakangi oleh harapan agar terjadi perbaikan terhadap kesenjangan yang masih terjadi di dalam organisasi taekwondo di NTT.

“Berhubung hampir berakhirnya masa kepemimpinan Ketua Umum Pengprov TI Nusa Tenggara Timur maka kami Pengcab TI Kabupaten Flores Timur memberikan dukungan kepada figur Bapak Ridwan S. Angsar, S.H., M.H., untuk ikut serta dalam kandidat calon Ketua Umum Pengprov TI Nusa Tenggara Timur agar bisa terpilih dan melanjutkan serta memperbaiki kesenjangan yang terjadi dalam tubuh Taekwondo Indonesia khususnya untuk kami di Nusa Tenggara Timur,” demikian bunyi kutipan dari surat tersebut.

Surat resmi dukungan Pengcab TI Flores Timur kepada Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena secara tersirat menggambarkan adanya ketimpangan dalam pembinaan, perhatian organisasi, hingga distribusi program pengembangan taekwondo di berbagai daerah di NTT.

Beberapa cabang di wilayah kepulauan bahkan disebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, minimnya kompetisi berjenjang, serta kurangnya dukungan pembinaan atlet usia dini.

Pengcab TI Flores Timur menilai momentum pergantian kepemimpinan Pengprov TI NTT menjadi kesempatan penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam tubuh organisasi.

Karena itu, mereka menaruh harapan besar kepada Ridwan Angsar agar mampu membawa semangat baru, memperkuat soliditas organisasi, serta membangun sistem pembinaan yang lebih merata bagi seluruh daerah di NTT.

Dengan kepemimpinan yang kuat dan inklusif, kesenjangan yang selama ini dirasakan oleh sebagian pengcab diharapkan dapat diminimalisir sehingga perkembangan taekwondo di NTT tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.

Dukungan resmi dari Pengcab TI Flores Timur ini menjadi salah satu sinyal awal menguatnya konsolidasi dari daerah menjelang Musprov Taekwondo Indonesia NTT.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa dukungan diberikan sebagai bentuk kepercayaan terhadap kapasitas Ridwan Angsar untuk memimpin organisasi serta memperkuat pembinaan atlet di daerah.

Surat itu juga ditembuskan kepada Sekretaris Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Ketua Bidang Organisasi PBTI di Jakarta, serta Ketua KONI Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai sikap organisasi Pengcab TI Flores Timur.

Munculnya isu kesenjangan dalam surat dukungan tersebut menambah warna dalam dinamika menuju Musprov TI NTT. Selain soal figur calon pemimpin, pembahasan kini juga mulai bergeser pada agenda pembenahan organisasi dan pemerataan pembinaan taekwondo di seluruh wilayah NTT.

Sejumlah pengamat olahraga menilai bahwa isu kesenjangan ini bisa menjadi salah satu tema besar dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengprov TI NTT, karena menyangkut kepentingan banyak daerah yang selama ini merasa belum mendapat perhatian optimal.

Jika dukungan dari berbagai pengcab terus bermunculan, bukan tidak mungkin figur Ridwan Angsar akan menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan kursi Ketua Umum Taekwondo Indonesia NTT.

Yang pasti, dengan mulai mengemukanya isu kesenjangan tersebut, Musprov Taekwondo NTT mendatang diperkirakan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin baru, tetapi juga momentum penting untuk membenahi arah dan masa depan pembinaan taekwondo di Nusa Tenggara Timur. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!