Connect with us

KOTA KUPANG

Empat Kandidat Panaskan Bursa Ketua Pengprov Taekwondo NTT, Persaingan Menuju Musprov 2026 Kian Menguat

Published

on

Keempat figur yang siap bersaing merebut posisi puncak Pengprov TI NTT, Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Yeskiel Loudoe, S.Sos., Fransisco Bernando Bessie, S.H., M.H., CLA., dan Obed Djami, S.H.

KUPANG, PENATIMOR – Bursa calon Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memanas.

Menjelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026 pada November 2026 mendatang, empat nama besar resmi masuk radar sebagai kandidat kuat untuk memimpin cabang olahraga bela diri tersebut di Bumi Flobamora.

Keempat figur yang siap bersaing merebut posisi puncak Pengprov TI NTT adalah Ridwan Sujana Angsar, S.H., M.H., Yeskiel Loudoe, S.Sos., Fransisco Bernando Bessie, S.H., M.H., CLA., dan Obed Djami, S.H.

Masing-masing kandidat bukan sosok baru di dunia taekwondo NTT. Mereka memiliki rekam jejak, pengalaman organisasi, serta kontribusi nyata dalam membangun dan mengembangkan olahraga ini di Nusa Tenggara Timur.

Ridwan Sujana Angsar dikenal sebagai Ketua Dojang Adhyaksa Taekwondo Club yang sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional.

Kiprahnya dalam pembinaan usia dini hingga senior menjadikan namanya diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Pengprov.

Sementara itu, Yeskiel Loudoe saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Kota Kupang.

Di bawah kepemimpinan sosok yang juga Anggota DPRD Kota Kupang empat periode berturut-turut dari Partai PDI Perjuangan itu, taekwondo Kota Kupang menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal pembinaan atlet dan partisipasi event.

Obed Djami yang kini menjabat Ketua Harian Pengprov TI NTT juga masuk dalam daftar kandidat kuat. Ia merupakan mantan Ketua Pengcab TI Kota Kupang dan dikenal berhasil mengantarkan sejumlah atlet NTT tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Adapun Fransisco Bernando Bessie saat ini masih menjabat sebagai Ketua Pengprov TI NTT. Kepemimpinan sosok yang juga advokat muda di Kupang selama periode berjalan menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika kontestasi mendatang, terutama terkait keberlanjutan program dan evaluasi prestasi.

Dihubungi wartawan, Minggu (1/3/2026), Ridwan Sujana Angsar menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Ketua Pengprov TI NTT.

“Kalau didukung oleh semua, saya siap membangun Taekwondo di NTT,” tegas Ridwan.

Menurutnya, taekwondo bukanlah dunia baru baginya. Selama ini ia aktif mendukung berbagai aktivitas dan pembinaan taekwondo di NTT, baik melalui klub maupun jejaring pembinaan atlet.

Menariknya, Ridwan juga menyampaikan sikap terbuka terhadap kandidat lainnya.

“Ketiga kandidat lainnya juga bagus. Kalau semua energi yang baik bisa dikolaborasikan, tentu Taekwondo NTT akan jauh lebih maju ke depannya,” ujar Ridwan yang juga mantan Kasubdit TPKL dan TPPU JAM Pidsus Kejagung RI.

Figur yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan tersebut menilai potensi atlet taekwondo NTT sangat besar.

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah pola pembinaan yang terstruktur serta pelaksanaan event yang kontinyu dan berjenjang.

Sosok yang juga mantan Kajari Kabupaten Lembata dan Kajari Kabupaten Kupang itu menegaskan komitmennya untuk menjadikan Taekwondo NTT sebagai cabang olahraga yang lebih maju, kompetitif, dan mampu berbicara banyak di tingkat nasional.

Sementara itu, Obed Djami yang dihubungi terpisah juga menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Pengprov TI NTT periode mendatang.

Menurut Obed, dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses demokrasi di tubuh Taekwondo Indonesia.

Ia mengaku siap apabila mendapat dukungan dari para pengurus cabang dan insan taekwondo di NTT.

“Kalau dipercayakan dan didukung oleh teman-teman Pengcab, saya siap maju dan melanjutkan pengabdian untuk Taekwondo NTT,” ujar Obed yang juga menjabat Dekan Fakultas Hukum Undarma Kupang, dan juga advokat senior di Kupang itu.

Sebagai Ketua Harian Pengprov TI NTT, Obed menilai masih banyak program pembinaan yang perlu diperkuat, terutama dalam menyiapkan atlet menghadapi agenda nasional mendatang. Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi agar target prestasi bisa tercapai secara maksimal.

Kontestasi menuju November 2026 diprediksi akan menjadi momentum konsolidasi besar bagi insan taekwondo di NTT.
Selain soal figur, publik olahraga juga menaruh harapan pada program pembinaan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta kesiapan menghadapi agenda nasional ke depan, khususnya NTT akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan empat kandidat yang memiliki latar belakang organisasi dan pengalaman pembinaan yang kuat, persaingan menuju kursi Ketua Pengprov TI NTT dipastikan berlangsung dinamis.

Kini, keputusan ada di tangan para pemilik suara. Siapa yang akan dipercaya memimpin Taekwondo NTT empat tahun ke depan? Waktu yang akan menjawab. (bet)

Advertisement


Loading...
error: Content is protected !!